Selamat Membaca Kisah
Perjalanan MerekaNow Playing : Juicy Luicy - Di Balik Layar
***
Bab 25 | Di Balik Tabir
Semua serba terbalik ada berbagai peristiwa yang terjadi di luar sana
***
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba setelah 4 bulan menjalani, bulan ke-10 di tahun ke 12 akan menjadi hari yang bersejarah bagi Iqbal pasalnya ia melewati beberapa karantina pembelajaran dan fase pengenalan diri, dan inilah waktu yang di nanti-nanti oleh semua orang.
Jadi setelah menempuh waktu yang cukup lama panggung yang di tunggu-tunggu Iqbal akhirnya datang juga dan sekarang mereka bersedia untuk memberikan yang terbaik dan tidak lupa berdoa untuk mendapatkan hasil yang baik juga. Malam ini Iqbal, Daniel, Fauzan dan Salim berada di ruang wordobe mempersiapkan baju yang akan mereka kenakan setelah di make up agar terlihat tampan.
"Gak nyangka ya kita bisa sampai tahap sini," salut Fauzan yang tidak menyangka.
"Bukan lo aja Zan kita semua juga, benarkan? Bal?" Sahut Salim.
"Iya. Gue juga benar-benar gak nyangka, dan kebahagiaan gue sempurna banget," ujar Iqbal.
Apalagi di tambah dengan hubungan serta kedatangan Abang gue.
Iqbal melamun memikirkan abangnya. Ia benar-benar rindu, sangatlah rindu. Pasalnya semenjak kejadian kemarin ia benar-benar menjauh dari Wahyu, biasanya ia dengan sang Abang kalau sedang dalam adegan marah-marahan akan berbaikan dengan sendirinya. Tapi sekarang ia benar-benar menjauh bukan hanya jarak melainkan hubungan saudara mereka.
Mungkin sekarang ia terlalu malu untuk mengungkapkan semuanya namun nanti ia akan mengungkapkan setelah acara ini selesai.
"Bal! Ayo!" ajak Salim.
Iqbal langsung mengikuti Salim untuk saja pikiran tidak menjalar kemana-mana jadi ia langsung mengikuti apa yang ia tangkap barusan.
***
Wahyu sebenarnya tahu hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Iqbal, dan ia berharap dirinya bisa menyaksikan semuanya itu, namun apa daya. Keadaan membuat ia seperti ini ternyata penyakit nya ini makin lama makin menyiksanya padahal dalam hati ia berusaha kuat agar bisa tetap hidup, pokoknya ia harus hidup sebelum ajal menjemput nya yang membuat penyesalan tidak dapat di maafkan yaitu berbaikan dengan sangat adik.
Keadaan di rumah sakit sekarang sepi. Keadaan Farid dan Bang Yedam tidak ada disini jadinya ia hanya bisa berdiam diri tidak melakukan apa-apa.
"Aduh pada kemana nih?" keluh Wahyu.
Percuma ia mengeluh, tidak ada yang menyahut. Hingga akhirnya Wahyu ingat bahwa acara adiknya jam sekarang untung saja di bisa di siarkan secara langsung di tv dan live streaming. Karena tidak memungkinkan nonton tv lebih baik ia melakukan live streaming.
Akhirnya ia menyaksikan itu dan terlihat acaranya sedang di mulai, lalu di buka dengan acara menampilkan seluruh peserta dan disana Wahyu heboh sendiri melihat adiknya memakai baju kemeja dengan corak adat Sunda warna coklat susu.
Apalagi pada saat sang host memberikan pertanyaan kepada Iqbal yang membuat Wahyu terkekeh sendirian. Setelah bincang-bincang hangat mereka akan lanjut dengan sedikit fashion show dan juga ada beberapa bintang tamu memeriahkan acara ini karena setelah ini akan di umumkan yang masuk babak 10 besar.

KAMU SEDANG MEMBACA
BBS [5] Wahyu Iqbal ✓
Novela Juvenil"Ketika kita berjalan ke arah yang sama namun berakhir dengan jalan yang berbeda" *** Wahyu Lutfhi dan Iqbal Lutfhi adalah kakak-beradik yang terpaut usia beda satu tahun. Di kala mereka menginjak usia remaja, Wahyu lulus dari bangku menengah kejuru...