"Gara, sudah berapa kali papa bilang, jangan dekat-dekat microwave! Nanti pacemaker kamu bisa berhenti berfungsi. Kenapa nggak suruh maid aja sih panasin makanannya?" Adryan datang-datang langsung mengomel. Adryan bersama Thaka baru pulang kerja, karena haus ia melangkah menuju dapur untuk mengambil minum dan mendapati si bungsu sedang berdiri di dekat microwave.
"Kasian maid, Pa.. udah banyak kerjaan mereka seharian. Masak, bersih-bersih, beberes, cuci pakaian, dan lain-lain. Masa panasin makanan gini doang harus nyuruh maid juga?" Balas Gara sambil menggerutu.
Ini sudah terhitung sebulan semenjak Gara pasang alat pacu jantung. Luka bekas jahitan nya sudah kering dan sudah tidak terasa sakit lagi. Kondisi tubuh nya juga sudah jauh lebih baik. Ia sudah tidak lagi merasa sesak napas dan lemas berkepanjangan.
Namun Gara masih belum bisa hidup normal seperti orang-orang pada umumnya. Bagaimana bisa hidup normal, kalau papanya saja justru semakin overprotektif padanya.
Seperti sekarang contohnya, Gara tidak diperbolehkan berada di dekat microwave. Bukan hanya itu, Gara juga tidak boleh berdiri lama di dekat kulkas, lebih tepatnya tidak di perbolehkan berada di dekat benda dengan tegangan listrik tinggi dan mengandung magnet logam, tidak boleh lama bermain handphone apalagi sampai menaruh benda itu di dekat pacemaker, tidak boleh mengangkat benda berat (termasuk juju), tidak boleh olahraga berat, dan Gara tetap tidak boleh sendirian, harus ada yang menemani saat didalam ataupun di luar mansion.
"Minta tolong Abang kamu 'kan bisa. Sekarang Shino mana?" Tanya Adryan karena tidak melihat atensi putranya yang satu itu.
"Di kamar. Lagi siap-siap," jawab Gara.
"Mau kemana lagi tuh bocah?" Itu bukan Adryan yang bertanya, melainkan Thaka yang baru saja ikut bergabung di dapur setelah tadi mendengar suara sang papa yang lumayan nyaring.
"Katanya sih mau hangout,"
"Jam segini mau keluar? Mau kemana sih itu anak malam-malam? perasaan kemaren juga izin sama papa pulang kerja cepat karna mau hangout dan sekarang mau hangout lagi? " Kali ini Adryan yang bertanya. Heran pada putranya yang satu itu. Akhir-akhir ini sering sekali pergi keluar dengan alasan ingin jalan-jalan atau sekedar nongkrong.
Gara menggedikkan bahu, lalu mengangkat wadah alumunium foil berbentuk persegi yang berisi macaroni schotel, ingin ia masukkan ke dalam microwave untuk di hangatkan. Padahal tadi Gara sudah makan malam bersama Shino dan Jerry, tapi sekarang ia merasa lapar lagi. Lebih tepatnya ingin ngemil.
"Kamu tunggu aja di meja makan,ya.. ini biar papa aja yang siapin!" Perintah Adryan ,kemudian mengambil alih macaroni schotel dari tangan si bungsu dan memasukkan nya kedalam microwave.
"Gak usah, Pa, Gara bisa sendiri. Papa pasti capek abis pulang kerja. Mending Papa langsung mandi, istirahat, iya 'kan, Bang?!" Ujar Gara sembari menatap sang papa lalu beralih pada Abangnya.
"Iya, Papa mending istirahat aja, biar Thaka aja yang siapin makanannya buat Gara." Ujar Thaka.
Membuat si bungsu menghela napas, "Papa sama Bang Thaka istirahat aja, Gara bisa sendiri kok. Lagian ini panasin nya sebentar doang. Kata dokter Brian 'kan nggak apa-apa berdiri dekat microwave yang penting gak lama. Jadi kalian gak usah khawatir, sekarang Gara udah nggak selemah dulu. Kalian jangan terlalu overprotektif terus dong!" Gara menatap serius papa dan abangnya itu. Ingin meyakinkan kalau ia bisa melakukannya sendiri. Ia tidak ingin selalu merepotkan mereka.
"Papa cuma gak mau kamu kenapa-napa, Gara. Kalau sampai pacemaker kamu fungsi nya terganggu itu bisa bahaya, nak."
"Insyaallah enggak,pa! Papa tenang aja, ya. Kalo papa masih khawatir nih Gara nunggunya disini gak dekat dekat microwave. Jadi gak mungkin terganggu pacemaker nya, kan udah jauhan. Sekarang papa sama bang Tha ke atas aja, mandi terus istirahat," Ujar Gara lembut sembari menjauh beberapa langkah dari letak microwave agar papa nya itu tidak terlalu khawatir. Ia tidak ingin berdebat dan berakhir memancing emosi sang papa yang sudah pasti lelah karna seharian bekerja.

KAMU SEDANG MEMBACA
About Gara
Aktuelle LiteraturTentang Gara menghadapi kekurangan dan kelemahan nya. 📢 Warning! - Ini cuma cerita fiksi ya! Jadi jangan terlalu dianggap serius! Buat hiburan aja! Ambil sisi baik nya, buang sisi buruk nya, okey! 💙😽