Luna terbangun ketika alarm otomatis berbunyi, saat membuka matanya, dia melihat lampu kamar berwarna putih.
Luna meraih hpnya kemudian mematikan alarm yang berbunyi. Alya masih tertidur pulas di balik bedcover berwarna dusty purple.
Dia melihat jam dan langsung mandi, dia harus segera ke kampus. Saat Luna keluar dari kamar mandi, kasur sudah tertata rapi, dan alya tengah sibuk menuangkan jus alpukat di sebuah gelas.
"Apa yang kamu lakukan"
Alya berbalik "aku hanya menyiapkan sarapan ala kadarnya"
"Tidak perlu repot"
"Nggak kok, cuman jus sama roti bakar selai"
Tentu tidak sopan jika Luna menolak.
"Aku memilihkan beberapa baju yang bisa kamu gunakan ke kampus diatas kasur, aku tidak tau yang mana yang akan kamu suka, kamu bisa memilihnya"
"Tidak perlu, aku akan pulang kerumah lebih dulu"
"Itu membuang waktu, bukankah lebih efisien jika berangkat dari sini?"
Saran yang masuk akal, luna mengangguk setuju.
Dia memakan roti dan jus yang ada, beberapa saat hening tanpa obrolan.
Hingga Luna memulai pembicaraan yang sedikit serius "tentang malam kemarin.. aku mabuk.. kuharap kamu bisa melupakannya"
"Aku tidak bisa mekupakan sesuatu yang kuingat"
"Apa arti dari jawabanmu"
"Artinya aku tidak bisa berbohong"
"Kalau begitu aku pertegas, aku melakukannya karena aku dikuar kendali, tanpa perasaan ber arti"
Alya tersenyum "aku tau, karena itu aku tidak berharap menjadi yang pertama, aku tidak perduli berada di urutan keberapa, tapi aku ingin ada di sekitarmu"
"Aku tidak bisa melupakan perlakuanmu, rasa kesepian dan frustasi yang kamu berikan padaku dulu, karena itu, aku sudah tidak bisa bersamamu lagi"
"Setidaknya biarkan aku ada di dekatmu, atau jadikan aku pelampiasan amarahmu"
"Tidakkah kamu bisa berfikir sebelum berbicara?"
"Aku sudah memikirkannya, mamu bisa menghubungiku kapanpun kamu mau, kemudian aku akan datang"
Luna tidak menjawab, percakapan berakhir begitu saja.
Luna pergi ke kampus seperti biasa, dia tidak membawa ransel, beruntung matakuliah hari ini tidak berat, dan dosen yang mengajar sangat cuek bahkan tidak terlalu serius mengajar. Biasanya pak hwi hanya masuk, berbicara panjang lebar kemudian memberikan tugas sebelum pulang.
Sebelum tiba ruang kelas, luna terlebih dahulu mendatangi tempat fotocopy mengambil sebuah materi yang sudah di cetak.
"Pagi luna"
Luna melirik ke arah seorang wanita yang dia ingat sebagai teman sekelasnya.
"Pagi" jawab luna
"Katanya pak hwi gak bisa masuk hari ini, dia keluar kota sama pak dekan"
"Pak hwi gak masuk?"
"Kamu gak liat info di grup?"
Sejak pagi Luna memegang hp untuk mematikan alarm dan sama sekali tidak mengecek pesan masuk di Wa.
"Mm aku belum membaca pesan"
"Tapi jangan lupa, tugas tetap di kumpulkan"
"Dimana"
"Perwakilan kelas"
"Siapa perwakilan kelasnya"
"Aku"
Luna memiliki 6 kelas dengan perwakilan kelas berbeda sesuai sks yang dia ambil. Sehingga dia tidak bisa mengingat masing-masing perwakilan kelas yang ada.
"Maaf, kirimkan aku emailmu kalau begitu, aku akan mengirimkan tugasku di email"
"Via Wa aja, kan bisa document via wa"
"Kalau begitu nomor hpmu"
"Kan ada di grup"
Luna membuka hp dan melihat daftar nama di grup, terlihat ada 4 admin.
"Jangan bilang kamu juga gak tau namaku"
Luna diam "aku tidak tau"
"Wah.. kamu kejam sekali, pantas banyak yang menganggap kamu sombong"
"Maaf"
"Namaku ely.. ingat baik-baik namaku, aku tidak akan memberitahumu kedua kalinya"
Luna hanya mengangguk, kemudian ely pergi lebih dulu.
Setelah itu keysa datang, memanggil luna dari jauh.
"Aku mencarimu daritadi, kamu tidak membalas pesanku sejak kemarin"
luna tidak menjawab dia langsung pergi, seakan tidak menyadari keberadaan keysa.
"Luna" Keysa menarik pergelangan tangan Luna "kamu kenapa"
"Kamu siapa"
"Apa maksudmu" tanya keysa
"Apa maumu"
"Apa apaan ini"
"Lepas tanganku" luna menatap dengan ekspresi datar.
"Ada masalah apa?"
"Jangan menyentuhku...."

KAMU SEDANG MEMBACA
Girl love Girl (GXG)
RandomUntuk 21+ banyak kata2 kasar dan adegan dewasa Semua berubah setekah kejadian malam itu, keysha tidak pernah bisa melupakannya. "Semoga kita bertemu lagi" ucap gadis cantik itu setelah mencium Keysha tanpa izin. Ini adalah kisah tentang cinta yang t...