Bab 10: Debat

741 101 4
                                    

Ciee dobel up ni ye kwkwk


Porsche menutup pintu dengan lembut dan melihat-lihat sekitar kamarnya.

Ia agak terkejut melihat kamar sang pangeran sudah seperti kapal pecah, dengan kertas yang berserakan dilantai dan disekitar mejanya, "Benar apa yang kupikirkan, ia sedang sibuk.." batinnya.

Lalu ia berdiri disamping meja Kinn, persis seperti para prajurit lainnya.

Namun Kinn menolaknya, "Duduk saja, aku kasihan kau harus berdiri lama-lama hanya untuk memberikanku pesan" ibanya, walaupun matanya tetap tertuju pada dokumen-dokumen.

Awalnya Porsche menjadi lebih bingung dari biasanya. Ia merasakan bahwa ada yang tidak beres dengan perilaku Kinn terhadapnya.

Tapi ia berusaha untuk tenang dan tetap mengikuti perintahnya.

Maka ia duduk didepan Kinn. Porsche mulai mengatakan pesannya.

Namun sebelum itu, ia meminta maaf kepadanya karena ini bukanlah pesan penting yang berasal dari rakyat maupun Raja Korn, "Sebelumnya saya meminta maaf telah mengambil waktumu yang seharusnya kau pakai sekarang.." Porsche menundukan kepalanya.

Jantungnya berdegup kencang karena ia diserang oleh rasa takutnya.

Ia berpikir Kinn akan membentaknya atau apa nanti.

Tapi sama saja, apa yang dipikirkan Porsche semua hanyalah ekseptasi.

Sang pangeran beralih pandangannya ke Porsche dan berkata, " Tidak perlu meminta maaf kepadaku.

Aku tidak apa-apa jika kau mengambil waktuku."

Porsche terdiam seribu bahasa.

Namun dari dalam pikirannya, ja diggerogoti oleh pertanyaan tentang perilaku aneh Kinn kepadanya, "Apa-apaan ini?? Mengapa ia berubah menjadi seperti anjing golden retriever tiba-tiba??" batinnya, "Biasanya ia berubah menjadi seperti anjing pitbull ketika bersama orang lain."

Setelah itu, Porsche kembali memasang poker facenya, "Oh baiklah kalau begitu, pangeran.."

Sang pangeran tersenyum kecil kepadanya, "Apa yang ingin kau katakan kepadaku?"

Porsche menghela nafas. Ia segera mempersiapkan dirinya, sebab ketakutannya itu masih ada, "Begini pangeran, ada banyak prajurit dan anggota keluargamu yang kesal terhadapmu, bahwa kau selalu marah-marah kepada mereka tanpa sebab apapun.

Mereka semua sedang membicarakan tentang perilakumu hingga saat ini, dengan hati yang remuk dan dendam kepadamu."

Walaupun Porsche mengeluarkan kata-kata bejibun teesebut dengan memberanikan dirinya, hal itu membuat muka sang pangeran berubah.

Yang awalnya ia ceria menjadi masam.

Kinn terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata balik kepada Porsche.

Tapi matanya tetap mengunci kearahnya.

"Maka dari itu, jika sang pangeran sedang merasa tidak baik-baik saja. Kau bisa menyalurkan semua kesedihan atau rasa tidak enakmu kepadaku.

Aku akan membawa pesannya ke sang raja agar ia bisa mengerti tentang keadaanmu-"

"Cukup!" Porsche menjadi kaget. Belum saja ia selesai berbicara, sang pangeran malah memotongnya.

Sialan, sepertinya ekspetasi Porsche kali ini mendukung realita, "Shit, mulai.." batin Porsche takut.

"Jika aku mengatakan sejujurnya kepada mereka, mereka tidak akan mengerti tentangku."

"Tidak mengerti apa? Jika kau ingin mengatakannya kepadaku, itu tidaklah salah ngomong-ngomong"

Kinn termenung. Ia menatap ke mejanya yang penuh akan dokumen-dokumen, dan surat-surat yang berserakan seperti sampah.

Carry your Throne (KINNPORSCHE) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang