renjun terpaksa menyamar menjadi seorang pengawal untuk membalaskan dendamnya
warning!
•bxb
•missgendering
•Harsh words
•Violence
•Blood
•use lowercase
disclaimer!
- FIKSI! harap bijak untuk memilih bacaan.
•noren
•markhyuck
•jaemyang
(ada beberapa...
semua orang berkumpul di aula kerajaan dengan perintah raja, mereka mulai berbisik apa yang membuat raja mengumpulkan semua orang.
"aku memutuskan untuk menurunkan tahta ratu taeyong dan mengasingkannya!" suara bisikan para warga kerajaan semakin riuh. "dan pangeran mark bukan lagi putra mahkota archernar!"
bukan hanya warga istana saja yang dibuat kaget, begitupun dengan ketiga pangeran yang berdiri paling depan dihadapan raja, pangeran mark melangkah menuju barisan tengah pertanda bahwa ia ingin bicara. "kenapa yang mulia menurunkan tahta ibunda tanpa menyebutkan apa alasannya? aku tidak masalah jika yang mulia menurunkan tahtaku tapi menurunkan tahta seorang ratu tanpa alasan sekaligus mengasingkannya itu sangat tidak adil!"
jaehyun menatap remeh anaknya, "aku seorang raja aku bebas melakukan apapun, jika kau keberatan kau bisa ikut bersama ibundamu itu."
"kau raja yang sangat egois, serakah!" mark menatap tajam kearah jaehyun, sudah tidak ada lagi rasa bangganya pada sang raja hanya rasa kecewa dan rasa benci yang kian membesar.
taeyong yang mendengarnya hanya terdiam, ia tau raja akan melakukan ini walau ia tidak melakukan apapun. namun keputusan seorang raja adalah mutlak tidak bisa ia bantah walau dengan posisinya sebagai ratu.
"aku akan ikut bersama ibunda dan pangeran mark!" semua pandangan teralihkan pada jaemin yang membuka suaranya.
"begitupun denganku!" imbuh jeno.
jaehyun melihat kearah pangeran kembar itu, "tidak ada yang mengizinkan kalian berdua keluar istana terutama kau pangeran jaemin, mulai sekarang aku tutup izinmu keluar istana!"
"cih dasar iblis, aku akan pastikan kehancuranmu jung jaehyun!" jaemin berbicara pelan dan hanya jeno yang bisa mendengarnya.
jaehyun hendak meninggalkan aula sebelum matanya bertemu seorang pengawal yang sedang menunduk, "bagaimana bisa pangeran kecil sepertinya mampu melawanku, kau bermimpi huang!" jaehyun tersenyum remeh sebelum benar-benar pergi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"kenapa ibunda diam saja!" mark masuk ke kediaman ratu bersama dengan kedua pangeran lainnya dan pengawal mereka, taeyong sedang membereskan barang-barangnya yang merupakan miliknya pribadi ia tidak akan membawa barang dari kerajaan ini termasuk baju-baju mewahnya.
taeyong menatap putranya yang penuh amarah, "kenapa ibunda harus menjawab? kau tau ibunda senang jika harus keluar dari istana ini." taeyong tersenyum membuat mark semakin tidak mengerti.
"dulu ibunda merasa senang di istana karena istana tempat paling indah dan semuanya tersedia disini namun semakin lama semakin ibunda sadar kalau istana hanya indah dari luar tapi sangat mengerikan didalamnya, istana ini sudah merenggut nyawa sahabat-sahabat ibunda termasuk ibu kalian." taeyong menatap kearah jeno dan jaemin.