"Pisau kalau nggak diasah juga nggak akan tajam. Sama kayak otak." --Riyan Adigara.
***
Nyali seciut ini, harus satu mobil dengan seseorang yang pernah atau bahkan selalu dirinya kagumi. Rambut model comma hair berwarna hitam begitu rapi, ditambah setelan kemeja coklat gelap pres membentuk otot bisepnya yang dipadu dasi krem bergaris-garis putih di leher, sangat terlihat gagah dan tidak bisa untuk dipalingkan pandangannya.
Namun, mau bagaimana pun, gadis yang dikuncir ekor kuda bernama Keyla Zeara ini sangat tahu diri. Bisa semobil dengan idolanya membuat ia juga harus bisa menjaga jarak.
Sudah dua menit lamanya, mobil tidak bergerak karena macet. Jam segini memang rawan, sebab banyak yang berangkat sekolah dan bekerja seperti Keyla dan kakak tirinya--Dewangga Retrora.
Meski canggung, akhirnya Keyla berdeham, "Kak? G-Gue turun di sini aja deh."
Laki-laki itu menoleh. "Lo ngomong sama gue?"
Anjing. Sok dingin banget, batin Keyla, mengumpati Dewangga.
Ingin sekali memaki, tetapi Keyla juga paham sopan santun. Dewangga lebih tua, laki-laki itu juga disegani, apalagi ia adalah idola Keyla karena merupakan peraih medali perunggu dalam bidang olahraga renang di tahun 2018 saat acara Haornas, jadi Keyla tidak berani mengumpat terang-terangan.
Beberapa detik diam, Dewangga justru tertawa. "Bercanda kali, Key." Lalu, ia membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan kepalanya melalui kaca tersebut, melihat sekitar. Setelahnya, kembali memusatkan perhatian pada Keyla. "Macet banget, sih, emang. Kalau lo turun di sini, lo mau naik apaan? Jarak SNB masih jauh."
"Gue bisa pesan ojek online aja, Kak. Masih keburu, kok, kalau nyalip."
Dewangga mengangguk-anggukkan kepalanya. Namun, dia juga sudah diamanahkan oleh Daniel--papa kandung Dewangga--untuk mengantar Keyla dalam keadaan baik-baik saja ke SNB.
Meski dalam lubuk hatinya tidak terima, tetapi melihat Keyla yang bolak-balik memandang jam di tangannya membuat Dewangga luluh juga.
"Gini deh. Gue kan udah janji sama Papa buat antar lo sampe sekolah, kita naik sepeda aja gimana?" tawar Dewangga, menaikkan kedua alisnya dengan wajah penuh tanya. "Kalau gue ngebut, pasti sampe tepat waktu."
"Emang ada sepedanya?"
Senyum Dewangga terulas tipis. Kemudian, ia mencari celah untuk memarkirkan mobil terlebih dahulu.
Untuk laki-laki yang sering berolahraga seperti Dewangga, membawa sepeda setiap hari bukan lagi sebuah kejutan fakta yang membuat orang lain terkesiap. Mungkin, Keyla adalah orang kesekian yang akan bertanya lagi pasal rutinitas bersepedanya, setelah beberapa kerabat Dewangga.
Selesai memarkirkan mobil di tepi jalan tanpa mengganggu aktivitas pengguna jalan lain, Dewangga mengajak Keyla untuk turun. Ia pun mengambil sepedanya yang diikat di atas mobil.
Mata Keyla membulat. Ia baru sadar kalau ada sepeda di atas sana.
"Lo bawa ini setiap hari, Kak?"
"Iya. Hari ini jadwal gue pergi bawa mobil, pulang naik sepeda. Besok pagi bawa sepeda, pulang pake mobil. Tapi kayaknya macet parah deh pagi ini."
Keyla menyetujui kalimat terakhir yang diucapkan Dewangga.
Gadis itu kira, sosok yang baru saja menjadi kakaknya selama sebulan belakangan ini, akan dingin seperti es di kutub padanya. Ternyata, bisa sehangat ini juga. Jika Daniel menyuruh laki-laki itu menjaga Keyla, ia akan melakukannya dengan sepenuh hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Crazy Class || New Version
Mystery / ThrillerMenjadi pemilik NEM tertinggi di tahun 2019 memang tidak mengejutkan untuk seorang Keyla Zeara. Siswi cantik nan jenius dengan parasnya yang teduh ini diterima sebagai siswi SMK Sentra Niaga Bina (SNB) dengan jurusan program studi Akuntansi dan Keua...
