"ternyata memang benar dia seorang pangeran." pelan yangyang saat masuk kedalam istana mengikuti jaemin serta renjun, dia melihat banyak pelayan yang menunduk."siapa namamu disini? tadi aku mendengar pangeran jaemin menyebutmu juno?" bisik yangyang.
"aku memakai nama juno disini,
dan kau harus memanggilku juno jangan nama asliku, kau mengerti?" balas renjun dengan berbisik."kau tidak bisa memikirkan nama lain ya? nama juno terdengar sangat buruk!" yangyang melirik remeh kearah renjun, ingin sekali renjun memukul wajah songongnya itu.
"diam lah! kau banyak bicara."
langkah jaemin terhenti dengan reflek renjun dan yangyang pun ikut berhenti.
"kenapa berhenti, pangeran?" tanya renjun memastikan.
"kita sudah sampai."
renjun menatap sekitar, entah karena terlalu banyak berbisik dengan yangyang ia menjadi tidak sadar kalau sudah sampai dikediaman raja.
"pangeran jaemin memasuki kediaman raja." suara tanda dari para penjaga kediaman itu.
jaemin memasuki ruangan tersebut diikuti renjun dan yangyang yang setia menunduk, "salam, appa"
jaehyun menatap kearah putranya, ia merasa asing dengan dua orang yang dibelakangnya. memang pangeran jeno hanya memberi tau raja bahwa dia sudah memilih pengawalnya tetapi tidak memperkenalkannya secara langsung.
"apa ada sesuatu yang perlu kau katakan, pangeran?" ucap sang raja.
"ya appa, sebelumnya perkenalkan ini pengawal pribadi pangeran jeno, juno. aku tau kalian belum pernah bertemu sebelumnya." renjun membungkuk saat namanya disebut, dan sang raja hanya menganggukkan kepalanya.
"dan dia adalah orang terdekat juno, yangyang. bisakah dia menjadi salah satu prajurit disini? aku tau kita baru saja menambah prajurit dengan jumlah orang yang cukup banyak tapi aku mohon appa tambahlah satu lagi." ucap jaemin dengan menunjuk satu jarinya, dan tidak lupa ia juga memasang wajah memohon hingga mirip sekali dengan doyoung.
jaehyun menghela nafas, setiap melihat jaemin ia akan teringat pada istrinya itu, mana mungkin dia bisa menolaknya jika sudah begini. "baiklah, tapi dia akan diseleksi selama beberapa hari oleh kepala prajurit." final jaehyun.
jaemin menoleh kebelakang mencari jawaban, yangyang mengangguk. itu bukan masalah besar baginya, walaupun ia merupakan teman renjun sejak kecil, tetapi dia tetap mengikuti seleksi untuk menjadi pengawal sang pangeran.
"terimakasih atas kemurahan hati anda, yang mulia." setelah memberi hormat, mereka pergi keluar ruangan itu.
"terimakasih pangeran." ucap renjun.
"kenapa malah kau yang bilang terima kasih? seharusnya dia!" mata jaemin menunjuk kearah yangyang, yangyang menatap tajam balik kearah jaemin seolah berkata 'APA?'
renjun menyikut yangyang memintanya untuk berterima kasih pada sang pangeran, "makasih." yangyang menatap kesegala arah.
"apakah seperti itu caranya berterima kasih?" jaemin melipat kedua tangannya diatas dada.
yangyang memutar bola matanya malas, "terus gimana?"
"kau harus menatapku dan menjabat tanganku setelah itu ucapkan terimakasih sambil senyum semanis ini!" jaemin tersenyum dengan lebar.
"banyak mau ni pangeran."
yangyang menatap jaemin dan menjabat tangannya tidak lupa meremasnya dengan keras, "terima kasih pangeran jaemin yang ganteng, 'sekandang kuda' " ia tersenyum penuh terpaksa hingga membuat jaemin tertawa sedikit berlebihan, menjahili orang yang menyebalkan itu tidak terlalu buruk.

KAMU SEDANG MEMBACA
I'm prince [NOREN] √
Acakrenjun terpaksa menyamar menjadi seorang pengawal untuk membalaskan dendamnya warning! •bxb •missgendering •Harsh words •Violence •Blood •use lowercase disclaimer! - FIKSI! harap bijak untuk memilih bacaan. •noren •markhyuck •jaemyang (ada beberapa...