5

6.4K 346 20
                                    

HAPPY READING

____________________________

  Saat savier menjalankan mobil kembali menuju mansionnya, savier berucap "kenapa kau melakukan itu?" amelia yang mendengarnya tersenyum dengan pandangan seakan sedang mengingat masa lalu."Itu karna aku menyukai anak anak."ujar amelia.

  "Melihatnya tadi mengingatkanku bagaimana diriku di masa lalu, saat orang tuaku di temukan mati di bunuh. Tapi, sampai saat ini pelaku pembunuhannya masih belum di tangkap,polisi juga menghentikan penyelidikan meskipun begitu aku sudah mengikhlaskan mereka. Meski hidup setelah mereka tidak ada begitu sulit dan menyakitkan." lanjut amelia.

  Setelahnya keadadan mobil hening tidak ada yang memulai percakan lagi, dalam keheningan sambil terus mengendarai mobil savier termenung dirinya bahkan baru tahu bahwa orang tua amelia mati karna di bunuh.

  Tak terasa sekarang mereka sudah sampai di mansion alexander terlihat para pelayan yang sudah berjajar rapi menyambut tuan mereka yang sudah sampai, savier segera turun dan membukakan pintu untuk amelia. Tapi begitu amelia turun savier melihat gelagat amelia seperti orang yang ketakutan. "Tenanglah. Kau tidak perlu takut aku sudah memecat seluruh pelayan yang berbuat buruk kepadamu, mereka adalah para pelayan baru yang akan melayanimu dengan baik."ujar savier.

   Karna sesudah kejadian dirinya yang memecat para pelayan lama secara tidak terhormat waktu itu. Dirinya langsung memerintahkan sebastian untuk mencari para pelayan yang baru, yang pastinya harus dapat di percaya.

   Mendenagar ucapan savier membuat amelia mulai sedikit lebih tenang, savier dan amelia berjalan memasuki mansion dengan savier yang merangkul pinggang amelia dengan posesif dan menunjukan tanda kepemilikannya.

  "kamu pergilah lebih dulu ke kamar untuk istirahat, kamu pasti ke lelalahan setelah pulang dari rumah sakit apalagi kamu masih dalam kondisi yang lemah dan masih butuh banyak istirahat. Ada yang harus aku lakukan terlebih dahulu, jika nanti mencariku aku ada di ruang kerjaku, paham?." ucap savier dengan penuh perhatian, dan amelia hanya bisa mengangguk patuh akan ucapan sevier dirinya sangat suka saat savier begitu perhatian kepadanya.

  "pelayan!!. Antarkan amelia ke kamar utama." setelah datangnya pelayan dan mengantarkan amelia ke kamar savier juga ikut melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.

----------------------------

  Sesampainya savier di ruang kerja. Savier segera duduk di kursinya, lalu tak lama terdengar ketukan pintu dari arah luar ruangan.

Tok

Tok

Tok

"Masuk!!."

  Pintu terbuka dan keluarlah seorang pemuda dengan rambut pirangnya, "Bagaimana el apa kau sudah mencari sesuatu yang sudah aku perintahkan." yah pemuda berambut pirang itu adalah el yang savier tugaskan untuk menyelidiki sesuatu.

  "Ini tuan. Semuanya sudah saya selidiki tanpa ada yang terlewat." ucap el sambil menyerahkan berkas hasil penyelidikannya. "Baiklah kalau begitu kau boleh pergi." ucap savier.

  "Kalau begitu saya permisi tuan." ucap el sambil membungkukkan sedikit tubuhnya dan berlalu pergi dari ruang kerja savier.

  Setelah kepergiaan el, savier mulai membaca berkas itu dengan teliti, agar ia tidak melewatkan informasi sedikit apapun. Namun tak lama tubuh savier menengang saat membaca deretan kalimat yang ada di berkas itu.

  Di sana tertulis bahwa amelia atau AMELIA VIOLETTA SKAY nama amelia sebelum menikah dengan savier. Di sana di jelaskan bahwa orang tua amelia yaitu ADELINE SKAY dan suaminya ASKA SKAY ditemukan tewas. Diduga bahwa mereka di bunuh oleh seseorang karna saat di perikasa terdapat peluru dalam tubuh keduanya. Itulah yang menyebabkan amelia hidup sebatang kara.

