1 jam setelah pembicaraan lewat telpon tadi yoongi tidak pernah meninggalkan jieun sedetikpun. Dia selalu memeluk erat sang kekasih, menghantarkan rasa sayang yang teramat pada gadis itu yang masih tertidur pulas dalam pelukannya.
Entah sudah berapa kali pria itu menghembuskan nafas beratnya. Pikirannya dipenuhi dengan sang kekasih setelah nanti mengetahui semua ini. Khawatir terlihat jelas diwajah tampan pria itu.
Berusaha tersenyum saat melihat sang kekasih mulai mengerjap-ngerjapkan matanya adalah hal yang harus dia lakukan saat ini.
"Sudah bangun. Mmhh."
Pria itu semakin mengeratkan pelukannya sembari terus melayangkan kecupan dipucuk kepala gadis itu."Yoon. Aku tidak bisa bernafas. Kamu memelukku terlalu erat."
"Benarkah. Aku tidak." Ucapnya enggan melepaskan pelukannya.
"Yoon lepaskan." Ucap jieun kesal sambil mendorong pelan dada yoongi.
"Kamu tidak mau aku memelukmu.?"
"Bukan begitu yoon."
"Kalo begitu diamlah. Aku masih ingin seperti ini."
Jieun akhirnya diam membiarkan. Pria itu sebenarnya ingin mengulur waktu sedikit lagi. Dia tidak tau bagaimana harus memulai, memberitahu sang kekasih kabar yang diterimanya.
Menarik nafas panjang akhirnya pria itu memantapkan niatnya. "Ji. Ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian." Pria itu mengambil jeda membuat gadis dalam pelukannya mengernyitkan dahi tapi tidak berniat untuk membuka suara. "Karna aku akan selalu bersamamu."
"Apa kamu sedang mau melamarku.?" Ucap jieun menggoda pria itu tapi yang jieun dapat bukan kekehan seperti biasa ato godaan balik untuknya malah hanya terdengar helaan berat dari sang kekasih.
Yoongi merenggangkan pelukannya memberi sedikit jarak antara mereka lalu pria itu menatap lekat dan sendu kearah jieun.
"Ji orang tuamu dan suho mengalami kecelakaan." Pria itu lagi-lagi menarik nafas berat tidak sanggup melanjutkan perkataannya. "Mereka meninggal dunia." Lanjutnya lirih masih menatap lekat sang kekasih.
Jantung jieun seakan mau keluar dari tempatnya tapi dia berusaha mencari kebohongan dikedua mata yoongi yang tidak berhasil didapatnya. "Kamu bercandakan yoon. Itu sungguh tidaklah lucu." Ucapnya mengesampingkan kebenaran yang dia lihat dikedua mata pria itu.
"Ji." Lirih yoongi.
Air mata jieun mulai mengalir. "Yoon aku sungguh-sungguh akan marah padamu. Katakanlah jika kamu hanya bercanda yoon."
Ucap jieun masih belum mau menerima.Yoongi dengan cepat membawa jieun kedalam pelukannya, memeluk wanita itu seerat mungkin ingin menenangkan sang kekasih walaupun dia tau itu tidaklah akan mungkin.
"Aku juga berharap seperti itu ji. Bahwa aku hanyalah sedang bercanda. Tapi kenyataan berkata lain."Saat itulah air mata jieun bercucuran deras. Dia meronta dan menangis sejadi-jadinya dalam pelukan yoongi.
"Bohong. Kamu bohong yoon. Aku membencimu. Kamu pembohong." Ucap jieun histeris sembari memukul-mukul dada bidang pria itu.
Pria itu tidak melepaskan bahkan tidak merenggangkan pelukannya sama sekali pada gadis itu.
"Marahlah. Pukullah. Lakukan apapun yang kamu inginkan ji. Tapi ingatlah aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Ucap yoongi dengan air mata yang mulai menetes dipipinya.
"Lepaskan.!! Aku ingin bertemu mereka." Teriak jieun dengan tangisan kencang.
Yoongi menggelengkan kepalanya dengan air mata yang semakin deras. "Orang tuamu belum ditemukan ji. Mereka mengalami kecelakaan pesawat."

KAMU SEDANG MEMBACA
MINE
Random" Kamu Akan Selalu Menjadi Milikku " - Min Yoongi Ini khusus yang 18+ yah jika masih dibawah umur tolong jangan dibaca .... Mohon pengertiannya 🙏🙏🙏 Semoga suka yah 😊