23 (the last part😊)

1.4K 172 84
                                    

Dua orang perempuan tengah duduk santai di atas tikar sembari mengobrol tentang banyak hal. Mereka juga menikmati pemandangan danau yang indah di depan sana sembari memakan cemilan yang sudah mereka bawa dari rumah.

"Aaaaaa!!."

Sebuah teriakkan mengagetkan dua perempuan itu. Salah satunya berlari ke sumber suara.

"Zean...kamu kenapa ?."

"Jatuh. Aku jatuh, ma.."

Anak laki laki bernama Zean pun menangis kencang karena lututnya berdarah.

"Ya ampun. Kenapa bisa jatuh ?."

Cindy. Salah satu perempuan itu adalah Cindy. Yang tengah panik melihat lutut anaknya berdarah. Dia membersihkan kerikil kecil yang menempel pada lutut anaknya.

"Itu...macha..lari lari aku ngga bisa kejar."
Ucap Zean.

"Macha, bener yang Zean bilang ?."
Perempuan yang satu lagi adalah Chika. Mama dari Marsha yang terlihat ketakutan saat mamanya bertanya demikian.

"Iya. Tapi mom, tadi dia minta main kejar kejaran. Tapi ngga bisa kejar aku."
Jawab Marsha.

"Harusnya Macha jangan cepet larinya, pelan pelan aja biar Zean bisa kejar macha."
Kata Chika.

"Iya mom. Macha minta maaf."

"Minta maaf juga sama Zean. Kasian tuh lututnya berdarah."

Marsha menoleh pada Zean yang tengah di obati oleh Cindy dengan meniup niup luka di lututnya.

"Zean, aku minta maaf ya ? Maaf tadi larinya kecepetan."

"Iya."
Jawab Zean singkat.

"Ya udah. Yuk balik ke sana."
Ajak Cindy untuk kembali ke tikar yang mereka letakan untuk duduk santai.

Mereka kembali duduk di sana lalu Cindy kembali mengobati lutut Zean.

"Sakit ya ?."
Tanya Chika. Dia sedikit tidak enak pada Cindy.

"Ngga kok, iya kan Zean ? Kan Zean cowo jadi pasti luka kayak gini ngga sakit kan ?."
Ucap Cindy.

"Iya, ini ngga sakit kok. Zean kan kuat."
Jawab Zean.

"Wihh. Zean keren."

Zean tersenyum mendengar pujian Chika.

"Nanti jangan lari lari lagi, jatuh baru deh nangis."

"Iya ma, Zean minta maaf udah lari lari tadi."

Melihat Marsha masih diam, Cindy pun jadi tidak tega. Anak manis itu pasti ketakutan melihat temannya jatuh tadi. Apalagi tadi tengah mengejarnya. Pasti dia merasa itu salahnya.

"Marsha. Udah, jangan bengong gitu."
Tegur Cindy.

"Iya kamu. Zean kan udah baik baik aja, kenapa kamu masih bengong ?."

"Macha. Aku udah sembuh kok. Jangan takut ya ?."

"Iya."
Jawab Marsha.

"Ya udah. Kita makan dulu ya ?."
Ajak Cindy.

"Oh iya, aku bawa beberapa masakan buat ka Cindy cobaiin."

"Beneran ? Wihh, aku mau dong."

"Iya ini ka."

Chika mengeluarkan beberapa makanan hasil masakannya.

"Wihh, Zean suka ayam goreng."

"Zean bisa ambil dua kalau mau."

"Beneran ?."

"Iya, ayo ambil."

"Zean, cuci tangan dulu dong."
Ucap Cindy saat Zean akan mengambil ayam goreng dengan tangan kotornya.

Love You, Mama CindyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang