(26) 𝙙𝙧𝙚𝙨𝙨 𝙥𝙚𝙖𝙘𝙝

35 16 2
                                    

"Tidak semua perasaan bisa berumah"

- ardgcxx -


[Zada kini berada di panggilan telepon]

"Zada, bisa temenin belanja ngga hari ini?" tanya alvin, ya ini merupakan sebagian dari rencana nya.

Sebenarnya zada ingin menolaknya, namun ia merasa berhutang budi dengan alvin yang notabenya kakak kelasnya itu.

"Boleh kak, zada siap siap sebentar yaa" mau tidak mau, zada mengiyakan ajakan alvin.

"Makasih, zada" alvin senang sekali, zada tidak menolak ajakannya.

Panggilan telepon pun terputus.

[Kini, jam sudah menunjukkan pukul 10.00]
Setelah menghabiskan waktu sekitar 7 menit, akhirnya alvin sampai di perkarangan rumah zada.

Zada yang melihat alvin datang pun, menyalami tangan bi titin. Yang langsung diikuti oleh alvin.

"Bibi mau dibawain apa?" tanya zada peduli

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Bibi mau dibawain apa?" tanya zada peduli.

"Ngga usah repot repot non, bibi sudah makan" jawab bi titin tak ingin merepotkan gadis dihadapannya.

Walaupun telah mendapatkan jawaban dari bi titin, zada tetap bersikeras akan membawakan sesuatu.

"Yasudah, saya sama zada pamit yaa, bi" alvin mencium telapak tangan wanita paruh baya itu yang kemudian disusul oleh zada.

Alvin memakaikan helm untuk zada, ia tidak ingin terjadi hal yang nantinya membuat zada terluka. Lebih baik menghindari dahulu sebelum menyesali kemudian.

Zada pun kini duduk di atas sepeda motor alvin, sebenarnya ia tidak ingin memeluk pinggang alvin, tapi kakak kelasnya itu mengambil kedua tangan zada untuk dilingkarkan di pinggang nya.

Ia langsung melajukan motornya menjauhi perkarangan rumah gadis nya.

 - 𝙋𝙪𝙨𝙖𝙩 𝙋𝙚𝙢𝙗𝙚𝙡𝙖𝙣𝙟𝙖𝙖𝙣 -

Sesampainya di pusat perbelanjaan, alvin mengajak zada untuk mampir di sebuah toko baju wanita.

Memasuki toko tersebut mata zada langsung tertuju kepada baju simple warna peach berkerah V dengan motif bunga biru yang memenuhi balutan baju itu.

Alvin melirik gadis di sampingnya, yang sepertinya terpikat dengan baju warna peach itu.

"Hm, zada. Kakak lagi nyari dress untuk orang spesial bagi kakak, menurut zada cewe itu sukanya yang kayak gimana, ya?" sudah jelas siapa orang spesial yang dimaksud oleh alvin.

"Huh iya kak" zada tersadar dari lamunannya.

Ia bertanya tanya kepada dirinya sendiri, maksud dari orang spesial yang dikatakan oleh alvin.

"Tergantung sih kak, orang spesialnya kak alvin suka nya yang gimana?" ya memang benar yang dikatakan zada, semua orang punya ketertarikan masing masing.

"Kalau dari yang aku lihat, dia suka yang simple tapi ada kesan motif bunga bunga kecil di dressnya, dan juga suka warna kalem" ucapan alvin barusan membuat pandangan zada tertuju lagi pada dress yang sejak awal menarik perhatiannya.

"Itu kak, sepertinya cocok" jawab zada seraya menunjuk dress yang tergantung.

Alvin pun mengikuti arah telunjuk zada. "Nah, benar zada. Ini benar benar sesuai sama kriteria dress dia, doain aku ya semoga dia menyukai nya" alvin mengambil dress peach itu dan langsung membawanya ke kasir.

Zada hanya mengangguk kan kepala nya, padahal ia ingin sekali menjadi pemilik dari dress cantik itu. Mungkin belum berjodoh, pikirnya lagi.

"Orang spesial itu kamu zadaa, kamu yang akan menjadi pemilik dari dress cantik ini, maaf karna membuatmu sedih" ucap alvin sambil menatap zada yang masih diam ditempatnya.

Seharian ini, alvin mengajak nya berkeliling pusat perbelanjaan. Mereka kini mampir di stand gelato sambil mengistirahat kaki sejenak.

Alvin langsung memesan dua cup gelato rasa tiramisu untuknya dan rasa strawberry mix vanilla untuk zada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Alvin langsung memesan dua cup gelato rasa tiramisu untuknya dan rasa strawberry mix vanilla untuk zada. Alvin tau persis rasa kesukaan zada, entah dia tau darimana.

"Makasih, kak. Habis ini kak alvin masih ada yang mau dibelanjain lagi?" tanya zada seraya menyantap gelato miliknya.

"Ngga ada, zada. Kalau zada capek, kita bisa pulang sekarang"

"Oh iyaa, kak" zada ber oh ria saja, kakinya mulai pegal sekarang.

Mereka berdua kini sudah keluar dari pusat pembelanjaan, dan menuju ke parkiran.

Tiba tiba zada teringat akan sesuatu yang sedari tadi melintas di kepalanya.

"Aduh, lupa bawain buat bi titin. Gimana sih zada?" zada menggerutu, ia sangat pelupa sekali.

"Ini buat bi titin" alvin menyerahkan kantong belanja yang berisikan makanan kepada zada.

"Syukurlah, terima kasih kak alvin" alvin rasanya ingin mencubit pipi gembul zada. Bagaimana tidak, zada tersenyum manis sekali kepada nya.

"Sama sama zada" gadis di hadapannya ini sangat peduli sekali, baru sehari mengenal bi titin saja ia sudah sangat perhatian.







Jika menyukai bab ini, silahkan pertimbangkan untuk memberikan vote.

Terima kasih🙌

DAREZATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang