Assalamualaikum 💜
Hallow!
Selamat datang di cerita AKI.Maaf kalau masih ada banyak sekali kekurangan baik dari kosah kata, penempatan tanda baca, dan lainnya.
Silakan tegur saya jika di rasa ada yang tak sesuai 💜Selamat menikmati! Semoga suka!
______________________________________
Kita usaha lagi, ya, Sayang. Saat ini kebahagiaan Mas cukup kamu dan Zia, jadi tolong untuk selalu sehat.
Azmi
****
Happy Reading💜✨
****
Tit Tit Tit
Azmi membunyikan klakson mobilnya setelah mobilnya itu memasuki area halaman rumah. Di dalam garasi mobil terlihat ada mobil putih yang terparkir, mobil yang Azmi duga milik Abang iparnya, Rasyid.
"BUNDAAAAA ...."
"Yey! Bunda sama Ayah pulang!"
Zia yang awalnya tengah khusyuk menonton televisi setelah mendengar suara klakson mobil Ayahnya langsung bergegas bangkit dan lari ke luar rumah.
"Hati-hati, sayang." Pesan Azmi setelah membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Aiza tersenyum. "Makasih ya, Mas."
"Kamu jalan dulu ya, biar Mas yang bawakan barang-barangnya." Instruksi Azmi.
Aiza manut, ia membiarkan suaminya itu untuk mengambil barang bawaannya di bagasi mobil.
"Berat nggak? Sini Aiza bantuin." Tawar Aiza saat melihat suaminya agak repot dengan barang-barang bawaan mereka.
"Ga sayang. Ayok masuk!" Tolak Azmi lembut. Jangan lupakan senyum manis yang selalu menjadi daya tarik tersendiri dari lelaki itu.
"BUNDAAAAA ...."
"Yey Bunda pulang!"
"Bunda sama Ayah pulang!" seru gadis kecil itu setelah berada di teras rumah dan mendapati Bunda dan Ayahnya yang sudah pulang dari mengadon Adek kalau kata Kena.
"Ziaaaa ...." Mata Aiza berbinar saat mendapati putrinya di teras rumah.
"Hati-hati, Nak." Pesan Aiza pada putrinya yang tengah berlari menghampirinya.
Aiza melebarkan kedua tangannya menyambut putrinya yang tengah berlari dengan membentangkan kedua tangannya.
"Ziaaa ... Ya Allah, bunda kangen sekali sama Zia," tutur Aiza setelah keduanya berpelukan erat.
"Bunda, i miss you, Bunda! Zia kangen sekali sama Bunda." Adunya yang masih berada di pelukan Aiza.
"Miss you too, permata hati, Bunda," balas Aiza sembari mengusap-usap punggung putrinya.
"Zia baik?" tanya Aiza setelah keduanya saling melepaskan pelukan.
"Baik, Bunda. Tadi Zia sudah makan, di suapi sama Ummi. Zia juga tidak rewel, Bunda, Zia juga tidak gangguin Mbak Rara belajar."
"Good job, sayang!"
"Zia sekarang sudah besar, ya, sudah pintar!" Puji Aiza sembari mengacak puncak kepala putrinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Assalamu'alaikum Ketiga Imamku
RomanceROMANCE AL-QUR'AN ADALAH SEBAIK-BAIK BACAAN💜 "Allah telah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR. Muslim no. 2653, dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash Tidak ada yang tertukar, tidak ada pula yang salah...