Chapter 40 : A Stronghold For War

65 9 10
                                    


Para member Sakurazaka beserta aliansi dan prajurit baru mereka kini bergerak menuju Nanzhong, bagian paling selatan China, baik Zhao Yun maupun Lingqi sudah mewanti bahwa perjalanan ini tak akan berjalan mulus.

Rena dan Kira menggunakan kemampuan masing-masing untuk terus memantau situasi jikalau ada pasukan yang tiba-tiba hendak menyergap mereka.

"ini tak akan mudah" ujar Yuuka sembari berkuda di depan dan melihat sekeliling "terlalu banyak musuh yang bisa menyerang kita"

"memang" ujar Lingqi "Nanzhong....kita tak perlu merebut seluruh daerah, cukup kota paling dekat dengan provinsi Yi"

"lalu....kita langsung berperang?"

"ya, kalian juga sudah lelah kan? Di zaman ini?"

Yuuka tak segera menjawab pertanyaan, ia tahu Lingqi tahu jawabannya.





Perjalanan ke Nanzhong dari Changsha sangat lama, belum lagi mereka harus banyak berhenti untuk istirahat dan mengisi persediaan, praktis butuh waktu sebelum sampai di Nanzhong.

Selama itu pula mereka menggunakan kesempatan untuk berlatih dan melatih prajurit mereka dan menambah jumlah.

Kini saat sampai Nanzhong para member sudah punya 25.000 pengikut.

"tidak sebanyak saat di zaman kita" celetuk Inoue yang membuat yang lain menoleh

"ada apa?"

"dulu, kita hanya perlu menjual tiket dan cd lagu dan puluhan ribu bisa datang memenuhi stadion kan?"

Ten yang mendengar itu memicing "itu.....beda.....konteks....jangan buat aku menendang mu"

"iya-iya maaf, Run...pacarmu jahat"

"jangan mengadu"






Nanzhong bukan wilayah kota-kota dengan kastil atau benteng-benteng besar, tapi lebih seperti wilayah dengan benteng-benteng kecil dengan hutan dan alam yang masih begitu lebat dimana-mana.

"kita harus hati-hati, kita bisa saja disergap" ujar Yuuka pada teman-temannya.

Hono terbang tinggi dan memantau dari udara, Kira dan Rena juga menggunakan kemampuan masing-masing untuk waspada dan....

"ada musuh!"



Laporan itu membuat mereka semua siaga, Hono segera mendarat "ada musuh, pasukan Shu ada didepan kita dalam kondisi siap tempur!"

"kita sudah ditunggu?"

"nona Moriya, apa kau lihat siapa yang memimpin?" tanya Xingcai pada Rena

"aku tak kenal, tapi ada bendera bertuliskan....Jiang? kurasa itu"



"Jiang Wei" ujar Aoi "mantan Jenderal Wei yang membelot dan bergabung dengan Shu-Han...kenapa dia bisa sampai Nanzhong?"

Ten bersiap dengan tombaknya "kita tak perlu berperang sekarang, kita tantang musuh untuk berduel saja, jadi pasukan kita tak akan berkurang"

"tapi Ten..."

The Demons Of PeaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang