6

714 71 0
                                    


Renjun dan jaemin tengah berada di acara ulangtahun pernikahan orangtua Haechan atau bisa dibilang ulangtahun pernikahan paman dan bibinya.

"Renjun?"

"Haechan? Kau sangat manis, kenapa memanggilku?"

"Maaf jaemin-ssi, bisa aku bicara dengan sepupuku hanya berdua?" Ucap Haechan menatap ketus jaemin.

"Jaemin kau tunggu saja di tempat duduk, aku akan datang lima menit lagi." Ucap renjun dan jaemin hanya mengangguk dengan wajah datarnya itu.

"Ayo." Ucap Haechan lalu menarik sang sepupu untuk masuk kedalam kamarnya.

Di kamar Haechan.

"Ada apa Haechan?" Datar renjun.

"Apa aku harus kabur sekarang?"

"Wae?"

"Aku takut menjadi ipar dengan wanita bernama Karina itu." Ucap Haechan.

"Lakukan saja, paling nantinua Paman dan bibi Lee akan marah dan kecewa padamu." Ucap renjun yang duduk di tempat tidur sepupunya itu.

"Aku benar-benar sangat bingung, bagaimana mungkin malam ini juga aku harus bertunangan dengan jeno? Itu sangat tak mungkin." Ucap Haechan.

"Aku rasa, aku sudah memberitahumu kalau bukan hanya kau dan jeno-jeno itu yang akan bertunangan malam ini tapi juga Jun kyu dan pria datar haruto itu." Ucap renjun.

"Apa kau sadar kalau jaemin lebih datar dari pada pria yang kau katakan dingin itu?"

"Dia hanya dingin pada orang lain bukan padaku." Ucap renjun datar.

"Aku juga memikirkan adikku."

"Maksudmu?"

"Dia berkencan dengan Karina. Kalau aku bersama dengan jeno, itu berarti winter tak bisa bersama dengan Karina. Benarkan?"

"Itu urusan nanti saja Haechan. Pasti ada jalan keluarnya. Sekarang kau tenang saja. Sebentar lagi keluarlah. Aku akan keluar lebih dulu." Ucap renjun lalu diapun keluar dari kamar sepupunya itu.

Didepan kamar Haechan, renjun bertemu dengan ten yang akan masuk kekamar adiknya itu.

"Renjun? Bagaimana dengan Haechan? Dia sudah siap?"

"Hmm. Aku duluan Hyung." Ucap renjun lalu diapun pergi sedangkan ten masuk kedalam kamar adiknua itu.

Ceklek.

Haechan melihat pintu kamarnya yang menampilkan sang kakak sulung yang akan menikah dalam waktu dekat karena telah bertunangan jauh-jauh hari, dengan pria asal Chicago.

"Hyung?"

"Ayo keluar Haechan. Semuanya sudah menunggu." Haechan mau tak mau keluar bersama dengan ten.








Di lantai bawah.

Renjun terpaksa harus menyapa orangtua jaemin juga orangtuanya dan juga orangtua junkyu, jeno, dan haruto, sedangkan jaemin hanya menatapnya sejak tadi di tempat duduk.

"Sudahlah jaem. Tunanganmu tak akan menghilang." Ucap jeno tapi jaemin tak merespon sama sekali.

"Jaemin. calon adik iparku cantik juga ya." Goda jaehyun yang tiba-tiba muncul.

"Na Jaehyun!" Kesal jaemin.

"Aku hanya bercanda." Ucap jaehyun lalu diapun pergi sedangkan jeno hanya menggelengkan kepalanya melihat jaemin yang sikapnya tak berubah jika tak menyangkut tunangannya itu.  Ketiganya melihat jaehyun mendekat pada renjun dan berbisik sesuatu hingga renjun mendekat kearah mereka.

"Jaemin?"

"Ikut aku." Ucap jaemin datar lalu menarik tangan renjun pergi ketempat yang setidaknya lebih sepi.

Setelah kepergian jaemren, acarapun berlangsung dan pertunangan antara jeno dan Haechan juga haruto dan Jun kyu telah terjadi, sekarang keempat orang itu sedang sangat canggung. Tapi mungkin hanya tiga karena haruto hanya bersikap datar seakan-akan tak ada sesuatu yang terjadi.

Sampai karina selaku kembaran jenopun mendekat.

"Jeno."

"Ada apa Karina?"

"Kau Haechan. Untuk saat ini biarkan aku berkencan dengan winter. Walaupun aku tau, kalau aku adalah iparmu." Ucap Karina.

"Aku mengerti." Ucap Haechan malas.

"Sudahlah Karina. Kenapa harus membahas hal ini."

"Harus, karena aku dan winter sepakat untuk tidak putus sampai kami lulus." Ucap Karina.

"Ne, sekarang bisa pergi Karina. Aku benar-benar masih meratapi nasib karena pertunangan dadakan ini." Ucap Haechan. Dan karinapun pergi begitu saja dengan wajah kesalnya.

"Mianhe Haechan."

"Tidak masalah. Ini renjun mana?"

"Dia ditarik jaemin ntah kemana." Ucap jeno.

"Aaa." Angguk Haechan.

















Di salah satu bagian mansion Lee yang sedikit sepi jaemin menghimpit renjun antara dinding dan dirinya.

"Kenapa jaemin?"

"Apa yang dikatakan jaehyun Hyung padamu? Kenapa dia berbisik padamu?" Kesal renjun. Renjun hanya membuang nafasnya lalu diapun mengalungkan tangannya pada leher jaemin yang mulai terlihat posesif padanya.

"Dia hanya mengatakan kalau kau menungguku dengan wajah cemberut dan itu sangat mengganggunya. Lagian jaemin, aku tidak mungkin melakukan hal gila dengan berkencan dengan orang lain saat aku telah memiliki tunangan." Ucap renjun.

"Aku hanya tak suka. Kau tau itu kan?"

"Ne. Aku sangat tau." Ucap renjun lalu diapun tersenyum membuat jaemin ikut tersenyum dan membawa tunangannya itu kedalam pelukannya.

"Mianhe." Ucap jaemin.

"Hmm." Ucap renjun sembari menganggukkan kepalanya dan menikmati pelukan dari tunangannya itu.

































😎😎😎

On The Way (jaemren ft nohyuck & harukyu)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang