Aku mau ngasih satu pertanyaan nih buat kalian.
Negara yang di juluki sebagai negara semut merah itu apa?
.........Kalau nggak tau gapapa, kalau tau jawab yah.
.........
Selamat membaca...
Happy reading 🌹
***
"Dumb!"suara tabrakan itu.
Mereka kira Kathrine tidak akan selamat,semuanya bernafas sedikit lega, begitu mengetahui jika Ravael berhasil menepikan Kathrine,tapi kabar buruknya Kathrine tetap saja terluka, tapi luka Ravael lebih besar dibanding kan Kathrine.
Jika Ravael terlambat mungkin 'Kathrine' hanya tertinggal nama.
Malam itu juga keduanya segera di larikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian.
Suasana tangisan,sedih,bahkan bersalah yang sekarang ini mulai menyapa mereka satu persatu.
Semuanya kini sudah berada di rumah sakit,mereka hanya diam,dan berekspresi lesu.
"Rin, Rav,bertahan gue yakin kalian kuat"batini vino penuh harapan.
"Lo harus lewati masa-masa ini Rin,Rav" charlisa turut membatini,merapalkan beberapa doa untuk Kathrine dan Ravael.
"Semoga mereka baik-baik aja"batini Afgan seterusnya.
"Gue berharap kalian akan kembali ke posisi semula"batini Azka kemudian.
"Kalian harus berjuang untuk menghadapi ini,Rin,Rav,"batini Bella.
Satu persatu dari mereka mulai membatini dengan penuh harapan dan doa.
Kreet pintu ruangan IGD terbuka, menampak kan sosok seorang dokter dan satu perawat di belakang nya,membuat semuanya berdiri.
"Dengan keluarga atas nama pasien Kathrine dan Ravael"kata dokter begitu menutup pintu ruang IGD.
"Saya temannya dok"ucap vino antusias.
"Apakah ada keluarga dari kedua pasien?"tanya dokter lagi memastikan.
"Maaf dok, keduanya tidak bisa hadir,jadi saya wakili saja"pungkas vino.
"Yasudah,begini kalau atas nama pasien Kathrine,luka nya tidak terlalu dalam,dan dia berhasil melewati masa kritis nya"tutur dokter membuat senyum mereka mengembang.
"Tapi..., kata-kata itu membuat senyum mereka kembali menciut. "Jika dengan pasien atas nama Ravael,luka nya sangat parah di bagian dada,kemungkinan besok ia akan di operasi,dan sekarang Ravael tengah mengalami masa koma"tutur dokter lagi menghembuskan nafasnya pelan.
Mendengar itu,semuanya tidak bisa berkata-kata,mereka syok bukan main, tanpa Ravael apa jadi nya geng Geuvats,ini akan kacau,di mana lagi mereka akan mencari paketu se pintar dan se bijaksana Ravael,tidak ada orang yang bisa menggantikan nya.
Kini semua anggota geng Geuvats telah hadir di rumah sakit tempat Ravael dan Kathrine di rawat,mereka ikut syok mendengar berita itu.
"Lakukan yang terbaik dok untuk mereka"pinta charlisa menahan air matanya,tapi sepertinya keduanya tidak bisa di ajak kompromi,sesaat kemudian ia terisak di dalam pelukan Afgan.
"Udah,mereka pasti akan baik-baik aja"Afgan berusaha menenangkan charlisa sambil mengelus rambutnya pelan, padahal dirinya juga tengah sedih.
"Bisa saya bicarakan perihal ini di ruangan saya bersama dengan kamu"pinta dokter kepada vino.

KAMU SEDANG MEMBACA
Betrayal is sweet ||On Going||
Teen Fiction‼️ Budayakan follow terlebih dulu sebelum membaca dan jangan lupa tinggalkan 🌟 di sana‼️ ___(be mine? 'BERAWAL DARI KEMATIAN MAMANYA... DAN PENEROR MISTERIUS?'..... "Heh kalau jalan liat-liat!"Kathrine bangkit dan menatap segerombolan cowok itu kes...