Diruangan itu hanya tersisa 2 wanita yang masih diam belum memulai perbincangan. Setelah jieun berhasil meyakinkan yoongi akhirnya pria itu memberikan izin kepada ke2 wanita itu untuk berbicara berdua dan pria itu menunggu diluar ruangan.
"Ji bisakah kamu meninggalkan yoongi untukku dan merelakan dia.?" Ucap wendy akhirnya membuka keheningan diantara mereka dengan nada sendu.
"Bisakah kamu meminta yoongi melepaskanku wen.?" Jieun malah bertanya balik dan tidak menjawab permintaan wendy. Mendengar itu tentu saja wendy menjadi bingung sehingga wanita itu mengerutkan dahinya karna tidak menyangka dengan tanggapan yang jieun berikan.
"Maksudmu ji.?""Bisakah kamu meminta yoongi meninggalkanku.?" Tanya jieun lagi dengan senyuman. "Aku akan pergi jika memang yoongi yang memintanya." Lanjutnya.
"Tapi yoongi tidak mungkin melakukannya ji, makanya aku meminta kamu yang pergi." Ucap wendy memandang sendu jieun.
"Kalo begitu aku tidak bisa melakukannya wen."
"Aku sangat mencintainya ji." Ucap wendy yang sudah meneteskan air matanya.
"Apa kamu kira aku tidak mencintainya." Ucap jieun masih tersenyum. " aku juga mencintai yoongi wen, makanya aku akan pergi jika yoongi yang menginginkannya." Lanjutnya dengan nada tenang memandang wendy.
"Aku sungguh mencintai yoongi ji, tidak bisakah aku bersama lagi dengannya." Ucap wendy yang sudah mulai terisak.
"Kalo yoongi menginginkan tentu saja kalian bisa bersama. Aku pasti akan mundur wen jika memang yoongi sudah tidak menginginkanku lagi. Aku tidak mungkin mempertahankan hubungan dengan yoongi jika memang yoongi sudah tidak menginginkannya. Aku mencintai yoongi, sangat. Makanya aku juga ingin melihat dia bahagia dengan pilihannya. Tapi jika memang yoongi memilihku tentu saja aku akan bertahan dan akan berusaha membahagiakannya." Jelas jieun dengan lembut.
Wendy dibuat tertegun dengan perkataan jieun, wanita itu akhirnya mulai mencerna perkataan yang jieun ingin sampaikan.
"Apakah aku memang tidak pantas untuk yoongi.?" Ucap wendy sesenggukan.
"Aku, kamu kita semua pantas untuk yoongi selama dia memang menginginkan dan dapat membuat dia bahagia wen."
"Bukankah aku memang tidak pantas untuknya, aku hanya mementingkan kebahagianku sendiri ji dan menjadi sangat egois bahkan aku menyuruhmu untuk meninggalkannya yang jelas-jelas tau kamu adalah wanita yang dicintai yoongi."
"Aku tidak menyalahkanmu wen, memang kadang cinta dapat membuat kita menjadi tidak berpikir jernih. Aku benar-benar berharap kamu bisa bahagia wen dan tidak melakukan hal-hal seperti ini, menyakiti dirimu sendiri. Kamu pasti bisa bersama dengan orang yang tulus mencintaimu dan bisa membahagiakan dirimu." Ucap jieun dengan memberikan senyum tulusnya.
"Maaf ji, maaf. Aku sungguh sangat egois. Kenapa kamu begitu baik padahal aku tidak mempedulikan perasaanmu." Isak wendy benar-benar merasa bersalah.
"Aku tidak sebaik itu wen, tentu saja aku sedih, kecewa, sempat marah dan sedikit takut... Aku juga hanyalah manusia biasa. Tapi bukankah kita tidak bisa memaksakan semua yang kita inginkan."
"Kamu memang baik ji, sungguh maafkan aku." Ucap wendy menyesal dan langsung memeluk erat jieun.
"Jika kamu memang menyesal, buatlah dirimu bahagia dan jangan pernah lagi menyakiti dirimu sendiri." Ucap lembut jieun membalas pelukan wendy dan wendy hanya mengangguk-anggukan kepala dalam pelukan mereka.
"Aku akan melepaskan Yonggi ji." Wendy tersenyum mengatakannya sembari melepaskan pelukan mereka lalu menarik nafas panjang. "Ajaklah yoongi masuk ji sebelum dia mulai bertambah marah dan melakukan hal yang tidak-tidak. Aku akan istirahat" Lanjutnya dengan kekehan dan sudah tidak menangis lagi. Jieun juga terkekeh pelan lalu menganggukan kepalanya lalu berdiri dan beranjak keluar.

KAMU SEDANG MEMBACA
MINE
Random" Kamu Akan Selalu Menjadi Milikku " - Min Yoongi Ini khusus yang 18+ yah jika masih dibawah umur tolong jangan dibaca .... Mohon pengertiannya 🙏🙏🙏 Semoga suka yah 😊