Author POV
Mentari pagi telah menampakan sinarnya. Menghangatkan bumi beserta isinya. Sinar hangat mentari pagi itu masuk ke celah jendela kamar seorang wanita dan mengusiknya untuk segera bangun dari dunia alam bawah sadarnya.
Dita Karang, wanita cantik itu mengerjapkan matanya beberapa kali dan menggeliat. Menguap lebar, mengusap matanya yang masih berkunang-kunang dan segera bangkit dari tidurnya."Hoaaam...." Tangannya berusaha mengambil jam weker yang ada di atas meja nakasnya, di samping ranjang miliknya. Ia mengusap lagi matanya yang masih memburam dan sulit mengatur fokus itu. Saat ia sudah sadar sepenuhnya, ia membelalakan matanya lebar-lebar.
"OH MY GOD! Jam 9?! Sialan! Kenapa aku bisa telat seperti ini?!" umpatnya kesal saat ia melihat jam wekernya. Ia melesat menuju ke dalam kamar mandinya dan segera membersihkan tubuhnya secepat mungkin.
Dita dengan cepat menata rambutnya dan merias wajahnya. Setelah tampilannya rapi, ia langsung menyambar roti isi buatan ibu angkatnya itu dan berlalu pergi tanpa sempat berpamitan oleh ibu dan ayah angkatnya.
"Ya ampun! Apakah ini masih sempat? Aku pasti akan kena amukan pagi ini oleh si bapak CEO muda yang galak itu!" gumamnya kesal. Meskipun ia biasanya berjalan kaki menuju kantornya, kali ini ia harus menaiki taxi agar ia dapat segera sampai kantornya. Meskipun ia berangkat menggunakan mobil, tetap saja hatinya merasa sangat tidak tenang.
"Pak supir, bisa lebih cepat tidak pak!? Aish, saya sudah sangat telat ini!" keluh Dita kalut. Lelaki paruh baya yang bertugas sebagai supir taxi itu mendelik dari arah sepion dalam.
"Saya sudah berusaha secepat mungkin, nona. Tetapi maaf jika usaha saya tidak membuahkan hasil apa-apa bagi anda," jawab supir taxi itu pada Dita. Wanita itu hanya mendengus kesal.
Lima belas menit kemudian, taxi yang ditumpangi oleh Dita berhenti di depan sebuah kantor megah nan mewah. Dita buru-buru turun dengan cepat meski ia belum menerima uang kembali.
"Nona! Anda belum menerima uang-"
"Ambil saja kembaliannya!" teriak wanita itu cepat dan ia langsung berlari memasuki gedung megah kantor perusahaan Han Smart Finance Group.
Dita dengan cepat berlari menuju ruang kerjanya, meskipun ia hari ini sedang memakai Stiletto yang lumayan tinggi. Beberapa pegawai terlihat menyapanya. Namun wanita itu hanya menjawab kata 'pagi' tanpa menoleh sedikitpun. Ia sudah berada di depan ruang kerjanya. Namun ia tidak langsung memasuki ruangan itu. Dita menghela napasnya yang masih terasa sesak dan tersenggal. Namun dengan tiba-tiba, ia terperanjat kaget karena adanya suara bariton tegas dari seseorang yang begitu familiar di telinganya.
"KENAPA KAU TIDAK CEPAT MASUK?!" Dita mengelus dadanya yang terasa kaget. Ia cepat-cepat memasuki ruangan yang sudah ia anggap sebagai 'neraka' itu dengan hati-hati.
"Se-selamat... pagi... Tu-Tuan Han...."
"KENAPA KAU TERLAMBAT?" Dita kembali terperanjat saat Jisung -atasannya itu membentak dirinya.
"Oh my god!" Dita kembali menelan salivanya dengan susah payah.
"Ma-maafkan saya, tuan. Tadi... tadi di jalan ada sesuatu-"
"SESUATU APA?" bentak Jisung lagi. Dita mendengus kesal. Ia mengepalkan tangannya dan menghela napasnya dalam-dalam.
"Kau jangan berani-beraninya berbohong padaku, Dita Karang!" sambung Jisung lagi. Dita hanya bisa terdiam. Ia bingung ingin berkata apa. Lidahnya bahkan terasa sangat kelu.
"Sudahlah Jisung. Mungkin di jalan ada macet tadi," sergah Chan kemudian. Dita menghela napas lega. Ia beruntung bisa satu ruangan juga dengan tuannya yang sangat baik itu, meski bukan bos utamanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Bad Boss is My Husband • HAN x Dita
Fanfic[ Stray Kids x Secret Number ] "Kenapa ayah harus menjualku kepada sosok bajingan berhati sedingin balok es yang berkedok bosku di kantor tempatku bekerja?! Aku akan bekerja lebih giat lagi asalkan tidak harus dinikahi oleh lelaki angkuh, arogan, ta...