37. 🌵Happiest🌵

81 17 2
                                    

Setelah pulang dari dermaga, Arki membawa Mika untuk mampir ke Kafe milik Kevin, Kakaknya Nevan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah pulang dari dermaga, Arki membawa Mika untuk mampir ke Kafe milik Kevin, Kakaknya Nevan. Disana mereka pesan minuman dan makanan. Mika menyebarkan pandangannya ke setiap sudut Kafe. Lalu, pandangannya berhenti di panggung khusus live music.

Kebetulan panggung itu tengah di isi oleh seorang penyanyi dengan membawakan lagu Sunsets with you - Cliff, Yden. Mika sempat terbawa suasana dengan lirik lagu tersebut. Bukan hanya dirinya, tapi pengunjung yang lain, yang rata-rata masih muda ikut terhanyut ke dalam lagunya.

Arki melirik Mika di depannya yang mengabaikan makanan hanya untuk melihat siapa yang ada di panggung live music itu. Senyum Arki tersungging tipis di kala menyadari tatapan damai Mika yang tengah menikmati lagunya.

"Perasaan gantengan aku deh dari pada dia, gitu banget liatinnya," celetuk Arki.

Mika disadarkan oleh celetukan Arki yang terdengar dongkol. "Aku bukan liat ganteng atau engganya, tapi aku lagi denger suaranya, bagus banget, aku suka."

Tanpa rasa salah, setelah memuji penyanyi itu Mika menyuapkan spaghetti carbonara ke mulutnya.

"Aku juga bisa nyanyi lebih bagus dari itu," sahut Arki tak santai.

"Oh ya? Kamu bisa nyanyi?" tanya Mika seperti meremehkan.

"Kamu raguin aku?" Suara Arki sudah tak enak didengar.

Mika mengangkat kedua alis dan mengedikkan bahunya. "Yaudah, buktiin dong. Jangan cuma ngomong doang."

Arki menghela napas dengan kasar. "Oke. Tunggu di sini."

"Kamu mau kemana?"

"Ke toilet."

"Oh, Oke. Jangan lama." Mika kembali melanjutkan makannya yang belum habis.

Rupanya Mika tak peka dengan perubahan raut wajah Arki semakin sebal. Apa Mika tidak sadar sudah meremehkannya? Arki berlalu dari meja itu, meninggalkan Mika.

"Ekhem ... Ekhem .... Gue berdiri sini khusus untuk satu orang spesial."

Mika manggut-manggut mendengarkan orang yang berbicara di atas panggung. Ia berpikir, orang spesial itu pasti merasa tersanjung dengan orang kini berdiri di atas panggung. Namun, belum ada hal yang membuat Mika tertarik untuk melihat ke arah panggung, karena Mika tengah membalas pesan Willa di ponselnya.

Suara intro gitar mulai terdengar dengan diiringi perkataan yang belum selesai. "Lagu ini gue persembahkan untuk orang yang gue cintai, yang lagi duduk di sana."

Semua orang tertuju pada Mika. Mika sempat bingung karena semua pengunjung kafe yang tak sedikit itu melihat ke arahnya. Pada akhirnya, mata Mika tertarik untuk melihat siapa yang ada di atas panggung itu.

"Mika Sanjula, ini lagu buat kamu. Jangan pingsan gara-gara denger suara aku, ya ...."

Mika hampir tersedak oleh minumannya sendiri saat tahu cowok dengan seragam SMA Garwana itu adalah Arki. Arki tersenyum dengan kekehan manisnya sambil menatap kearah Mika dengan satu kerlingan mata.

EphemeralTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang