✂ - - - dihapus sebagian
TW: Perselingkuhan, contains sexual activities, 21+, harsh words, sad and lonely girl, please read it wisely
***
Tatap mata itu menjerat, lekat dan mengikis akal sehat. Sorotnya membuat jantung berdebar lebih cepat, berhasra...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keesokan harinya, Dilla baru saja kelar meeting dan kembali ke mejanya saat ia tiba-tiba menemukan es kopi susu dengan kemasan gelas plastik seperti kopi susu kekinian di atas mejanya.
Ia bisa melihat brand yang tertera di atas plastik penutupnya. Brand itu adalah brand kopi susu yang gerainya ada di taman gedung di lantai dasar.
Dahinya masih berkerut, bingung dan mencoba menerka siapa yang menaruh kopi susu itu di sana. Tangannya mengambil post-it kecil yang tertempel di gelasnya, kemudian senyumnya mengembang saat mengetahui pelakunya.
"Lunas, ya, utang gue ;)"
Laki-laki itu menempelkan struk pembeliannya sebagai bukti harga segelas kopi susu itu tidak kurang dari jumlah hutangnya.
Dilla langsung duduk di mejanya untuk kemudian membuka laptop yang sedaritadi ada di pelukannya. Ia mencari nama Abil di aplikasi Slacknya untuk mengucapkan terima kasih.
Ardilla Rasyathank you kopinya Ardilla Rasya tp harganya 40rb Ardilla Rasya gue jd ngutang ke lo balik 10rb
Ketiknya dengan senyum lebar menahan geli. Kenapa hutang-piutangnya jadi bolak-balik begini?
Sabila Mauza halah repot lo
Ardilla Rasya gue trf ya 10rb wkwk
Sabila Mauza ampun dah Sabila Mauza traktir gue chiki aja
Ardilla Rasya wkwk Ardilla Rasya boleh ugha Ardilla Rasya mau rasa apa
Sabila Mauza family mart aja apa skrg?
Dilla terdiam sebentar. Mendadak debar di balik dadanya berubah gaduh. Rasanya ada yang tak tepat, tapi Dilla merasa tak ingin acuh. Ia tak dapat—atau tak ingin—memberi nama apa yang ia sedang rasakan. Apapun itu, rasanya Dilla ingin memilih untuk tak mempedulikan.
Ardilla Rasyayuk
Sabila Mauza gue tunggu dpn lift
Dilla kembali berusaha keras menahan senyum tapi tetap saja lengkungan itu mengembang lebar.
Ardilla Rasya oke
***
"Yah, kelebihan 2.200 perak belanjaan gue." Ujar Abil sambil menahan senyum simpul yang langsung Dilla sambut dengan pelototan tak habis pikir.