chapter 3

4K 535 23
                                    

renjun menelusuri wilayah archernar dengan menggunakan pakaian khas rakyat, dia benar-benar akan melakukan rencananya.

brukk

bagai ucapan selamat datang dari archernar, renjun menabrak seseorang yang entah siapa. 'apa yang barusan aku tabrak, kenapa besar sekali'

"maafkan aku nyonya" orang tersebut turun dari kudanya membantu renjun untuk berdiri.

'pantas saja, aku menabrak seekor kuda, dan apa tadi? pria ini memanggil ku nyonya?'

"maaf tuan tapi aku seorang pria." renjun menatap lawan bicaranya, dia memperhatikan setiap inci pada tubuh orang tersebut.

pria tersebut menatap canggung renjun, menggaruk tengkuknya. "sekali lagi maafkan aku tuan."

"tidak masalah, lagi pula aku juga bersalah karena tidak melihat seekor kuda akan melintas."

"sepertinya aku baru melihat anda diwilayah ini, apakah anda penduduk baru?" tanyanya.

"iya, anda benar. aku baru tiba diwilayah ini."

"kalau begitu, sebagai tanda perminta maafan izinkan aku mengajak anda berkeliling wilayah archernar."

"apakah tidak keberatan tuan?"

"tentu saja tidak." pria tersebut meraih tali dikudanya, "akan lebih seru jika naik kuda bersama, bagaimana?"

"maafkan aku tuan, aku rasa kita tidak sedekat itu."

"ah kau benar juga, kalau begitu mari menjadi dekat." ia mengikatkan tali kudanya dipohon besar yang ada diantara mereka.

"kau akan meninggalkan kudamu disini tuan?"

"tentu saja, aku tidak mau perjalanan kita diganggu seekor kuda."

"tapi bagaimana jika ada yang mencurinya?"

"itu tidak akan terjadi, kau tenang saja." ia mengambil pedangnya dan menaruhnya disamping bajunya. "mari."

'dia sangat manis'

mereka berkeliling wilayah archernar cukup lama diselingi dengan lelucon pria asing disebelahnya, renjun akui archernar memang sangat luas dan indah tidak jauh berbeda dengan capella

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

mereka berkeliling wilayah archernar cukup lama diselingi dengan lelucon pria asing disebelahnya, renjun akui archernar memang sangat luas dan indah tidak jauh berbeda dengan capella.

"ah iya aku lupa menanyakan siapa namamu, tuan?" tanya renjun pada pemuda disampingnya ini.

"aku menunggu pertanyaan itu keluar dari mulutmu," pria tersebut tersenyum aneh menurut renjun "namaku jaemin, siapa namamu?"

renjun berfikir sejenak, tidak mungkin dia memberi tau namanya. "juno."

"sekarang apa tujuanmu disini?" tanya jaemin.

"aku belum tau."

"aku mendengar raja sedang mencari pengawal pribadi untuk pangeran kedua."

"benarkah? aku akan mencoba melakukan seleksi nanti. tapi bagaimana kau tau?"

"sebenarnya aku tinggal dekat istana jadi aku tau apa yang terjadi dalam istana itu."

tidak mau ambil pusing, renjun langsung mengiyakan ucapan jaemin.

"oh iya, untuk masalah tempat tinggal kau tidak usah khawatir, aku memiliki rumah disekitar sini ya walaupun belum jadi sepenuhnya tapi aku akan menyelesaikan hari ini agar kau bisa langsung tinggal disana."

"tidak usah tuan, aku merasa sangat merepot-mmph..." jaemin menutup mulut renjun menggunakan tangannya, "tidak sama sekali, kau tau ini kali pertamanya aku mendapat teman di luar sini jadi kau tidak boleh menolak tawaranku!"

renjun melepas tangan jaemin lalu menghirup udara dengan sedikit terburu-buru.

"aku juga akan mengajarimu berlatih pedang, memanah dan berkuda." jaemin tersenyum riang.

"benarkah? aku sangat beruntung karena menemui orang sepertimu tuan,"

"jaemin, panggil aku jaemin. sekarang kita berteman jadi lebih baik jangan berbicara formal pada teman bukan, juno?"

renjun mengangguk "iya, jaemin."

"aigoo, kau sangat lucu!"

tidak membutuhkan waktu lama, setelah jaemin menyelesaikan rumahnya karena rumah tersebut tidak terlalu besar dan menyerupai rumah-rumah yang ada disekitarnya, jaemin berpamitan pada renjun karena dia harus pulang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

tidak membutuhkan waktu lama, setelah jaemin menyelesaikan rumahnya karena rumah tersebut tidak terlalu besar dan menyerupai rumah-rumah yang ada disekitarnya, jaemin berpamitan pada renjun karena dia harus pulang.

renjun memutuskan untuk kembali mengelilingi pasar sebab ia ingin membeli makanan untuk mengisi perutnya, ia lupa membelinya saat bersama jaemin.

dengan langkah kecilnya, renjun memasuki area pasar yang cukup ramai daripada saat dia mengunjunginya tadi.

brakk

"aww sst" sepertinya hari ini bukan hari pria manis itu, dia menabrak sesuatu dua kali hari ini.

'apa yang barusan aku tabrak kenapa keras sekali, apa aku menabrak seekor kuda lagi?" ia mendongak dan mendapati seorang pemuda kekar berdiri dihadapannya, ia mencari dimana kuda yang barusan menabraknya.

"dimana kuda yang menabrakku?" tanyanya dengan tatapan polos.

"apa maksudmu? kau menabrakku tadi." ucap pria yang ada didepannya.

'jadi yang ku tabrak pria ini, kenapa tubuhnya keras sekali seperti kuda."

renjun tersenyum kaku, "ah begitu, maafkan aku tuan." ia menundukkan kepalanya.

"lain kali berjalanlah dengan hati-hati!" setelah mengucapkan itu, pria tersebut berjalan dengan angkuh.

"ck sombong sekali dia, salah sendiri memiliki tubuh yang besar hingga jalanku terhalang." renjun melanjutkan langkahnya dengan perasaan sedikit kesal.

to be continue...

I'm prince [NOREN] √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang