12 *BLACK HEART*

40 6 1
                                    

-
-


*D-1*

"Chagiya... kau sudah bangun? Aku membuatkan sarapan untuk kita. Segeralah mandi"

Jimin yang sudah menggunakam celemek hitam itu melempari senyuman pada Min Jee yang baru keluar kamar

"Maafkan aku, aku malah tertidur lagi"
Min Jee merapihkan rambutnya yang kusut

"Tak apa, kau lelah semalam" godanya

"Tch... aku mandi yaa"

Tak berespon banyak, Min Jee langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang lengket.

"Aku membuat pancake, kau suka pakai toping apa? Coklat? Buah?"

"Stroberi dan ice cream" pilihnya tanpa ragu

Jimin pun tersenyum, "baiklaah... tapi aku hanya punya rasa mint choco disini"

"Tak apa.. justru aku menyukainya"

"Jinjja? Ku kira kau akan mengataiku karna memakan pasta gigi" Jimin tertawa dengan jokes recehnya sendiri.

Namun Min Jee hanya terdiam, lelucon Jimin mengingatkannya pada Taehyung yang sangat membenci mint choco.

Ia menelan ludah pahitnya. Disaat bersama Jimin pun, ia masih teringat mantan kekasihnya itu.
"Kau benar-benar tak tau diri Min Jee ssi" gumamnya

"Mwo?" Tanya Jimin yang sedikit mendengar gumaman Min Jee

"Ah... aniya... aku hanya teringat sesuatu. Ayo makan" ucapnya mengalihkan.

Min Jee mengambil satu scoop ice cream ke piringnya

Jimin pun tersenyum
"Bukankah pancake ini akan menjadi aneh?"

"Tentu tidak, aku tetap akan menyukainya..." ucapnya sambil menambahkan potongan stroberi dan granola

"Biar ku coba"
Jimin menyendok pancake di piring Min Jee, matanya membesar setelahnya

"Mengejutkan...Ini enak"

Min Jee tersenyum bangga, seolah ialah pencipta makanan ini. Padahal Jimin lah yang memasak untuknya.

Setelah selesai makan, mereka hanya menikmati hari dengan menonton film bersama.
Jimin tak pernah melepaskan lengannya dari pundak Min Jee.
Meskipun sebenarnya ia cukup pegal, karna sudah hampir 3 jam lamanya Min Jee bersender padanya.

Tapi tetap saja, ia menyukai ini.
Apalagi, ia mudah memeluk dan mencium Min Jee dengan posisinya sekarang.

"Chagiya..."

"Hm??"

"Kisseu?"
Jimin menyodorkan pipinya

"Wae... kenapa kau manja seperti bocah sekarang? Huh?"
Min Jee mencium pipi kekasihnya itu karna gemas

Jimin pun mengeluarkan senyum kemenangannya.

"Aaahh.. aku ingin seperti ini terus seumur hidupku"

"Nado..."

"Em..chagiya.."

"Huh?"

"Ayo menikah!"
Ajak Jimin bersemangat hingga ia terbangun dari kursinya

"Mwoya?? Kenapa tiba-tiba??"

Bukannya tak suka, hanya saja ia terkejut dengan ajakan Jimin.
Seolah sedang menawarinya bermain-main. Pernikahan bukanlah hal yang mudah.

WHO ARE YOU MR.V SEASON 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang