11. Won't Let Him Go

449 68 6
                                    

Hinata meneteskan air mata tanpa bisa ia sadari. Kilasan masa lalu yang begitu menyesakkan itu menghantamnya layaknya mimpi buruk. Tangan wanita indigo itu bergetar sebelum memeluk Sasuke erat. Seolah tidak ingin melepaskan pria itu selamanya dari dirinya.

"A ... Apa yang akan terjadi pada kami di tahun 1870 ini, Madam? Kau mengatakan kalau kau telah melalui banyak hal dan tidak pernah melupakan saat ketika kau kembali kemari," tanya Hinata.

Sakura menghela napas panjang. Dahinya mengerut sedikit sebelum menghisap kembali cerutu yang digenggamnya. "Setiap kali kau kembali kemari kau dan Uchiha-san selalu memiliki jalan akhir yang berbeda."

"Apa kamu akhirnya berpisah?" tanya Hinata ketakutan.

"Kau akan melupakannya setelah kau melalui satu kehidupan lagi. Kau tidak akan mengingat tentang apa yang terjadi sampai kau bersatu kembali dengannya. Kau tenang saja."

"Madam!"

Wanita merah jambu itu menghela napas kembali dan mematikan bara di dalam cerutunya. Sudah cukup merokok hari ini. "Kau tidak akan mengalami hal seburuk diriku. Aku akan terus dihukum seperti ini sampai kau dan Uchiha-san bahagia. Atau salah satu gadis di sini bahagia. Sesungguhnya, aku sendiri sudah lelah dengan semuanya. Jika bisa mengakhiri kehidupan dan tidak kembali dalam waktu di mana aku melihat kematian pria yang paling kucintai, akan kulakukan. Aku sendiri tidak bisa mengatur bagaimana kisah kalian berjalan karena garis takdir tidak akan bisa diubah. Kau mungkin kembali kemari untuk membuatmu berjalan bersama kembali. Berbeda denganku yang kembali kemari karena aku dihukum."

"Aku tidak ingin kehilangan Sasuke kembali. Tidak bisakah kau membantu kami? Kau sudah membuatku melangkah sejauh ini, Madam! Seharusnya kau bertanggung jawab dengan semuanya! Kau adalah penyebab kesedihan kami semua! Kau memang sepantasnya dikutuk!"

Hinata menghela napas beberapa kali karena sangat marah dengan jawaban Sakura yang sama sekali tidak membuatnya lega. Dia tidak mendapat kepastian apakah dia akan bersama dengan Sassuke dengan bahagia.

"Jika bisa mengulang waktu, aku lebih memilih tidak pernah memberitahukan tentang tattoo itu. Tidak akan mengatakan sesuatu sekalipun kalian memaksaku. Memilih untuk menjalani satu kehidupan saja dan membuatnya indah walau waktu yang kumiliki dengan suamiku singkat. Tapi apa yang terjadi di tahun itu tidak bisa kuubah. Manusia bukan Tuhan, Hinata. Kita tidak bisa melakukan sesuatu jika takdir sudah menggariskan hal yang berbeda."

"Dan kau sudah mencoba mempermainaknnya!"

Sakura terkekeh sedih. "Bukankah kau dan Sasuke di tahun itu yang membuat perjanjian sendiri? Kesalahanku adalah memberitahukan soal tattoo yang kumiliki. Tapi keputusan untuk bersamanya dalam tujuh kehidupan adalah keputusanmu. Aku sudah mengatakan kalau kau akan selalu mengalami kemalangan jika kau mencobanya. Tapi kau tidak peduli."

Hening.

Wanita berkimono merah menyala itu tersenyum. "Sudahlah. Bagaimanapun hal itu akhirnya, aku harus menerima ini sebagai hukuman. Aku akan terus menebusnya. Jadi kau tidak perlu khawatir soal apapun. Aku akan menanggung semua kesalahanku."

"Madam ..."

Sakura menoleh. Tersenyum ke arah Sasuke yang memanggilnya. "Aku minta maaf. Tapi apakah ada jalan untuk mengubah semua ini? Aku ingin bahagia bersama Hinata? Maafkan kami jika kami terlalu memaksa. Tapi ingatan menyakitkan ketika kami kehilangan satu sama lain sangat menyayat hati."

"Hanya kau dan Hinata yang bisa membuatnya berubah. Kau tidak akan kembali ke tahun ini jika kalian sudah bahagia dan memilih pilihan yang tepat."

Setelah mengatakan hal itu, Sakura berjalan keluar dari ruangannya dengan langkah anggun. Membuatnya terlihat seolah-olah melayang dari lantai kayu walau nyatanya wanita itu berjalan dengan kaki yang menapak.

The House Of ColorsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang