Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nora mendorong pintu dan masuk ke dalam Apartemen Steven dan menemukan pemilik nya tertidur di atas kursi nya. Nora menoleh ke arah ponsel nya dan menemukan jam sudah menunjukkan waktu 00.30 Pagi.
Nora menarik nafas panjang kemudian berjalan ke arah meja belajar di samping pria itu dan meletakkan sekantung plastik di sana lalu menoleh ke arah Steven yang terlihat nyenyak.
Nora tersenyum kecil, lalu tanpa berniat untuk membangunkan pacar nya ia lebih memilih untuk melangkah ke arah pintu dan keluar.
Tepat setengah jam setelah kepergian Nora, Steven terbangun. Ia meringis menahan rasa pegal di seluruh tubuh nya dan tak sengaja menemukan sekantung plastik dengan kotak kecil di dalam nya.
Steven meraih nya dan membuka nya, di situ lah ia menemukan dua buah Cheers Burger yang masih terasa hangat. Steven yakin, gadis itu baru pergi.
Steven merasa bersalah, ia pikir gadis itu ingin menghabiskan malam bersama dengan membelikkan nya dua Cheers Burger.
Steven langsung meraih ponsel dan membuka nya untuk menelpon Nora namun saat itu terbuka, yang ia temukan adalah pesan dari Bella.
Steven menelan ludah nya kasar, jantung nya sedikit berdetak. Kenapa gadis itu malah mengirimkan nya pesan video padahal saat bekerja tadi saja mereka terasa sangat canggung.
Steven memejamkan mata nya sebentar menarik nafas panjang-panjang sebelum akhirnya siap menekan roomchat Bella di ponsel nya.
Saat itu juga Steven rasakan dunia nya berhenti.
Manik cokelat nya menangkap jelas dua remaja berjalan di lorong bar sambil berciuman dan masuk ke dalam satu kamar yang ada di sana. Nafas Steven naik turun. Video nya masih berjalan bahkan masih merekam dari celah kecil pintu.
Steven jelas tahu siapa mereka.
Dan ketika gadis itu membuka baju nya, saat itu juga Steven langsung mematikan nya.
Steven terdiam di tempat, dia tidak tahu harus apa. Namun yang jelas, ia mengenggam ponsel nya kuat-kuat seakan ingin meremukkan nya.
Bunyi bel masuk sudah terdengar lima menit yang lalu dan kini saat nya para guru masuk ke dalam kelas yang mereka ajar sesuai jadwal.
Jam pertama Steven di kelas Art 1. Yah, kelas pacar nya. Steven akan menganggap diri nya tak pernah melihat video itu, walau susah tapi ia akan coba.
"Morning." Sapa Steven seraya jalan menuju meja guru dan di sambut baik. Steven meraih meja dengan kedua tangan nya, "Ku rasa kalian sudah tahu, hanya tersisa beberapa minggu untuk ujian tengah semester kalian."
Seketika semua murid langsung mendengus dan mendesah sebal karena di ingatkan tentang hal itu.
Steven terkekeh geli, "Aku tidak bermaksud seperti itu. Bagaimana jika kalian mengerjakan soal halaman 102." Steven membuka buku milik nya lalu kembali menatap penghuni kelas, "Untuk jaminan nilai ujian kalian aman."