02 - Kedatangan (1)

70 7 0
                                    

─ ─ ⛦ ─ ─

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

─ ─ ⛦ ─ ─

[ Nanda POV ]

Hari pertama aku mengumumkan bahwa kosanku sudah resmi dibuka dan sudah dapat ditinggali. Ekspetasiku agak terpatahkan, aku memiliki target untuk mendapatkan setidaknya tiga ruangan yang terisi, namun nyatanya hanya satu. Pada hari ini tidak terlalu banyak orang yang datang, bukan tidak banyak lagi sih malahan cuma satu orang. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Yudhis.

Sejujurnya aku agak kecewa karena hari pertama ini tak berjalan seperti rancanganku. Aku bercerita pada mama dan jiwa keibuan dari mama langsung keluar pada saat itu. Dia menasihatiku dengan senyuman manisnya untuk tetap percaya bahwa semua akan terjadi bila ada usaha dan doa, jadi dia memintaku untuk tetap sabar hingga roda waktu berputar. Saran dari mama membuat senyum dan kepercayaan diriku melonjak, aku memeluknya erat untuk meluapkan rasa terima kasihku. Tiba - tiba handphone ku berdering, nomer yang tidak dikenal meneleponku. Aku memutuskan untuk mengangkat telepon asing tersebut, dan dari seberang sana terdengar suara "Mas, Masih ada ruangan kosong gak di kosannya?"

Pada hari kedua datanglah dua orang lagi, nama mereka adalah Yehan, dan Raihan. Nama mereka kebetulan sama - sama diakhiri oleh kata han dan aku rasa itu cukup keren. Mereka berdua memutuskan untuk menyewa ruangan yang berdekatan dan aku hanya bisa tersenyum tipis sembari menuruti kemauan mereka. Targetku untuk hari pertama terpenuhi sekarang, sudah ada 3 ruangan yang terisi dan aku rasa itu cukup memuaskan walau waktunya tidak sesuai target.

Sebulan berlalu, akhirnya semua ruangan dari kosanku penuh. Penghuni kosan silih berganti. Sejujurnya aku selalu merasa malu saat ingin menagih uang bulanan ataupun menerima orang yang ingin menyewa ruangan di kosanku, tapi aku berhasil menutupi semua perasaan malu dan gengsiku dengan memasang wajah datar andalanku. Banyak dari penghuni kosan yang kadang mengiraku judes, bahkan ada yang sampai takut melihatku. Tapi bagus, orang yang takut padaku itu jadi tidak berani menunggak uang bulanannya.

─ ─ ⛦ ─ ─

Suatu pagi seorang penghuni kosanku memutuskan untuk minggat karena ya dia sudah tidak perlu untuk ngekos. Dia sekarang sudah lulus dan sudah siap berkemas, sebelum dia pergi dia mengampiri rumahku untuk mengucapkan terima kasih untuk pelayanan yang terbilang memuaskan dari kosanku. Akupun membalas perkataannya sambil tersenyum lebar, aku juga berterima kasih atas kebersediannya menghuni salah satu kamar kosanku. Akhirnya aku kembali masuk ke dalam rumah setelah berpamitan dengannya dan langsung mempromosikan kamar kosong yang ada di semua platform media sosial yang aku miliki.

Siang harinya, ada ketukan yang berasal dari pintu rumahku. Mama yang membukakan pintu itu dan langsung memanggil namaku. Aku keluar dan mendapati seorang pria asing dengan penampilan yang sangat berantakan. Sendalnya berbeda yang kanan dan yang lainnya, kopernya kelihatan berantakan dengan baju yang tampak keluar dari tempatnya, bahkan dia menggendong botol minum berpola monyet.

Penapilannya itu membuatku terkekeh geli di dalam hati, aku bertanya apa keperluannya dan dia menjawab "Ruang kosong kosannya masih ada? Saya lihat di Twitter ada ruang kosong dan langsung berlalu kesini."

Dan sekarang ruang kosong itu sudah ditinggali olehnya. Namanya Aksa, sosok yang akan selalu ku ingat karena penampilan pertama saat aku bertemu dengannya.

─ ─ ⛦ ─ ─

Berbulan-bulan setelah kejadian itu, aku mengusir 3 orang dari kosan karena mereka sudah menunggak hampir setengah tahun dan tidak pernah merespon saat aku menelepon maupun mendatangi ruangan mereka untuk menagih uang bulanan. Sebenarnya, mama yang memintaku mengusir mereka. Mama bilang kalau orang yang seperti itu terus dibiarkan maka kita tidak mungkin maju. Seiring kepergian mereka, ada satu penghuni kosan yang tampaknya sudah mendapatkan tempat baru untuk ditinggali sehingga dia berpamitan denganku dan meninggalkan ruangan itu kosong. Ada 4 ruangan yang kosong sekarang, tapi aku jamin tidak akan kosong lama.

───────────────
#NAN × ⌗𝐀𝐬𝐮𝐩𝐚𝐧𝐍𝐚𝐬𝐢

Griya Bintang  |  On Going Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang