chapter 21

3.2K 402 1
                                    


"kau tidak bisa melakukan ini pada ayahmu, jeno!" jaehyun berusaha melepaskan diri namun pedang milik jeno berada tepat dilehernya.

"kenapa tidak bisa? bahkan kau telah membunuh istrimu raja jung jaehyun!" jeno menggesekan pedangnya pada leher jaehyun hingga darah mengalir keluar.

"pangeran jeno..."sahut renjun, jeno menolehkan kepalanya kebelakang mengangkat satu alisnya seolah bertanya.

"biarkan aku yang melakukannya!" renjun berjalan mendekati ayah dan anak itu.

jeno yang mengerti menurunkan pedangnya dan diganti dengan pedang sang pangeran mahkota capella itu.

"apa kau merasa dejavu, raja? dulu kedua orangtuaku yang ada diposisimu tapi lihatlah sekarang pangeran yang kau anggap kecil dan lemah ini mengubah posisi itu!" renjun menatap tajam kearah jaehyun, raja itu hanya tersenyum remeh walau hidupnya bisa saja akan segera berakhir.

"bagaimana bisa seorang raja mempercayai ramalan yang sangat kuno itu? apa kau kurang membaca buku sampai kau percaya begitu saja dengan ramalan?"

"aku baru melihat seorang pimpinan kerajaan mempercayai ramalan itu benar, kurasa kau kurang membaca!" ucap yuta saat jaehyun menyodorkan pedangnya pada lehernya.

"begitu kau mendengar peramal memberitahumu bahwa raja yuta akan mengambil sebagian wilayah archernar, kau langsung mencarinya dan membunuhnya saat itu juga!"

"untuk apa aku mengambil wilayah kerajaanmu sedangkan kerajaanku tidak kalah besarnya dan untuk apa juga aku mengambil wilayah seseorang yang sudah kuanggap adikku sendiri?"

"baiklah kalau kau sangat mempercayai ramalan, aku akan mewujudkan ramalan yang mengatakan bahwa aku akan membunuhmu dan menghancurkan archernar!"

"akan ku pastikan hari dimana keturunanku membunuhmu sama seperti kau membunuhku, jaehyun!ARGHH..."

"ARGHH..." renjun menusukkan pedangnya pada bagian perut jaehyun lalu mencabutnya hingga mengeluarkan begitu banyak darah. perang berhenti seketika kala melihat pimpinan mereka sudah tergeletak tak bernyawa.

ketiga pangeran archernar beserta renjun berdiri diam didepan jaehyun yang sudah tak bernyawa, "makamkan dia selayaknya seperti seorang raja yang gugur dimedan perang!" renjun menoleh kearah mark dan dibalas anggukan, renjun hendak pergi dengan pedangnya yang masih dilumuri darah jaehyun namun tangannya dicegah oleh seseorang.

"kau bilang setelah melenyapkan raja archernar kau juga akan menghancurkan wilayahnya, lakukanlah jika itu bisa membalas dosa ayahku." jeno, orang yang sudah menghentikan langkah renjun.

"aku tidak sekejam itu untuk membunuh banyak nyawa tidak bersalah, warga archernar masih membutuhkan tempat tinggal."

"tapi kau bisa menjadikannya sebagai wilayah capella."

"kurasa capella sudah cukup luas, jadi aku tidak memerlukan wilayah tambahan lagi." renjun menatap kearah pangeran jeno lalu tersenyum, "darah raja jung jaehyun saja sudah cukup untuk membalas kematian orangtuaku, kau tau hidup dipenuhi rasa dendam itu sangat menyiksa aku ingin hidup tanpa rasa dendam setelah ini."

jeno menatap manik mata renjun entah kenapa ketika renjun mengatakan itu artinya dia akan hilang dari pandangannya dalam kurun waktu yang lama dan entah kapan mereka akan bertemu lagi.

renjun berjalan kearah mark, "pimpinlah archernar dan kembalikan kedudukan ratu taeyong."

"aku akan memimpin kerajaan ini setelah menikah dengan haechan."

I'm prince [NOREN] √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang