"A story i've never seen before".
Kalau saja akar pohon itu tidak kokoh mungkin akan mati dan tidak bisa bertahan lama.
"Haruskah bertahan?". Jawabannya sesuai bagaimana caramu memandang.
°°°
"Setiap hal yang dilihat melalui dua kepala yang berbeda...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading Y'all
Alma dan Ghaftan tak sengaja bertemu di taman. Sepertinya Ghaftan tengah membawa adiknya berjalan-jalan sebelum berangkat kerja. Gadis kecil yang bernama Moi itu tengah berlarian mengejar seekor ayam yang nyasar ke taman.
"Kasian ayamnya nanti trauma."
"Di dunia per-ayaman ada psikolog nya gak? kasian ih itu ayam di kejar-kejar sama Moi," Alma heboh sekali melihat anak kecil, lebih tepatnya ia takut Moi jatuh karena berlarian.
"Pikiran kamu harus di rem dikit, mana ada hewan jadi dokter. Dokter hewan aja Manusia,"
"Kenapa sih kalau ngomong gak pernah salah, fakta mulu, kan gak bisa di sanggah,"
"Itu namanya kelebihan,"
"Kenapa gue selalu mikir hal-hal gak jelas deh,"
"Gakpapa wajar, lagi masa pertumbuhan," Mereka berdua berbincang sambil memperhatikan Moi.
"Makin hari, makin gila," mulut Alma harus di asah lagi supaya lebih halus.
"Ucapan adalah doa."
"Heh bener! ih gue masih pengen waras, cara narik ucapan gimana ya,"
"Minta maaf sama diri sendiri, gak akan ngata-ngatain lagi,"
Alma nurut saja lagi dengan saran Ghaftan "Maaf ya Almara tadi cuma gimik, janji gak lagi. Janji? ah gak usah deh ntar keceplosan terus minta maaf lagi,"
Ghaftan sudah tak asing dengan tingkah Alma, ia hanya geleng-geleng kepala memperhatikannya. "Gue kira dulu udah paling aneh ternyata ada yang lebih aneh lagi."
°°°°
Siang ini Vega menyempatkan diri untuk datang ke kedai sudut pandang. Begitupun dengan Vega, ia hendak menemui kakaknya. Kebetulan Ghaftan sering mengambil banyak job freelance, hal itu yang membuat Vega sulit untuk menemui sang kakak.
"Alma itu orangnya seperti apa?," Vega ingin mengulik fakta tentang Alma, entah karena tertarik untuk menjadi temannya atau justru sebagai cara untuk mencari tahu kelemahan Alma. Kita semua tidak ada yang tahu selain Vega dan isi kepalanya.
"Kamu gak akan tahu dia sebelum kenal secara personal, bahkan gue aja yang kenal dia bertahun-tahun tetep gak tahu semuanya, jadi kalau ditanya Alma seperti apa katanya jawab aja seperti yang lo lihat karena dia gak bisa membuat semua orang melihat dia seperti yang dia inginkan," Vee masih sangat menjaga persahabatannya dengan Alma.
"Tapi menurut gue Alma orangnya egois, emang gak ngerasain? bahkan dia bisa saja merebut sesuatu yang menurut lo berharga Vee," wah kacau, Vega semakin bertingkah macam-macam.