Hari ini Cindy dan baby Zean akhirnya diperbolehkan untuk pulang ke rumah setelah dua hari berada di rumah sakit. Sebenarnya sehari setelah Zean lahir, mereka sudah di bolehkan untuk pulang, namun kemarin Zean sempat rewel sehingga mereka menunda kepulangannya untuk memastikan bahwa Zean baik baik saja.
Setelah ibu dan bayi diperbolehkan untuk pulang, mereka semua menyambutnya dengan suka cita. Gaby dan Gracia sudah menyiapkan kejutan untuk baby Zean di rumah Jinan bersama Shami dan Nabil. Sedangkan Jinan dan Eve tengah menjemput Cindy dan baby Zean ke rumah sakit.
"Biar kaka aja."
Cindy kaget usai Eve menyebut diri sendiri sebagai kaka. Cindy pun membiarkan Eve membawa tas yang tadi nya dia jinjing.
"Makasih kaka."
Ujar Jinan yang sejak tadi terkagum kagum pada Eve yang banyak berubah setelah menyandang gelar Kaka. Dia jadi sigap, mau membantu dan selalu ingin bisa ini dan itu. Jinan bangga."Sama sama."
Ketiganya keluar dari ruang rawat inap. Cindy berjalan perlahan bersama Eve yang menggandengnya dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri menjinjing tas milik Cindy. Jinan berjalan di belakang sembari mengendong baby Zean.
"Seneng ngga udah jadi kaka ?."
Tanya Cindy."Seneng. Seneng banget. Udah jadi kaka buat Marsha dan Zean."
"Yang akur ya sama adek. Jangan nakal sama adek, dan juga sayang terus sama Marsha dan Zean."
"Oke, mak."
"Mama bangga sama kaka. Udah besar sekarang dan buat mama terharu karena udah mau bantuin mama jagain Zean kemarin. Kaka hebat."
Cindy memuji Eve karena sejak kemarin Eve banyak membantunya dalam merawat Zean ketika Jinan pergi ke luar."Kaka akan selalu jagain dan bantuin mama dan mama Chika kok. Kaka akan jadi kaka yang baik buat ade Marsha dan ade Zean."
"Pinter, hebat."
Eve semakin merasa bangga pada dirinya sendiri. Dia melakukan semuanya bukan karena ingin sombong dan si puji, tetapi ingin menbuktikan bahwa dia juga bisa di andalkan dan menjadi kaka yang baik untuk adiknya.
Tiba di rumah mereka terkejut dengan hadirnya orang tua Jinan dan Cindy yang datang untuk menyambut kepulangan baby Zean.
Welcome baby Zean
Tulisan sambutan itu terpampang jelas di ruang tamu rumah milik Jinan yang megah itu. Banyak hadiah juga yang mereka terima dari orang orang tersayang mereka.
"Ahhh. Cucuku.."
Gracia ingin sekali mengendong Zean yang tertidur pulas dalam gendongan Jinan."No!! Oma belum boleh gendong Zean. Tangan oma kotor."
Eve berdiri di depan Jinan agar omanya tidak bisa mengambil alih Zean."Aduh..kakanya galak banget."
Kata Gaby."Iya dong. Kan kaka sayang baby Zean."
"Jadi oma musti cuci tangan dulu sebelum gendong ade kamu ?."
"Iya oma. Semuanya juga yaaa. Jangan sentuh adek aku kalau belum cuci tangan. Awas aja."
Ancam Eve."Kaka ip protektif banget sih ? Jadi gemes."
Cindy yang masih di genggam erat oleh Eve mencubit pipi Eve."Ya udah, kita biarin Zean tidur di kamar dan Cindy juga harus istirahat. Kasian berdiri terus."
Kata Shami.Setelah upacara penyambutan dan tentunya foto bersama, Jinan membawa anaknya ke kamar di lantai satu. Jinan masih menepati kamar itu selama Cindy belum pulih total pasca melahirkan. Nanti jika sudah memungkinkan untuk naik turun tangga, pasti mereka akan pindah ke kamar utama. Dan tentunya Zean akan memiliki kamar sendiri di lantai dua. Letaknya ada di sebelah kamar Eve.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love You, Mama Cindy
FantasiLanjutan cerita Babysitter kesayanganku dan Will you be my mother ?. Seri ketiga di buku cerita CiNan family 😊😊