____
Jangan lupa ngaji dan shalawat Nabi 🤍
Tetap jaga iman dan imun 🤍Happy Reading!
***
Amelia Syakira, perempuan dari masa lalu yang pernah menggoreskan luka mendalam di hati Raga. Perempuan itu adalah badai yang pernah menghancurkan ketenangan hidup Raga, membuat dunianya porak-poranda. Namun, tanpa rasa bersalah, ia kini muncul kembali di hadapan lelaki yang pernah ia tinggalkan dengan begitu kejam. Setahun berlalu sejak hari itu, tapi rasa sakit itu masih tertanam kuat. Kehadiran Amelia kembali adalah sesuatu yang tak pernah diinginkan oleh Raga.
Tatapan mata Raga menajam, seakan-akan mata itu ingin melukai lebih dalam daripada kata-kata. Sosok Amelia, dengan rambut tergerai dan langkah yang tenang, mendekat perlahan ke arahnya. Bagi Raga, wajah itu kini tak lebih dari kenangan buruk yang enggan ia kenang.
"Raga," suara Amelia terdengar lembut, nyaris berbisik, seperti dulu—sebelum segalanya berubah. Langkahnya mendekat tanpa ragu, seolah ia tak menyadari api kemarahan yang terpancar dari lelaki di hadapannya.
"Stop!" suara Raga memecah keheningan, tegas dan penuh amarah.
"Saya bilang berhenti, Amelia!" teriaknya, membuat beberapa orang di taman kota menoleh heran.
Amelia tertegun. Ia membeku di tempat, seperti seorang pelaku kejahatan yang baru saja tertangkap basah. Suara Raga—suara yang dulu selalu ia kenal lembut dan penuh kasih—kini menjadi dentuman keras yang menghancurkan sisa-sisa keberanian di hatinya. Baru kali ini, selama mengenal Raga, ia mendengar bentakan yang dilontarkan oleh lelaki tersebut.
Pertemuan ini tidak direncanakan. Bagi Amelia, taman kota ini hanyalah tempat pelarian dari kepusingan hidupnya. Namun, bagi Raga, tempat ini adalah ruang ketenangan yang kini dirusak oleh kehadiran sosok yang tidak ingin Raga lihat lagi.
Biasanya, ia menikmati akhir pekan di sini, menyatu dengan keramaian orang-orang yang berjalan santai atau sekadar duduk menikmati suasana. Namun, kehadiran Amelia mengubah segalanya. Dalam hati, ia menyesali keputusannya untuk datang ke taman hari ini. Kalau saja Raga tahu akan bertemu dengan luka lamanya, ia akan memilih tetap di rumah.
"Raga, maafin aku. Aku nyesel udah ninggalin kamu. Aku nyesel cerai sama kamu. Ternyata, Devan cuma mainin aku aja. Devan enggak tulus sama aku, Ga. Cuma kamu yang tulus cinta sama aku. Please, kasih aku kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu."
Amelia menatap Raga dengan memohon. Bahkan, air mata perempuan itu sudah mengalir. Melihat hal tersebut, Raga sama sekali tidak peduli karena hatinya sudah lama mati.
"Jangan tinggalin aku, Raga," ujar Amelia ketika Raga akan berjalan menjauh.
Raga tersenyum miring mendengar ujaran tersebut. "Sebelumnya, kamu yang ninggalin saya, Amelia!"
"Aku minta maaf, Raga."
"Saya mungkin sudah memaafkan kamu, tapi rasa sakit yang kamu torehkan ke saya masih terasa hingga sekarang. Mana mungkin saya kembali kepada perempuan yang berkhianat seperti kamu. Saya memiliki harga diri, Amelia Syakira!"
"Raga, jangan kayak gini. Aku sebenarnya, cinta sama kamu."
"Sayang sekali, saya gak cinta lagi sama kamu."
"Please, Raga. Jangan bersikap kayak gini sama aku."
"Hmm."
"Raga," panggil Amelia dengan lembut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Hati Braga (END)
RomanceBraga Pratama Athaya tenggelam dalam jurang patah hati setelah hubungannya dengan Amelia Syakira kandas. Perasaan yang hancur membuatnya mengidap gangguan kecemasan. Di tengah kekelaman itu, hadir sosok Naya Ayura Ningtyas, seorang wanita yang memb...