Yoongi menuruni tempat tidur dengan perlahan. Pria itu ingin menyiapkan sarapan untuk jieun sebelum wanita itu terbangun. Semalam jieun sempat mengalami muntah dan sesak didada tapi yoongi benar-benar menjaga jieun dengan sangat baik.
Menyiapkan sarapan untuk jieun dengan perlahan sesekali melirik pergerakan wanita itu takut jika terganggu setelah tadi perawat mengantarkan makanannya. Dengan berat hati yoongi mulai membangunkan jieun ketika pria itu telah selesai menyiapkan makanan dan obat untuknya.
Tapi saat akan mencoba membangunkan, jieun justru sudah terlebih dulu mengerjap-ngerjapkan matanya. Terbuka sempurnah dengan senyuman tipis membingkai diwajahnya ketika matanya bertemu dengan mata sipit kekasihnya.
Yoongi membalas senyuman tipis jieun dengan senyum manisnya. "Apa aku membangunkanmu.?"
Jieun menggelengkan kepala. "Tidak. Aku terbangun karna memang ingin kekamar mandi."
Kali ini yoongi yang menganggukan kepalanya. "Sini ku bantu."
Yoongi mengantarkan jieun kekamar mandi dengan begitu hati-hati seakan wanita itu akan pecah jika saja nanti dia terjatuh.
"Masuklah." Yoongi berdecak kuat saat melihat jieun terburu-buru masuk ketoilet. "Pelan-pelan sayang." Teriaknya dari luar.
Saat jieun keluar kamar mandi yoongi dengan sigap membantu wanita itu kembali ketempat tidurnya. Dan menyuapinya sampai wanita itu menyelesaikan sarapannya serta meminum obatnya.
***
Ruangan inap jiein cukup ramai karna kedatangan suho beserta kedua orang tua wanita itu.
"Sayang bagaimana keadaanmu.? Maaf jika ibu baru sempat mengunjungimu."
"Sudah lebih baik. Tidak apa-apa ibu."
"Iya maafkan kami baru mengunjungimu nak. Ibumu menemani ayah menyelesaikan pekerjaan. Kami tidak bisa menundanya."
"Iya yah tidak apa-apa. Yoongi juga sudah menjelaskan pada jieun." Ucap jieun tersenyum menenangkan. Yoongi memang telah mengatakan pada jieun bahwa dia sendiri yang mengatakan pada orang tuanya untuk jangan mengunjunginya dulu dan tidak usah khawatir.
"Kak suho ngga kerja.? Ayah dan ibu juga.?" Lanjut jieun bertanya menatap mereka bergantian."Kamu ingin kami disini ji.?" Suho bertanya balik.
Baru saja jieun akan menjawab, yoongi malah menyelahnya duluan. "Tidak apa-apa bu, yah serahkan saja jieun padaku. Aku juga tidak akan meninggalkan jieun, jika kita menjaganya bersama pasti tidak diperbolehkan karna akan terlalu ramai. Jadi biarkan aku saja yang menjaganya." Ucap yoongi panjang lebar.
"Ck. Bukankah secara tidak langsung kamu tidak memperbolehkan keluargaku untuk tinggal.?" Ucap jieun kesal atas ucapan sang kekasih.
"Aku tidak mengatakan begitu." Ucap yoongi terlihat cuek.
Jieun mencibirkan bibirnya masam sedangkan suho dan orangtua jieun hanya terkekeh pelan mendengar ucapan sepasang kekasih itu.
"Sudah, sudah. Ayah dan ibu memang masih ada pekerjaan ji. Kami tidak bisa untuk menjagamu sekarang. Tidak apa-apakan sayang.?" Ucap ibu mengalah. Padahal suho apalagi kedua orang tuanya begitu khawatir tapi apa yang dikatakan yoongi benar juga. Mereka juga bisa tenang karna yoongilah yang menjaga anak mereka.
"Oppa juga masih ada pekerjaan ji. Nanti pasti oppa akan datang lagi yah." Ucap suho menenangkan adiknya takut jika jieun kecewa pada mereka.
"Astgaa. Tidak apa-apa ibu, yah, oppa. Kalian tidak usah terlalu khawatir. Aku sudah baik-baik saja sekarang." Jawab jieun tersenyum manis. Jieun memang tidak kecewa jika keluarganya tidak menjaganya. Wanita itu mengerti akan kondisi keluarganya lagian ada yoongi yang selalu menemaninya.

KAMU SEDANG MEMBACA
MINE
Random" Kamu Akan Selalu Menjadi Milikku " - Min Yoongi Ini khusus yang 18+ yah jika masih dibawah umur tolong jangan dibaca .... Mohon pengertiannya 🙏🙏🙏 Semoga suka yah 😊