Bab 2 | Gerai Fotocopy

175 10 0
                                    

Selamat Membaca Kisah
Perjalanan Mereka

Now Playing : Tulus - Interaksi

***

Bab 2 | Gerai Fotocopy

Jasa akan di perlukan setiap saat, kalau tidak ada jasa mereka hidup kita juga akan susah

***

Wahyu mulai meninggalkan kediaman rumahnya menggunakan motor kesayangannya. Setelah sedikit obrolan singkat bersama sang adik ia langsung bergegas, dengan membawa tas ransel itu iya mengendarai motornya menuju tempat yang ia tuju. Laju motor yang ia gunakan sangatlah lambat karena wahyu tipikal orang yang gak suka dengan kebut-kebutan.

Walaupun biasanya masa remaja digunakan sebagai masa yang paling mengenakan untuk mengumbar selera mereka masing-masing, tapi tidak dengan Wahyu ia berpikir masa remaja nya sekarang adalah masa dimana pencarian jati diri dia harus memikirkan masa depan untuk dewasa nanti. Tujuannya sudah sampai ia berhenti di sebuah gerai fotocopy, tempat dimana ia melakukan praktek kerja lapangan dulu.

Wahyu turun dan mulai masuk untuk menyapa pegawai serta pemilik gerai jasa fotocopy itu.

"Assalamualaikum bang, Mas."

"Walaikumsalam, eh Wahyu. Sini masuk,"

"Iya bang,"

"Ada apa gerangan lo datang kemari?" tanya salah satu pegawai yang sering Wahyu sapa sebagai Bang Yedam, atau nama aslinya Yendri Damara.

"Ya biasalah bang ada tugas negara,"

"Sombong sekali bilangnya tugas negara. Kalo beneran tugas negara lo gak boleh kesini,"

"Lah? Kenapa?" bingung.

"Kalo terjadi apa-apa berabe urusannya nanti."

Wahyu tertawa setelah mendengar ucapan bang Yedam, ia paham betul kalau salah satu pegawainya ini pintar sekali bercanda. "Alah bang, jangan macam tu ya, Yaudah Ufi janji gak akan bawa-bawa urusan negara kesini," ujar Wahyu.

"Selow Yu, selow aja. Lo gak tahu aja kelakuan pegawai Mas yang satu ini," sahut seseorang yang langsung mencairkan suasana.

"Iya Mas, Wahyu paham kok."

"Ada apa Yu?" tanya Mas Shino--- pemilik gerai fotocopy itu.

"Ini Mas, Wahyu mau print CV buat ngelamar kerja. Soalnya Wahyu udah lulus jadi lebih baik secepatnya Wahyu cari kerja. Kasihan Ayah tiap hari kerja terus," jawab Wahyu

"Oh silahkan. Mau berapa banyak terserah kamu, buat kamu mah gratis Yu,"

"Aduh Mas, masa gratis mulu. Dulu aja pas bikin laporan uji kompetensi aja gratis masa ini juga gratis Mas, Wahyu jadi enggak enak kalo tiap kesini hanya untuk minta gratisan," ucap Wahyu tidak enak.

"Siapa bilang lo minta si gratisan lagian Mas yang kasih dan lo nggak usah sungkan lo udah kita anggap keluarga di sini," ujar Mas Shino dengan bijak.

"Tapi enggak enaklah Mas,"

"Gapapa, sok aja. Ya,"

Wahyu pasrah karena bagaimanapun ia akan kalah debat dengan orang yang lebih tua dari umurnya, "Baiklah Mas. Wahyu hanya bisa bilang makasih,"

"Sama-sama Yu. Ya udah gih Print, Mas mau keluar dulu ada urusan,"

Setelah Mas Shino meninggalkan tempat ini dan sekarang menyisakan dua orang yaitu wahyu dan juga bang Yedam. Kali ini bang Yedam sedang melayani pembeli yang ingin menfotocopy surat-surat pribadi, mencetak foto atau sekedar mencari alat tulis dan bermain game di sini karena gerai ini juga melayani jas warnet.

BBS [5] Wahyu Iqbal ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang