Bab 11: Kejutan

741 83 9
                                    

Semua makanan berporsi besar yang pastinya tidak akan habis oleh mereka, dikumpulkan disebuah meja yang panjang dan ditata dengan rapi.

Entah apa yang akan terjadi dengan nasib ayam kalkun besar nan empuk yang baru berasap itu, dengan dikelilingi oleh sayur-mayur disekitarnya.

Bukan hanya itu. Bagaimana nasib aneka makanan seafood, dengan lobster merah yang paling menonjol dari lainnya?

Makanan dessert seperti kue yang Porsche bahkan belum pernah lihat sebelumnya, juga dua tipe minuman, yaitu yang dingin dan hangat?

Mungkin yang tersisa akan disimpan? Dimakan oleh pekerja-pekerja istana? Atau yang lebih nahasnya lagi, berakhir ditong sampah sambil menunggu para pemulung untuk memakannya?

Sudahlah, yang penting anggota keluarga kerajaan makan sepuasnya.

Mereka membiarkan para prajurit yang sudah ngiler itu merasa sengsara karen lapar, nanti mereka akan mendapat gilirannya.

Raja Korn seperti biasa seperti memimpin perjamuan makan. Ia duduk dipaling depan.

Sedangkan Putra-Putranya duduk disekitar mejanya.

Sang raja memulai perbincangan kepada Pangeran Kinn, "Nak, kamu sudah tahu, kan? kalau kamu akan menjadi penerus ayah disinggasana nanti?" tanyanya sambil fokus memotong kalkun.

Kinn yang sedang mengunyah makanannya mengganguk, "Emang kenapa?" walaupun makanan dimulutnya belum habis.

Sang raja yang melihat kelakuan sang pangeran yang diluar ahlak itu menjadi sebal.

Raja Korn adalah raja yang tegas, adil, dan bijaksana.

Walaupun ia terkadang suka kalah dalam perdebatan dengan Kinn, tapi ia tetap mengoreksi anaknya, "Baiklah, bapak akan mengadakan pesta dansa nanti. Siapa tau kamu mendapatkan pasangan dari negeri sebelah"

Kinn yang sedang asik minum menjadi terkejut setelah mendengar omongannya.

Oleh karena itu, ia sampai menyemburkan airnya yang belum keteguk itu ke arah baju Thankun dengan tidak sengaja.

Melihat akan hal itu, Tankhun menjadi marah dan menunjuk-nujuk sang pelaku, "HOI, APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN BAJU CANTIKKU?!" teriaknya.

Pangeran Kinn merasa bersalah ketika ia menyadari akan hal itu. Ia segera memasang muka maaf-nya.

Kim yang terjebak dalam keadaan chaos ini menjadi malu.

Bahkan para prajurit-prajurit yang menjaga mereka berbisik satu sama lain sambil menahan tawa.

Kemudian, Kinn beralih ke bapaknya, "Maksud bapak?!" tanyanya

Sang raja mengganguk dengan santai, "Iya, bapak mau kamu mendapatkan pasangan untuk penerus kerajaan  selanjutnya nanti."

Dengan entengnya sang raja berucap, Porsche yang sedang menjaga diruangan mereka berubah menjadi sedih.

Hatinya menjadi retak setelah mendengar akan hal itu, begitu juga harapannya menjadi kandas.

Kinn memasang muka kesal dengan ayahnya,"Tidak!" ia menolaknya dengan tegas dan kasar, "Saya sudah ada yang punya!"

Semua orang yang berada diruangan itu, termasuk Raja Korn menjadi terkejut sejadi-jadinya, "Hah? Siapa emangnya, nak?" tanyanya penasaran, "Kok kamu tidak bilang ke bapak?"

Tankhun yang juga merasa terkhianati oleh saudaranya itu ikut bertanya, "Lha iya, kok lu ngk bilang-bilang ke kita?!"

Sedangkan Kim? Dia sudah tahu akan gerak-gerik saudaranya yang aneh itu. Ia bisa melihat bahwa perilaku sang pangeran manhkota seperti seorang perempuan yang sedang dimabuk cinta.

