chapter 12

2.9K 445 34
                                    

"hamba berada disana saat pangeran renjun mengumumkan rumor itu."

prankk

brak

"sial, mereka mencoba menipuku!" geram raja, "dimana dia sekarang? aku harus membunuhnya secepat mungkin!"

"hamba tidak tau yang mulia, pangeran renjun pergi keluar istana bersama pengawalnya."

"cari mereka keseluruh negeri!"

"baik, yang mulia."

"akan sulit mengalahkan archernar sendirian pangeran, bahkan para pangeran disini sangat hebat dalam berperang kita tidak tau kemampuan raja mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"akan sulit mengalahkan archernar sendirian pangeran, bahkan para pangeran disini sangat hebat dalam berperang kita tidak tau kemampuan raja mereka." yangyang dan renjun
berada ditepi danau luar istana karena tempat itu jarang dikunjungi orang.

"kau benar sulit untuk menjadikan mereka pihak kita. bahkan setelah mengetahui kebusukan raja, selir doyoung tetap memihaknya."

mereka menatap kearah danau, sesekali melempari dengan batu kecil. "tapi aku tidak akan menyerah, aku sudah melangkah jauh."

"apapun keputusanmu aku akan selalu berada disamping, pangeran."

"ayo kembali." renjun berdiri lalu merangkul yangyang, yangyang sendiri dia sudah menjadi anggota prajurit kerajaan.

setelah tiba di istana, mereka dibuat bingung karena para pelayan berlarian.

"apa yang terjadi?" renjun bertanya pada salah satu pelayan yang hendak melintasinya.

"yang mulia selir doyoung keracunan." renjun mematung mencoba mencerna situasi, hingga suara jeno menyadarkannya.

"TUTUP SEMUA JALAN KELUAR ISTANA, PASTIKAN TIDAK ADA YANG KELUAR!" jeno terlihat berkali-kali lipat lebih menyeramkan dari biasanya.

"kau lihatlah yang mulia selir doyoung, aku akan menemui pangeran jeno." pinta renjun pada yangyang, yangyang mengangguk dan segera berjalan menuju kediaman sang selir.

renjun mengejar jeno mungkin ia ingin mencari sendiri seseorang yang meracuni ibunya, "pangeran jeno." panggil renjun namun tidak membuat jeno menghentikan langkahnya.

dengan langkah sedikit cepat renjun berhasil meraih tangan jeno dan membuatnya berhenti, "biar aku yang mencari pelakunya, kau pergilah menemui ibumu." renjun bisa melihat kesedihan didalam mata jeno walaupun aura yang ditunjukan pangeran itu adalah aura kemarahan.

jeno menatap renjun sejenak, "segera beritahu aku saat kau menemukannya." renjun mengangguk dan segera melanjutkan langkahnya.

ia menyusuri bagian istana yang cukup sepi, langkahnya terhenti saat mendengar suara.

ada dua orang dari pakaian yang mereka kenakan salah satu dari mereka sepertinya orang penting diistana dan satunya lagi adalah seorang pelayan.

orang yang berpakaian lebih mewah itu memberikan koin dengan jumlah yang cukup banyak, "pergilah sebelum ada yang melihatmu." pelayan itu pergi lewat pintu yang sudah rusak.

renjun segera bergegas saat melihat kedua orang itu saling menjauh, ia harus menangkap pelayan itu terlebih dahulu.

renjun memasuki hutan ia sempat melihat pelayan itu memasuki hutan, renjun berhasil menodongkan pedang sehingga pelayan itu terhenti dia melihat kearah renjun dengan pandangan takut.

"kau yang memberi racun yang mulia selir doyoung." renjun menekan setiap kalimatnya.

"maafkan aku tuan, aku terpaksa melakukannya." pelayan tersebut menyatukan kedua tangannya meminta ampunan.

"aku tidak berhak memaafkanmu, ikutlah denganku keistana."

pelayan itu menarik kaki renjun, "tidak tuan, jangan lakukan itu! aku tidak mau mati."

"biar raja yang putuskan." renjun membawa pelayan tersebut menuju istana.

keadaan istana semakin ricuh saat doyoung menghembuskan nafas terakhirnya, mereka melakukan upacara pemakaman untuk sang selir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

keadaan istana semakin ricuh saat doyoung menghembuskan nafas terakhirnya, mereka melakukan upacara pemakaman untuk sang selir.

jaemin yang biasanya ceria kini menatap peti yang berisi doyoung dengan sendu, dia bersumpah akan
membunuh orang yang terlibat dalam kematian ibunya begitupun dengan jeno.

setelah pemakaman selesai, seluruh anggota kerajaan pergi ketempat eksekusi untuk memberi hukuman pada pelayan itu.

pangeran jeno dan jaemin diberikan hak untuk memberi hukuman pada pelayan itu, mereka mendesak pelayan agar mengaku siapa yang sudah menyuruhnya karena mereka yakin para pelayan tidak akan berani meracuni anggota kerajaan jika tidak ada yang menyuruhnya.

tetapi pelayan tersebut tetap tutup mulut dan itu membuat kedua pangeran tersebut semakin dibuat marah.

"beraninya kau meracuni ibuku dengan tangan kotormu itu!" dengan geram jaemin mengangkat pedangnya dan memenggal kepala sang pelayan hingga membuat orang yang menyaksikannya menjerit hebat, jaemin meninggalkan tempat itu.

"buang dia dihutan, pastikan binatang buas memakannya!" jeno memerintahkan prajurit yang ada disekelilingnya.

"jika aku menemukan orang yang bersekutu dengan pelayan itu entah dia dari keluarga kerajaan atau bangsawan sekalipun aku akan membunuhnya lebih dari jaemin membunuh pelayan itu!"

renjun yang masih berada disana memperhatikan seorang pria yang sedang berdiri disamping raja, "apa pria itu orang kepercayaan raja? tapi kenapa dia melakukan ini?" renjun ingin memberitahu pangeran jeno tentang pria itu namun ia urungkan kembali niatnya, ia akan menyelidiki pria itu sendiri.

"maafkan aku, tapi aku tidak akan membiarkan ada orang yang menghalangi niatku!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"maafkan aku, tapi aku tidak akan membiarkan ada orang yang menghalangi niatku!"

to be continue...

I'm prince [NOREN] √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang