Mas Raga Sayang (12)

341 35 9
                                    

____

Jangan lupa ngaji dan shalawat Nabi🤍
Tetap jaga iman dan imun🤍

Happy Reading!

***
Raga masih meringis karena pukulan di wajahnya terasa sangat sakit. Lelaki itu kesal lantas berjalan ke arah pintu yang ternyata sudah dikunci.

"Naya, buka!"

Raga memencet bel bahkan menggedor pintu berulang kali sambil menyerukan nama Naya.

"Berani banget dia nonjok muka gue sampai lebam begini," dumel Raga sambil terus menggedor-gedor pintu.

"NAYA AYURA NINGTYAS!"

Tidak mendapatkan respon. Raga mengambil ponselnya untuk menghubungi Khafa supaya Naya bertanggung jawab dengan kelakuan yang telah gadis itu perbuat terhadap Raga.

"Ada apa, Bang?"

"Kamu di mana sih?"

"Khafa lagi di lantai atas, Bang. Sebentar, Khafa turun dulu."

"Cepat suruh Naya buka pintunya!"

"I-iya, Bang."

Setelah mengatakan hal itu, Raga mematikan panggilan dengan sepihak. Wajahnya masih tertekuk dengan kesal dengan tingkah Naya hari ini.

"Cewek itu makan apa sampai sekuat itu nonjok gue?"

Ketika masih menggerutu pintu rumah kembali terbuka menampilkan sosok Naya yang memandang Raga dengan sinis.

"Apa sih lo, Ga? Gue udah nahan Ayra sama Nadhira loh biar nggak bukain pintu. Ini malah ngadu ke Khafa," ucap Naya dengan sebal.

"Tanggung jawab!"

"Tanggung jawab apaan dah?" Naya mengerenyit heran.

"Wajah saya jadi lebam begini karena kamu tonjok."

"Yaelah, lebam dikit doang. Manja amat lo jadi cowok," kata Naya menatap Raga meremehkan.

"Saya bukan manja, Naya, tapi saya mau kamu mengembalikan wajah saya seperti semula," ucap Raga dengan datar.

"Ya kagak bisalah, Syamsuddin. Udah terlanjur gue tonjok, tunggu beberapa hari baru bisa kembali ke pengaturan awal."

"Naya Sialan," desis Raga dengan sinis.

"Raga Sialan," balas Naya yang mengikuti gaya bicara Raga.

"Kamu bisa nggak sih sekali aja nggak buat saya naik darah?"

"Affah iyach, Kack?"

"Naya!" seru Raga dengan penekanan.

"Iya, Mas Raga sayang."

"Mulutmu!" seru Raga lengkap dengan tatapan tajam.

"Emangnya kenapa dengan mulut gue? Seksi begini juga," ucap Naya dengan percaya diri.

"Astagfirullah, Naya."

"Kenapa sih ekspresi mukanya begitu Mas Raga sayang?"

Mendengar kalimat tersebut membuat Raga berdecak dengan sebal. Sungguh, gadis di hadapannya ini ingin sekali ia seret lalu diceburkan ke kolam ikan lele.

"Cie Mas Raga sayang."

Tiba-tiba Nadhira dan Ayra bersuara membuat keduanya terkejut. Namun, Naya langsung bisa menetralisir rasa terkejutnya.

Tidak menjawab apapun, Raga langsung melengos pergi meninggalkan ketiga gadis tersebut. Mood-nya benar-benar hancur dan pelaku utamanya adalah Naya.

Rahasia Hati Braga (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang