2. Masak

4 0 0
                                    

Pagi-pagi Dafira bangun lebih cepat dari biasanya, ia sibuk di dapur membuat nasi goreng. Tadi sempat Bi Inun—pembantu rumahnya menawarkan agar ia saja yang buatnya, namun Dafira tolak. Katanya ia bisa membuatnya sendiri.

Angin dari mana tiba-tiba gadis itu menjadi rajin. Sebelumnya Bi Inun lah yang mengerjakan dalam urusan dapur.

Nasi goreng buatan Dafira sudah jadi, entah apa rasanya, ia jarang sekali memasak.

"Non, untuk siapa nasi gorengnya, sepertinya spesial banget nasi gorengnya dihias-hias gitu."

"Ya gitu deh, Bi. Semoga makanan enak ya, huhu."

"Gimana sih, Non. Emangnya gak dicobain dulu?". Dafira menggelangkan kepalanya tidak tahu. Ia hanya mengikuti resep di YouTube yang ia cari tadi malam.

"Nanti kalo Kak Jeff datang suruh sarapan dulu ya, Bi. Aku mau mandi dulu," ujarnya ketika ia sudah menyelesaikan menaruh nasi goreng kedua piring.

Saat ingin berbalik Dafira memutar badannya lagi. "Bibi juga makan ya nasi goreng buatan Dafira, masih ada sisanya dikuali hehe.."

"Belum Dafira pindahin, ambil sendiri ya Bibi," ujarnya lalu melenggang pergi.

***

"Non Dafira lagi siap-siap, Den. Masuk dulu, Non Dafira tadi bikin sarapan buat Den Jeff."
Lelaki itu mengangguk lalu melangkahkan kakinya masuk menuju meja makan.

"Tumben Fira masak," gumamnya.

Dari arah tangga Dafira berlari kecil melihat Jeffray duduk dimeja makan. "Kak Jeffray, selamat pagi." Gadis itu mengucapkan dengan penuh semangat.

"Tumben banget lo masak," saut Jeffray.

"Pengen aja. Aku buatin spesial buat kak Jeff."

"Aneh banget, gak pernah masak juga."

"Ih pernah tau, ya walaupun jarang banget nget-nget-nget."

"Enak gak nih?" Tanya Jeff.

"Enak dong pasti, udah aku pelajarin kok sebelumnya."

"Lo kan gak pernah—"

"Pernah kak, walau udah lama banget gak tau juga dulu pernah masak apa,"

"Dicobain dulu," pintanya.
Jeffray memasukkan satu suapan, rasanya... "Not bad." Mendengar review dari Jeffray, gadis itu sedikit senang. Setidaknya hasil masakkan ya tidak terlalu buruk. Yang artinya masih bisa—dimakan.

"Lo gak marah?"

"Marah kenapa?" Sautnya.

"Ya.. Gue gak puji masakkan lo."

"Kan tadi termasuk pujian."

"Tapi tadi gue gak puji masakkan lo." Raut wajah Dafira seketika berubah.

"Ngeselin banget kak."

"Ya gue ngeselin." Tidak ada perlawanan, Jeffray langsung menamatkan perdebatan yang baru saja dimulai.

Dafira mengerutkan keningnya, "Dih si paling mengalah."

"Nanti gue ladenin nangis lagi lo."

"Kan ngeselin banget", ucap Dafira.






Pendek banget part ini, sorry

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 18, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Gone || JaehyunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang