³Sudut Pandang

77 3 1
                                    

Berhenti untuk membuat semuanya merasa tidak nyaman terutama dirimu sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Berhenti untuk membuat semuanya merasa tidak nyaman terutama dirimu sendiri.

Menjaga kepercayaan orang lain itu diperlukan, bahkan akan membuat mu dipercayai balik.

°°°°

Setelah kecanggungan yang mengikis jarak, menjadikan keduanya semakin akrab. Tidak tahu apa yang membuat mereka sedekat ini, yang jelas semuanya mengalir begitu saja.

"Pernah gak, lagi sakit tapi malah dikatain lebay?,"

"Sejauh ini gak pernah, kamu sakit Mara?" Alma menggelengkan kepalanya segera, sebagai tanda dia baik-baik saja.

"Ghaf, orang yang nyakitin kita banget! banget! banget!!! maafin jangan?" tanya Alma dengan menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

"Coba kamu pikir...,"

"Jangan nyuruh mikir, konteksnya itu nanya," bantah Alma dengan nada yang kesal.

"Tadi belum selesai bicara, coba simulasikan kamu jadi dia....,"

"Tapi gue bukan dia," bantahnya lagi.

"Almaaa...," panggil Ghaftan pelan namun membuat fokus Alma buyar, ia sedikit tertawa.

"Hahahaha sorry yaudah lanjutin,"

"Singkatnya kamu maafin dia karena dia manusia," Ghaftan ini bukannya memberikan solusi malah membicarakan fakta.

"Kalau dia hewan gimanaa?," tanya Alma.

"Hewannya bisa minta maaf gak? enggak kan? memangnya kamu ribut apa sama hewan? ini aneh sih tapi berhubung yang ngajak ributnya kamu jadi gak terlalu mengejutkan,"

"Sembarangan! paling ngajak ribut ayam pernah sih, soalnya berisik, ihhh balik lagi ke topik awal,"

Alma senang mengajak Ghaftan diskusi disela-sela jam istirahatnya yang membosankan. Sebab orang ini selalu merespon hal-hal yang selama ini ingin Almara dengar, beberapa kalimat yang keluar dari mulut Ghaftan memang bagaikan magic word terlepas dari siapa mereka dan apa statusnya.

"Manusia bisa berubah kapanpun," Ghaftan sedang mengerjakan beberapa tugas-tugasnya sambil mendengarkan Alma bercerita.

"Yang bisa berubah kapanpun mah Boboiboy, manusia gak bisa," jawab Alma.

Alma kalau lagi gabut bikin orang lain kesal dengan mendengarkan semua ocehannya. "Bukan berubah secara fisik."

"Coba bayangkan, kamu gak maafin dia tapi dia udah jadi orang yang lebih baik, dendam itu cuma ada dipihak kamu sedangkan pihak dia jiwanya udah tenang," dengan rinci, Ghaftan menjelaskannya.

Inilah jawaban yang diharapkan. "Oke intinya maafin aja karena kita sama-sama manusia," Alma menyimpulkan.

"Ya, terserah mau nyimpulin seperti apa asalkan jangan salah pemahaman, apalagi salah tangkap maksud ucapan saya," Ghaftan tidak sedetik pun mengalihkan pandangannya dari laptop.

Sudut Pandang [Sedang Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang