Maaf ya agak pendek, sebagai gantinya double up hari ini 🙏👍
Beberapa hari setelah Porsche dirawat, keadaannya mulai menunjukan kemajuan sedikit demi sedikit.
Rasa sakit pada luka jahitannya mulai berkurang, walaupun ia disarankan untuk istirahat saja namun Porsche menolaknya.
Tetapi sayangnya, hal itu tidak berlaku bagi sang pangeran mahkota karena ia terlihat murung dan pendiam, tidak seperti biasanya.
Saudara-saudaranya yang ingin bertegur sapa atau berbicara santai dengannya, malah tidak diperbolehkan.
Bahkan jika mereka ingin menyampaikan hal yang penting kepadanya, mereka harus membuat surat berisi informasi-informasi yang akan disampaikan, dan memberikannya kepada Porsche, "Surat lagi, surat lagi. Lama kelamaan gw jadi tukang pos, dah..."
Kinn seperti mengisolasikan diri dari dunia luar.
Ia terus-terusan didalam kamarnya. Padahal terkena penyakit menular pun tidak.
Jika mereka memberontak kepadanya, maka ia akan berubah menjadi anjing galak.
"Tuh orang kenapa sih?? Lagi PMS yah??" tanya seorang pangeran dengan memakai baju seragam putih elegannya, bernama Tankhun Teerapanyakun. "Marah-marah mulu, anjing. Masa gw cuma mau ngomong santai aja ngk boleh??.."
Kim Teerapanyakun hanya mengelus dada melihat kelakuan saudaranya itu.
Ia berusaha untuk menenangkan Tankhun, "Mungkin kakak lagi ada banyak pikiran. Mau gimana lagi?"
Bukan hanya itu saja, ayah kandungnya juga masuk dalam list korban Kinn. Walaupun ia adalah seorang raja, tapi ia tunduk kepada sang pangeran. "Nak, kamu kenapa? Sudah, cerita saja ama ayah..." katanya lembut.
"Nggak, ah. Males" jawab Kinn singkat, padat, dan jelas, namun menyakiti hati sang ayah.
Raja Korn hanya menghela nafas dan berusaha sabar menghadapi anaknya itu.
Lebih nahasnya lagi, para prajurit yang tidak berdosa dijadikan sebagai korban luapan emosinya.
Setiap kali mereka dipanggil, pasti mereka akan kena semprot dengan nadanya yang tinggi dan kata-kata yang menyakitkan.
Ia sepertinya tidak mau bertemu dengan bawahannya.
Pol dan Ken yang tidak berdaya itu, mengiyakan perintah sang pangeran.
Setelah mereka pergi, mereka gibahkan kejadian itu ke prajurit-prajurit lainnya,"Lu tau ngk sih? Kita ngk ada salah apa-apa, ngk pernah belok, dia malah marah-marah ngk jelas!" sahut pol.
Mereka semua yang mendengarkannya menjadi ikut marah karena mengalami hal yang sama. "NAH INI, masa tadi dia bilang muka w kek babi! Padahal w ngk ada salah apa-apa, lho!!" marah Ken.
"Lha gw yang anak pinter aja, selalu fokus nge-jaga sampai shift selesai, malah dikatain bego kemarin!! " marah Arm. "Gw berasa kek keset kaki bagi dia, padahal tidak ada salah apapun w ama dia.."
"Lu pikir lu doang, gw juga kali!!" marah Pete. "Dia aja ngeliat muka w kek ngeliat kotoran!!"
Namun sayangnya, kemarahan mereka sia-sia saja karena tidak ada yang berani menegur pangeran itu. .
Sudah pasti mereka akan digiling oleh sang pangeran jika berani menegurnya.
Tapi bagaikan didatangkan berkat oleh Tuhan ketika melihat Porsche lewat, mereka langsung menghampirinya dan meminta tolong kepadanya, "Porsche, lu kan baik. Terus prajurit paling dekat dengannya juga kan?" minta Pol.
"Iya Porsche, aduh tolongin kita dong.." mohon Ken.
Porsche yang melihat kelakuan mereka berempat hanya menghela nafas dan merasa agak risih.
Ia berpikir bahwa seharusnya ia tidak berjalan melintasi grup ini.
Porsche agak kelelahan karena habis menjaga gedung altar beserta isinya, namun sepertinya takdir berkata lain. "Lu pada mau apa lagi sih? Gw capek!" kesal Porsche.
"Porsche, ayolah.. Kumohon, tolonglah kita.." mohon sohibnya, Pete.
"Porsche, tolong nasehatin sang pangeran untuk jangan marah-marah ke kita.. Padahal kita tidak ada salah apa-apa ke dia, lho.." mohon Arm kepadanya.
Porsche sudah berkali-kali mendengar kabar seperti ini.
Tapi ia tidak pernah dipanggil ke kantor oleh Kinn hari-hari ini.
Ia berpikir bahwa ia telah melakukan pekerjaan yang terbaik, atau mungkin ia tidak masuk ke daftar korbannya.
"Kenapa nggak kalian saja yang nasehatin?" tanya Porsche dengan nada sebal dan tak acuh akan keadaan mereka. "Ya, lu taulah nanti kita diapain ama dia..." jawab Pete, "Orangnya serem gitu, dingin pula."
Pol mengganguk, "Bisa-bisa kita dicincang olehnya.."
"Nasehatin dia tuh serasa lu bunuh diri secara tidak langsung.." kata Ken. "Kita nggak berani berhadapan ama dia."
Arm mengganguk mendengarkan omongan mereka, "Nah iya tuh, tolongin kita, lha. Bukan cuma kita doang yang mengalamin hal ini"
Porsche menghela nafas. Ia kelelahan, sungguh. Tapi mau tidak mau, Porsche harus menuruti permohonan mereka demi menjaga ketentraman bersama.
Mendengar akan hal itu, mata mereka langsung berbinar. Porsche seperti penyelamat bagi mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Carry your Throne (KINNPORSCHE)
RomanceKisah cinta antara seorang pengawal bernama Porsche Kittasawasd dengan seorang pangeran bernama Kinn Teerapanyakun, yang dibumbui dengan konflik perebutan tahta dan saudara BXB MPREG KINGDOM AU yang homophobic tuh tombol back ada lol Cover: apochulo...