Namun, siapa orang yang Kinn sukai masih ia selidiki diam-diam,"Untuk apa saya bertanya jika saya sudah tahu dengan kelakuanmu itu?" batinnya sambil menyilangkan kaki dan kedua lengannya.

Sayang, hati Porsche yang mendengar akan kejujuran Kinn menjadi semakin retak, retak, dan retak, hingga akhirnya pecah berkeping-keping.

Tapi disisi lainnya, Porsche juga penasaran dengan siapa orang yang Kinn dekati sekarang.

Sang pangeran yang menyadari bahwa perilakunya sudah kelewat batas, langsung berusaha menenangkan dirinya.

Ia menghela nafas dan kembali memberikan klarifikasi, "Iya, saya sudah suka dengan orang lain atas kemauan saya! Jadi kalau bapak mau jodohkan aku dengan rakyat biasa atau kaum konglomerat, aku tetep kukuh untuk nolak!"

Suasana menjadi hening. Raja Korn termasuk yang lainnya terdiam seribu bahasa.

Bukannya Korn menjadi marah dengan anaknya, ia malah tersenyum.

Namun dibalik senyum yang hangatnya itu, ia membatin," Haduh, ekspetasiku hancur dah.." Korn berusaha untuk tetap tenang," Yaudah, kalau begitu bapak akan mengubah tujuannya menjadi sosialiasi saja. Kenalan-kenalan kamu, yah? Ngobrol sama yang lain."

Kalau hal itu, Kinn mengganguk. Menurutnya itu sudah biasa.

Melihat akan hal itu, sang raja langsung memanggil pengawal favoritnya, siapa lagi selain Chan?

" Chan! " tanpa ba-bi-bu, Chan langsung berjalan cepat dan menunduk hormat," Iya raja, ada apa? "

"Tolong kamu ubah tujuan undangan untuk pesta nanti menjadi sosialisasi kenalan-kenalan saja, yah." jawab sang Raja.

"Baik, tuan!" setelah itu, Chan langsung pergi untuk menginformasikannya kepada para pekerja yang ikut membuat surat undangan

Namun apa yang Kinn harapkan, semua itu menjadi runtuh ketika ia mendengar ajakan ayahnya, "Oh iya, kita ajak si Vegas ama Macau yah ke pesta?"

Anak-anaknya beserta prajurit lainnya yang berjaga disana, berubah menjadi ngambek.

Korn adalah ayah yang peka, jadi ia tahu dengan perasaan orang-orangnya, "Iya, saya tahu mereka itu agak problematic. Tapi ini kan kebersamaan.. Lumayanlah bisa menyembuhkan masalah lalu saya dengan mereka."

Mereka mengganguk-angguk saja tanpa sepenuh hati, "Bangke, ama si vegas kampret dah.." Batin Tankhun.

Kinn menghela nafas. Ia masih tidak bisa menerima informasi ini.

Lagipula, pangeran Vegas mempunyai riwayat buruk dengan Pangeran Kinn, "Semoga saja nanti tidak akan pertengkaran lagi dengannya..." batinnya.

Kinn mengepalkan tangannya. Ia sudah bersiap untuk meninju Vegas jika ia macam-macam dipesta nanti.

Tanpa ada cara lain, Kim harus menelan bulat-bulat informasi itu walaupun ia tidak mau.

Maka dari itu, ia berusaha untuk berpikir positif bahwa pesta akan baik-baik saja.

Bagaimana dengan Porsche? Aish, dia sudah pasti masih meratapi kesedihannya itu dari dalam lubuk hatinya.

Ia berpikir cintanya ditolak secara tidak langsung oleh perkataan Kinn tadi.

Tapi rasa penasarannya masih ada hingga saat ini, "Gw tau ini agak menyakitkan, tapi siapa orang ia sukai sekarang?" batinnya.

Carry your Throne (KINNPORSCHE) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang