chapter 20

1.3K 64 7
                                    

****

Haechan bingung dimana dia berada saat ini, dan kenapa semuanya berwarna putih. Kemana semua orang?

"Jisung-ah! Kau bisa mendengarku? Jaemin-ah!"

Haechan terus-terusan berlari kesana kemari mencoba mencari mencari apakah ada seseorang disana, dan nyatanya zonk, tidak ada siapapun disana, hanya ada Haechan seorang.

"Dimana ini? Kemana semuanya berwarna putih? Dan kenapa tangan kananku bisa kugerakkan, bukankah lenganku sedang patah? Apakah aku sedang bermimpi sekarang?"

"Sendirian saja, baby girl?"

Deg

Jantung Haechan berdetak lebih cepat dari sebelumnya saat mendengar suara deep tone itu. Dengan takut-takut Haechan mencoba menoleh ke belakang dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah-wajah orang yang sangat tidak ingin ia lihat.

"Da-daddy....... O-oppa?" Melihat kelima pria itu mulai berjalan mendekatinya membuat Haechan reflek berjalan mundur mencoba menghindari kelima pria itu.

"Kenapa kau berjalan menjauh sayang? Ini kan Daddy dan Oppa mu. Kemari dan datanglah kepelukan Daddy" ucap Jaehyun dengan seringai yang amat sangat Haechan takuti.

"Jangan takut haechaniee, ini kan hanya kami. Kami tidak akan menyakitimu....... Kecuali jika kau tidak patuh dan membangkang!" Desis Renjun diakhir kalimatnya.

Mendengar nada mengancam dalam ucapan Renjun membuat jantung Haechan semakin bertalu-talu, rasa takut yang Haechan rasakan seolah bertambah menjadi berkali-kali lipat.

"Ayo kemari sweety....... Sebelum Daddy marah dan melakukan sesuatu yang tidak akan kau sukai nanti. Ayo, kemarilah. Kemari Jung Haechan!"

Setelah mengumpulkan semua tenaga yang ia punya, Haechan langsung berlari sekuat tenaga, namun sayang kakinya sudah lebih dulu dicengkal oleh Lucas hingga akhirnya tubuhnya kini berada dalam cengkeraman kelima pria itu.

"Kenapa kau menangis honey? Kita berlima kan tidak berbuat sesuatu yang jahat padamu, ah. Atau setidaknya belum" ucap Mark menyeringai jahat.

"Jisung-ah! Tolong!" Teriak Haechan sebelum kegelapan menghampiri nya.

"Jisung-ah!" Teriak Haechan dengan nafas terengah-engah.

"Haechan-ah, wae? Ada apa? Apa ada seseorang yang mengganggumu?" Ucap Jisung yang baru bangun tidur dengan panik.

"Jisung-ah, kita harus segera pergi dari sini, mereka datang! Mereka ingin menyakitiku Jisung-ah" ucap Haechan histeris sembari mencoba untuk melepas selang infus dari tangannya.

"Haechan-ah apa yang kau lakukan? Jangan lepas infusnya, Haechan-ah!"

"Jisung-ah kau tidak mengerti, mereka...... Mereka akan datang! Mereka akan menyakitiku Jisung-ah! Aku..... Aku harus secepatnya pergi dari sini sebelum mereka berhasil menemukanku" melihat Haechan yang berniat pergi, Jisung langsung bergegas menahannya.

"Tidak ada siapapun yang akan datang Haechan-ah"

"Tidak kau bohong! Mereka semua akan datang. Dan setelah itu...... Mereka akan mencoba menyakitiku, aku harus kabur. Harus!"

"Haechan apa yang kau--- arghhh~" teriak Jisung disaat Haechan dengan sengaja menggigit tangannya lalu kabur.

"Jisung-ah kau tidak apa-apa?"

jung family sibling (NC)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang