Warning!!!
'Baca karya judul Transmigrasi Elyana dulu sebelum, karya yang ini. Biar, ngerti alur ceritanya kiwkiww.'
Kebahagiaan setelah bernikah yang diimpikan Alya dan Deo hancur setelah sebuah fitnah yang menghentam suasana harmoni dalam ru...
Assalamualaikum semua vote n comment jugaaa ya bye!!🚩
"Dirikumengikatdirinyadengan kata-kata sucipernikahan agar tiadabatasankuuntukdekatdengannya dan menyempurnakanibadahseoranglelaki." Deo
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah menyempurnakan solat magrib, namun mereka masih saja duduk di sajadah masing-masing dengan Deo yang menghadap Alya dan didepan Alya sudah ada Al-quran.
"Mas, setelah solat Isya kita ke pasar malam yok? Sambil beli makanan." Tawar Alya sambil menatap Deo dengan penuh harap
"Baca ayat terakhir dulu." Tegur Deo pada Alya sambil memicingkan matanya menatap Alya yang kini cemberut menatapnya
"Laqod Jaa-akum Rasuulum Min anfusikum aziizun alaihi maa anittum harii-shun alaikum bilmu'miniina rauufur rahiim." Bacaan Alya mengikut taranum yang sudah pernah dipelajarinya
"Hurm, fain tawallau-" kata Deo menunjukkan ayat yang dibacanya didalam Al-Quran tersebut agar Alya tahu letaknya dimana ayat tersebut dan meminta Alya menyambung bacaannya itu.
"Sadhaqallah ul'azim." Ujar mereka berdua secara bersamaan
"Tau nggak arti ayat terakhirnya itu?" Tanya Deo menatap isterinya itu dengan lembut.
"Emang artinya apa?" Tanya Alya dengan polosnya
"Dengar ya, artinya itu sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhanselain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalahTuhan yang memilikiArasy yang agung." Jelas Deo pada Alya yang hanya menganggukkan kepalanya
"Ngerti nggak?" Tanya Deo lagi menatap Alya
"Ngerti, hmm dikit. Makasih untuk hari ini." Kata Alya sambil menyalimi Deo
"Eh sayang, wudhu ku batal, ya Allah." Kata Deo spontan, sementara Alya hanya terkekeh melihat ucapan Deo itu.
"Kan masih bisa ambil lagi." Kata Alya yang hanya diberi anggukan oleh Deo