Porsche berjalan di lorong yang panjang, sambil melihat lukisan-lukisan para anggota keluarga kerajaan Korn yang lengkap.
Semuanya terlihat sangat gagah dan cantik rupawan, dengan pakai-pakaian yang berkelas nan mahal itu.
Mulai dari yang paling awal dan sekarang, semuanya tampil didalam lukisan tersebut.
Sudah terlihat bahwa darah biru mengalir didalam tubuh mereka.
Pasti masyarakat sangat mencintai keluarga ini.
Namun walaupun mereka sudah meninggal, entah itu karena faktor umur, orang lain, atau kalah dalam perang, nama mereka tetap terukir dengan terhormat dibatu nisannya.
Setelah ia sibuk mengagumi anggota kelaurga lainnya, mata Porsche kemudian beralih ke lukisan sang Pangeran.
Ya siapa lagi selagi Kinn Annakin Teerapanyakun?
Pakaiannya terlihat royal, dengan seragamnya yang berwarna merah dan jubahnya yang panjang hingga menyentuh lantai.
Fisiknya yang menawan, dan rambut gagaknya yang berwarna hitam legam.
Ia sambil memegang pedang sebagai simbol imagenya yang gagah perkasa.
Para wanita pasti akan tergila-gila dengannya.
Mau itu wanita berstatus kecil atau konglomerat dari kerajaan lain, mereka akan berlari mengejarnya dan berdoa agar kelak mereka bisa menikah dengannya nanti.
Atau laki-laki, entahlah siapa saja pokoknya.
"Tampan sekali kau. Walaupun ini hanyalah sebuah lukisan.." batinnya kagum.
Tanpa ia ketahui, Porsche sudah memandanginya dalam waktu yang lama.
Kinn seperti telah menghipnotisnya secara langsung.
Pete yang melihat Porsche disana segera membangunkannya dari mimpinya itu dengan menepuk punggungnya, "Hey, Porsche! Ayo nasehati dia, kami lelah menunggumu!" bujuknya dengan berbisik kepadanya, takut lorong ini bukanlah ruangan kedap suara.
Porsche mengela nafas karena Pete telah merusak momennya, "Yaudah, yaudah. Lu pada tunggu saja disini!"
Kemudian ia berjalan menuju ke pintu kamar sang pangeran.
Diketuklah pintunya dengan penuh kesopanan, sebagai bukti bahwa ia datang dengan damai.
"Wahai, pangeran Kinn.." sapanya, "Saya prajurit Porsche Kittasawasd, ingin menemui anda"
Namun setelah itu, keadaan menjadi lenggang sejenak. Tidak ada respon seperti tidak ada kehidupan didalamnya.
Tiba-tiba Porsche mendengar suara gedebuk dan gedubrak dari dalam.
Kinn seperti sedang tergesa-tergesa, atau ia habis melakukan sesuatu?
Porsche menjadi agak panik. Ia takut bahwa sang pangeran telah terjatuh didalam sana, "U-uhh, Pangeran?" tanyanya khawatir, "Kau tidak apa-apa?"
Sang pangeran merespon dengan nada yang agak tinggi dibalik pintu. Sepertinya ia sedang sibuk, "Oh ya, masuklah!"
Porsche agak terkejut bahwa sang pangeran memperlakukannya berbeda dari yang lainnya.
Ia menjadi bingung, "Lho, tumben dia lagi ramah. Kenapa yah?" batinnya
Akhirnya demi tidak memakan waktu, ia segera merubah raut wajahnya agar tidak terlihat dengan Kinn, dan segera masuk ke kamarnya.
Para prajurit yang bersembunyi dibalik tembok menjadi bingung juga.
Rupanya bukan hanya Porsche yang mendengar bunyi-bunyi tersebut, dan perintah sang pangeran, "Hey, kalian dengar itu?" tanya Ken
"Iya, kok dia respon biasa-biasa saja, yah dengan Porsche?" tanya Pete, "Biasanya dengan kita galak, kok dia lempeng dengan Porsche?"
"Yo ndak tau kok tanya saya" jawab Pol, "Mungkin karena Porsche sekretarisnya, makanya dia jadi seperti itu"
"Masa sih? Apa mungkin Sang Pangeran suka dengannya?" celoteh Arm.
Suasana diantara mereka menjadi sunyi. Tidak ada seorang pun yang mengatakan sepatah kata.
"Nggak tau dah.." jawab Pete memecah kesunyian. "Kita liat saja nanti.."

KAMU SEDANG MEMBACA
Carry your Throne (KINNPORSCHE)
RomansaKisah cinta antara seorang pengawal bernama Porsche Kittasawasd dengan seorang pangeran bernama Kinn Teerapanyakun, yang dibumbui dengan konflik perebutan tahta dan saudara BXB MPREG KINGDOM AU yang homophobic tuh tombol back ada lol Cover: apochulo...