Sebelum membaca sebaiknya tekan bintangnya
Enjoy
#🦁🍓
#Shibuya's crime******
Malam ini Geano terpikir akan mengajak Elma untuk kencan besok setelah sekian lama. Hubungan mereka cukup renggang akhir-akhir ini, karna kesalahpahaman.
Dengan posisi masih rebahan, Geano mengambil ponselnya untuk menghubungi Elma.Geano Regya
El, besok kamu ada waktu?
Geano mau ngajak jalan-jalan.Cukup lama Geano menatap layar ponselnya untuk mendapatkan balasan dari pesannya. 2 hingga 5 menit berlalu, tapi Elma belum melihat pesan darinya.
"Dia lagi sibuk ya." Gumam Geano sendiri.
Sedikit kecewa Geano melemparkan ponselnya ke sembarang arah. Beberapa kali Geano mengubah posisi tidurnya, karna resah tentang Elma. Kemana dia? Hingga tak menjawab pesan darinya. Tapi Geano tetap berpikiran positif, mungkin Elma mengerjakan tugas atau dia sedang istirahat.
Suara ketukan pintu membuat Geano kembali terjaga. Geano langsung bangkit dari kasur dan membuka pintu kamar. Pelayan Geano berdiri disana dengan keringat mengucur dari pelipisnya, lalu tak lama pelayan Geano langsung jatuh pingsan. Disaat itu, Geano langsung melihat bahwa perut pelayan nya sudah berlumuran darah.
"LU KENAPA?!!."
Geano langsung berlutut dan memeriksa luka pelayanannya.Dengan tenaga yang pelayan Geano kumpulkan, ia menarik Geano agar lebih dekat dengannya, kemudian berbisik. "Lari tuan, sekarang tidak aman."
Detik setelahnya, rumah Geano langsung didatangi oleh para algojo yang entah suruhan siapa. Badan mereka yang lebih besar dari Geano serta membawa alat yang bermacam-macam untuk membantai seluruh isi rumah.
Disaat yang sama, Kei langsung menghampiri posisi Geano yang sebelumnya di dapur. "KALIAN NGAPAIN DISINI BANGSAT?!!!." Teriak Kei yang mendapati ada orang asing dirumah Geano.
"Kei lari."
"Gue bisa bantu lu." Tawar Kei yang akan maju untuk menghajar mereka.
"Bawa pelayan gw kerumah sakit, cepetan lari lewat pintu belakang." Titah Geano sekali lagi.
"Lu gila-."
"CEPETAN LARI, LU BAKAL MATI KALAU DISINI BODOH!!!!." Mata nyalang Geano menatap tajam kearah Kei yang berdiri mematung.
Kei menatap nanar kearah Geano yang begitu yakin kalau ia bisa melawan mereka. Tapi ini perintah, pelayan Geano juga akan mati kehabisan darah nanti. Dengan gerakan tergesa-gesa, Kei meninggal kan rumah dan segera kerumah sakit lewat pintu belakang sesuai dengan instruksi Geano.
"Si kecil ini malah mau makan makanan yang besar, awas nanti malah mati." Ucap salah satu algojo tersebut.
Geano hanya menggertakkan giginya, kesal. Ia paling tidak suka diremehkan seperti ini.
"Badan lu emang gede, tapi gak ada jaminan buat lu bakal menang, babi." Geano mendongak, menatap mereka satu-persatu.
Dibilang seperti itu sontak mereka kesal dan langsung menyerang Geano, tujuan mereka juga sudah jelas. Untuk membunuh Geano malam itu juga.
Mereka menyerang tanpa henti tanpa membiarkan Geano menghirup nafas walau sejenak. Kelelahan? Tentu saja, para manusia tak normal yang Geano hadapi. Tapi jika ia kalah maka teman-teman Geano akan ketahuan oleh mereka dan dibunuh.
Sebelum mulai ia sempat memejamkan mata untuk berdoa serta menarik nafas untuk memulai pertunjukkan berdarah.
Titik ini akan ditentukan apakah semuanya akan tau tentang rahasia Geano.

KAMU SEDANG MEMBACA
Shibuya's Crime (SELESAI)
Teen Fiction⚠️ SEBELUM MEMBACA SEBAIKNYA FOLLOW DULU ⚠️ ------------ "𝚐𝚞𝚎 𝚐𝚊𝚔 𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚒𝚕𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚒𝚓𝚊𝚔 𝚍𝚒𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚖𝚊𝚢𝚊𝚍 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙" -𝙶𝚎𝚊𝚗𝚘 𝚁𝚎𝚐𝚢𝚊 ლლლ Cerita ini berkisah bagaimana seor...