  Savier seketika mengingat kedua orang tuanya, yang pernah membahas tentang pemusnahan keluarga skay. Savier segera bergegas bangkit dan berlari keluar dari ruang kerjanya, untuk menemui kedua orang tuanya.

----------------------------

   Saat sedang berlari savier berhenti karna melihat sosok amelia yang sedang berjalan, savier mulai melangkahkan kakinya mendekati amelia.

  "Amelia!." ucap savier sambil memegang bahu amelia.

  "Ahk, ternyata kamu savier kamu mengagetkanku. Kupikir siapa tadi yang memegang bahuku." ucap amelia begitu melihat siapa pelaku yang membuatnya kaget. "Apa yang sedang kamu lakukan di sini?. Aku sudah bilangkan untuk istirahat di kamar, kau masih sakit dan kondisi tubuhmu masih lemah."

  "Tenanglah savier aku baik baik saja. Aku haus karna itu aku pergi ke dapur, dan saat berjalan menuju dapur tiba tiba saja kau mengagetkanku."ucap amelia. "Seharusnya kamu minta saja kepada pelayan atau kepadaku. Kamu tidak perlu sampai harus berjalan kedapur."ujar savier dengan lembut.

  "Aku hanya belum terbiasa di perlakukan seperti itu oleh orang lain. Lagi pula aku merasa tidak enak jika harus meminta pelayan hanya untuk mengambilkan minum, aku bisa mengambilnya sendiri." ucap amelia

  "Tetap saja aku khawatir dengan keadaanmu. Karna bagiku kamu adalah segalanya, dan aku juga akan selalu melakukan yang terbaik agar kamu selalu merasa bahagia."aku juga akan menyingkirkan siapapun yang berusaha memisahkan kita. Lanjut savier dalam hati.

  Amelia yang mendengarnya merasa tersentuh, jantungnya juga berdebar dengan kencang bahkan wajahnya terasa panas karna mendapat perhatian dari savier. Dia tidak menyangka bahwa hari seperti ini akan tiba. "Ayo kembali kekamar aku akan menemanimu, dan untuk air minumnya aku akan meminta pelayan untuk membawakannya kekamar kita." ucap savier lalu menarik lengan amelia dengan lembut, amelia hanya dapat mengikuti langkah savier menuju kekamar savier yang sakarang sudah menjadi kamar milik mereka berdua.

  Di sepanjang jalan sampai tiba di kamar, jantung amelia terus saja berdebar. "Tidurlah aku akan menemanimu sampai kau tertidur." savier segera membaringkan tubuh amelia dengan lembut dan penuh kehati hatian. Seakan amelia adalah kaca yang jika di sentuh terlalu kuat akan hancur.

  Setelahnya savier menyusul amelia untuk berbaring di atas ranjang dan memeluk amelia dengan lembut "Kenapa aku rasa kamu selalu menyuruhku untuk tidur. Lagi pula, aku sudah cukup tidur saat dirawat dirumah sakit." ucap amelia dengan wajah yang bingung.

  "Tidak kamu harus istirahat agar kondisimu segera membaik. Setelah kondisimu membaik aku akan mengajakmu berlibur ke pantai." tolak savier karna baginya amelia harus selalu dalam keadaan tubuh yang sahat sepenuhnya, dan saat ini kondisi amelia sedang tidak baik baik saja .

  "Benarkah kamu akan mengajakku ke pantai. Kamu tidak berbohongkan, sedari dulu aku sangat ingin pergi ke pantai dan melihat matahari tenggelam di tepi pantai. Itu pasti indahkan savier?." ujar amelia dengan antusias.

"Yah tentu saja apapun untukmu, asal kamu bahagia sayang dan aku mohon jangan pernah meninggalkanku."karna jika kamu meninggalkanku aku bisa saja mengikatmu dengan rantai besi agar kamu selalu bersamaku, aku akan melakukan apapun untuk membuatmu terus bersamaku.

  savier terus melihat amelia dengan penuh cinta atau mungkin terobsesi. Karna pancaran matanya yang berwarna hitam itu agak menyeremkan dari biasanya, dan amelia tidak dapat melihatnya karna dia berada dalam pelukan savier dan mulai terlelap.

_____________________________

ADA YANG NUNGGUIN UP

MAAF GAK UP SOALNYA SIBUK BANGET

ADA PESAN GAK BUAT MEREKA

SAVIER

AMELIA

EL

SEBASTIAN

BISA KASIH SARAN BUAT ALUR KEDEPANNYA

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT UP

savier's second lifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang