Chapter 8 : Terungkap

218 22 0
                                    

Previously

"Bagaimana bisa dia lolos dari kejaran shadow? Aku yakin shadow itu tidak hanya satu." Monolognya lalu berkelahi dengan pikirannya sendiri.

" Monolognya lalu berkelahi dengan pikirannya sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tok

Tok

Tok

"Jim? Kau sudah bangun?" Tanyanya sedikit berteriak agar terdengar sampai ke dalam kamar Jimin.

Kriet...

Pintu terbuka menampilkan Jimin yang masih dalam keadaan berantakan, pria itu bahkan belum membuka kedua mata sipitnya.

"Matahari belum terbit dan kau sudah meneriaki ku?!" Tanya Jimin dengan suara khas bangun tidurnya.

"Ya, karna aku sekarang akan melatih dirimu agar elemen milikmu muncul." Baru saja Jimin akan membantah nya namun pria dihadapannya langsung membekap mulutnya "Tak ada kata TIDAK MAU atau TAPI, mengerti JI-MIN PA-RK?!" Ucapnya dengan nada yang ditekan.

"Y-ya, a-aku paham. Seokjin-nim" Sahut Jimin dengan pelan.

"Bagus! Sekarang mandi dan bersiaplah, setelah itu temui aku di tempat pelatihan." Setelah mengucapkan itu Seokjin langsung pergi meninggalkan Jimin.

"Lebih baik aku bersiap, dia cukup menyeramkan jika marah." Monolog nya lalu berjalan santai ke arah kamar mandi tak lupa pula menutup pintu kamarnya.

••••••

Jimin kini sudah tiba di tempat pelatihan ditemani oleh Jungkook, Yoongi dan juga Seokjin. Semacam pelatihan khusus.

"Jadi, bagaimana cara melatihnya?" Tanya Jimin sembari melihat  Yoongi dan Jungkook yang sedang berlatih mengendalikan kekuatannya.

"Kau tahu meditasi? Coba hal itu. Kosongkan pikiranmu dan rasakan setiap sensasi yang ada didalam tubuhmu, bisa dipahami? Cobalah aku akan mengawasi mu sambil melatih mereka." Jelas Seokjin. Belum sempat Jimin menjawab Seokjin sudah pergi terlebih dulu.

"Ck, meditasi? Aku bahkan lupa caranya mengatur nafas saat bertarung kemarin."
Gumamnya.

Kini Jimin sedang mencoba untuk fokus karena di depannya sangat amat berisik sebab Yoongi susah diatur.

"MIN YOONGI!!! KEMARI KAU!" Teriak Seokjin yang tentunya terdengar dengan jelas oleh Jimin.

Jimin Pov:

Ah, sungguh bagaimana caranya aku akan fokus jika 3 berandalan ini terus mengeluarkan suara yang melebihi pengeras suara? Sungguh, ini membuat telingaku sakit.

Akhirnya setelah beberapa menit mereka sudah bisa diatur dan membuat Seokjin-nim tak perlu berteriak teriak lagi.

Aku mulai mengikuti arahan Seokjin-nim mulai dari tenang, kosongkan pikiran yang tak pernah kosong ini, dan mencoba merasakan sensasi yang baru pertama kali aku rasakan.

Panas lalu bertukar menjadi dingin setelah itu sengatan listrik yang aku yakini itu kekuatan petirku dan rasa menyejukkan terakhir sensasi yang luar biasa menyakitkan dan yang paling aku benci.

Tanpa sadar aku menggeram dan meringkuk kesakitan itu membuat atensi Seokjin-nim dan yang lainnya melihat kearahku.

Aku melihat siluet seperti naga besar dan beberapa hewan lainnya sebelum kegelapan menyelimutiku, aku melihat naga itu bertransformasi menjadi....

diriku sendiri.

Jimin pov end..

"Jim, Jimin, kau baik baik saja?" Panggil Yoongi sambil menepuk nepuk pipinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jim, Jimin, kau baik baik saja?" Panggil Yoongi sambil menepuk nepuk pipinya. Jujur itu adalah pertanyaan yang cukup bodoh tapi Yoongi tak tau harus berkata apa selain itu, melihat Jimin yang pingsan membuatnya khawatir bukan main.

"Engh... Aku di ruang kesehatan lagi?" Tanya Jimin dengan mata yang belum terbuka sepenuhnya. Yoongi menganggukkan kepalanya membuat Jimin menghela nafasnya.

"Apa yang terjadi? Kenapa kau tiba tiba pingsan saat meditasi?" Tanya Yoongi penasaran, pasalnya dia merasakan aura yang tidak mengenakan menguar dari tubuh Jimin.

Diam, Jimin hanya diam sambil melamun. Entah apa yang ia pikirkan tapi itu membuat Yoongi sedikit cemas dan Yoongi bingung akan hal itu. Mengapa ia khawatir ketika Jimin pingsan? Mengapa ia cemas ketika Jimin bersikap seperti ini? Perasaan ini seperti....

"Aku hanya merasakan sensasi yang belum pernah kurasakan, ya kira-kira begitu lah." Jawab Jimin gugup.

"Tapi wajahmu tak mengatakan seperti itu, kau terlihat ketakutan." Jimin reflek menoleh ke arah Yoongi yang masih memperhatikan dirinya raut wajahnya seolah berbicara 'bagaimana kau tahu?' seperti itulah kira kira.

"Kau tak bisa membohongi Soulmate mu sendiri Park Jimin." Sontak bola mata Jimin melebar dan menatap nyalang ke arah Yoongi. "Jangan mengatakan hal yang bodoh!" Elak Jimin sambil membuang wajahnya, Yoongi menarik tangan kanan Jimin tempat dimana inisial soulmate-nya berada lalu ia menggulung lengan baju Jimin. Bercahaya terang, inisial itu bercahaya walaupun tersamarkan oleh cahaya matahari. Yoongi menggulung lengan bajunya dan menggenggam tangan Jimin erat.

"Kita soulmate Park Jimin."

"A-apa?!"

Dikit-dikit dulu, xixixi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dikit-dikit dulu, xixixi..

Salam cinta dari Jiminie..

Salam cinta dari Jiminie

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐡α𝐝𝐨𝐰 • YoonminTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang