Yang tadinya raut wajah mereka cemberut dan marah kini terlihat senyuman merekah pada wajah manis mereka
"Benarkah Sofu?, memangnya Sobo mengizinkannya? "
"Aku yang mengizinkan kalian, kalau Sobo menolak aku akan memaksanya" ucap sang kakek berusaha membangkitakan kepercayaan kedua cucunya
"Baiklah, kalau Sofu mengizinkan... Kita akan memasak bersama nanti malam" ucap Tenn dengan senyum hangat menemaninya
•
•
•
Malam hari~
Ketiga orang yang sudah berjanji akan memasak bersama telah siap di dapur
Mereka akan disibukkan dengan beberapa menu yang telah dipilihnya, memang awalnya sang nenek menolaknya dan terjadi sedikit perang mulut antara kedua paruh baya ini, namun terhentikan ketika sang nenek sudah terbatuk parah dan mulai mengalah saja
Maka setelah memasak sang nenek hanya menikmati makanan yang dibuat oleh suaminya dan kedua cucunya, tidak terlalu buruk, memang pikiran negatif selalu berputar diotak sang nenek seperti mungkin kedua cucunya memberi racun atau semacamnya yang akan membunuhnya, namun tidak mungkin Riku dan Tenn melakukan hal kejam terhadap orang yang lebih tua dan yang telah merawat mereka
•
•
Setelah makan malam selesai~
Tenn sudah berada dikamarnya, ia sibuk dengan laptop yang menyala didepannya, terlihat tangannya terus menekan keyboard dihadapannya, ditemani kopi hangat yang belum disentuh sedikitpun disampingnya
"Tidak, aku rasa yang tempatnya strategis saja" ucap Tenn pada diri sendiri
Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 , dimana seluruh penghuni rumah sudah tidur didalam sarang mereka masing-masing
Di sisi lain~
Terlihat Surai merah yang terpaksa bangun karena tenggorokannya dingin, ia ingin mengambil minuman didapur padahal pasti ia akan menyuruh kakaknya yang entah sudah tidur atau belum, tapi kali ini Riku tidak ingin terlalu merepotkan sang kakak
Tap... Tap.... Tap.....
Suara langkah kaki Riku terdengar sangat jelas di Koridor, karena tidak ada suara lain yang membisingkan hanya ditemani suara serangga malam yang tidak begitu kuat
Tangan Riku memeluk dirinya sendiri menahan rasa hawa dingin yang berhasil menusuk kulit sampai tulangnya, jalannya sedikit terhuyung karena berusaha menahan rasa dingin yang terus menyerangnya
"Harus kuat!!" ucap Riku memberi semangat pada dirinya sendiri
Tidak mungkin belum sampai dapur tubuh Riku sudah mau ambruk saja, tapi tetap ia tahan walaupun tubuh lemahnya tidak bisa bertahan lagi
CKLEK.....!!!!!
Tiba-tiba lampu di Koridor kearah dapur mati dari ujung koridor yang belum dilalui Riku, padahal Riku belum menginjakkan kakinya disana
"Hah..!? " Riku hanya terkejut melihat lampu itu tiba-tiba mati, ya sudahlah Riku melanjutkan jalannya yang tadi sempat dihentikan, namun bukan sampai disitu saja
CKLEK...!!!!
akhirnya lampu kedua ikut mati dengan sendirinya, Riku mulai sedikit ngeri dengan ganjil itu namun pikirannya berusaha positif kembali karena mungkin itu hanya kakek atau neneknya
ᨏᨐᨓ musik horor played ᨓᨐᨏ
"Sobo!!! Sofu!!!... Jangan dimatikan dulu, aku mau kedapur dulu sebentar" ucap Riku sedikit berteriak supaya paruh baya yang dimaksud dapat mendengarnya

KAMU SEDANG MEMBACA
INDIGO (AU IDOLiSH7)✔
HorrorWARNING!! HOROR STORY sebuah rumah dengan misterius, tanpa engkau bekerja, tanpa kau harus membanting tulang dan susah payah untuk mendapatkan uang...... rumah ini dengan sendirinya bisa memberikan semuanya, kenikmatan dan kemewahan yang langsung bi...