****
Awan mendung disertai rintikan hujan menjadi melodi penghantar Haechan menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Semua orang yang ada di pemakaman itu hanya mampu menundukkan kepalanya dan menangis. Tidak ada seorangpun yang berfikir bahwa hidup Haechan akan berakhir secepat ini.
Semua orang hadir di acara pemakaman Haechan bahkan termasuk Jung Jaehyun yang saat ini berdiri dengan kedua tangannya yang terborgol dan dijaga ketat oleh dua polisi yang berjaga dikanan kirinya. Saat pertama kali datang Jaehyun langsung menangis keras, ia sama sekali tidak menyangka bahwa perbuatannya mampu membuat putrinya kehilangan nyawa.
Plak~
"Puas kau, karena perbuatan biadab mu itu, putriku sekarang tiada! Ia pergi..... Ia pergi untuk selama-lamanya. Akan kubunuh kau sekarang juga Jung Jaehyun!" Teriak Taeyong sembari meraung dan memukuli tubuh Jaehyun.
"Bu sudah..... Jangan begini, meski bubu membunuh Daddy sekalipun, Haechan tidak akan pernah kembali Bu" ujar Jaemin sembari menenangkan Taeyong yang sedang dipenuhi oleh amarah.
"Hiks...... Putriku....." Tangis Taeyong pecah ketika memeluk pusara dengan nama Jung Haechan diatasnya.
'kau tenang saja sayang, sebentar lagi aku pasti akan menyusulmu kesana. Lalu kita akan hidup selama-lamanya didalam keabadian'
Jika diperhatikan lebih teliti, ada satu orang yang tidak datang kepemakaman, dan orang itu adalah Park Jisung.
.o0o0o.
"Hik...... Kenapa kau tega sekali meninggalkanku sayang. Kau tau, dulu kau selalu memintaku untuk berjanji agar tidak akan pernah meninggalkanmu, tapi kenapa setelah aku memenuhi janjiku itu, kau malah pergi? Hiks...... Kenapa Haechan! Kenapa!" Ucap Jisung frustasi sembari melempar botol minuman keras yang ia bawa. Ia bahkan sudah tidak peduli lagi jika pecahan kaca itu mengenai kakinya.
Jisung terus-terusan minum, ia bahkan tidak peduli jika kini ia telah benar-benar mabuk berat. Yang ia tau, dengan mabuk maka rasa sakitnya akibat ditinggal pergi Haechan akan sedikit berkurang.
"Hiks..... Kenapa kau pergi Haechan..... Kenapa..... Aku masih sangat membutuhkanmu, hiks" tangis Jisung pecah saat mengingat kembali memori indahnya bersama Haechan.
Atensi Jisung beralih pada pecahan botol minuman yang ia lempar tadi. Perlahan ia mulai bangkit dari duduknya lalu menghampiri pecahan kaca itu. Memandangnya sejenak sebelum akhirnya mengambil pecahan kaca itu.
"Apakah ini jawabanmu sayang? Kau ingin aku menggunakan ini untuk kembali bersamamu?" Gumamnya.
"Yah, aku telah berjanji padamu untuk selalu bersamamu dan aku tidak peduli lagi jika itu harus dikematian sekalipun"
Sresss~
"Akhh~ tunggu aku sayang, aku datang" ucap Jisung sembari tertawa layaknya orang gila. Sepertinya kehilangan sosok Haechan sangat mempengaruhi kondisi mental dan kejiwaannya.
Perlahan darah yang mengalir dari tangan Jisung makin banyak, ia bahkan sudah mulai kehilangan kesadarannya sebelum semuanya benar-benar gelap.
"Haechan......"
.o0o0o.
Jisung tidak tau dimana ia berada sekarang, tapi tempat ini begitu indah. Padang rumput yang luas dengan bunga-bunga yang cantik disetiap sisi nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
jung family sibling (NC)
Fanfictionmenceritakan tentang 4 orang pria dan 2 wanita yang terjebak dalam kisah cinta terlarang yaitu cinta kepada saudara sendiri. -warning⚠ (mengandung unsur 18+) yang dibawah umur harap menyingkir -Khusus untuk yang harem hardshipper. #incest -haechan (...