🌾Siapa dia 2🌾

0 0 0
                                    

Tingg

Michelle🐭

[Al udah dirumah kan..]

[ iya, kenapa]

[Cuma mau mastiin aj]

[Oh, oke]
[

Mandi! bauk🤥]

[shapp bunda]

Alona tersenyum membaca pesan dari sahabat nya, ia beranjak berdiri lalu mandi. Komik itu kembali di letakkan di meja belajar Alona.

Selesai mandi, Alona mengecek ponselnya untuk mengetahui pukul berapa kah ini. Kemudian Alona duduk di kursi belajar nya, dia menyingkirkan komik yang ada di hadapannya lalu mengambil laptop yang berada di loker meja.

Alona mulai membuka tugas yang belum ia selesaikan, meski esok adalah hari liburnya, namun Alona harus tetap berangkat untuk mengumpulkan skripsi.

Setelah itu Alona pergi keluar kamar tanpa membawa apapun termasuk ponsel, ia mendatangi ruangan ibunya. Ibunya terlihat sedang menatap selembaran kertas yang menumpuk di meja nya.

cklekk

"Alona ada tugas makalah" cetus Alona, kemudian ibunya menoleh.

"Good, selesaikan malam ini. Dan... ini materi kamu yang tertinggal, pelajari ini karena bulan depan kamu sudah ujian" sahut ibunya memberikan sebuah makalah yang berisi materi.

Alona berbalik badan untuk keluar dari ruangan ibunya. Namun, ibunya memanggil ia kembali.

"Al, setelah pulang kuliah langsung pulang. Mamah nggak suka kalau kamu keluyuran dulu, Mamah juga nggak suka kalau kamu tidur disaat pelajaran berlangsung" Alona berhenti tanpa menoleh lalu ia melanjutkan jalan untuk keluar.

"Ya, Mah. Alona minta maaf"

Fyuhh...

Slamet jantung aku!

Rasanya jika Alona berada di ruangan ibunya, paru paru pernafasan nya tidak berjalan dengan lancar.

Karena setiap ia dipanggil kesana pasti selalu tentang pelajaran, Alona lelah. Ibunya itu sangat tergila-gila untuk menjadikan Alona gadis yang berprestasi, terkadang Ayah Alona juga merasa kasihan terhadap Alona.

Setelah selesai mengerjakan makalah, waktu menunjukkan pukul 03.00 pagi. Tidak sempat lagi untuk Alona membaca materi yang diberikan oleh ibunya, Alona langsung tertidur dan bangun pada pukul 08.00 WIB.

"Alona..?"

tokk tokk

"uhmm.." desah Alona terbangun dari tidurnya.

Alona berdiri dengan rambut acaknya.

"Ya, pah?" sahut Alona setelah membuka pintu kamarnya.

"Sarapan sudah siap, kamu makan ya. Papah mau berangkat dulu, Mamah udah pergi dari pagi karena ada kelas" jelas Amar kepada Alona.

"hmm, iya pah" sahut Alona mencium tangan Ayahnya.

Alona memasukkan tugasnya kedalam tote bag, lalu dia melihat komik yang juga berada di atas meja nya. Dia membawa komik itu untuk dibaca di perpustakaan nanti.

Kampus, Jum'at 10.00 wib

Setelah selesai Alona menyerahkan tugasnya, dia langsung pergi ke kantin untuk makan siang karena tadi dia hanya sempat minum tanpa sarapan. Selesainya makan, ia langsung menuju ke perpustakaan untuk membaca buku sembari meneteng materi yang diberikan ibunya semalam.

Saat itu dia berhenti di meja khusus pemesanan/ pengecekan buku yang tersedia disana, didalam mesin canggih yang besar.

Saat ia melihat buku yang ingin ia baca, untungnya masih tersisa satu, Alona segera menjulurkan tangannya untuk memencet tombol disana, namun tangan Alona terhenti ketika dari sisi belakangnya pun ada tangan besar yang memejet tombol itu.

Alona menoleh kearah datangnya tangan tersebut, terlihat lelaki tinggi dengan paras ganteng yang dilengkapi kacamata trend itu.

"Ah, sorry? gue baca dulu gapapa kan?" ucap lelaki itu membuat Alona tersadar akan lamunannya terhadap wajah tampan itu.

Yang kemarin? -batin Alona teringat ialah pria yang membantu petugas kebersihan kemarin.

"Hah? oh, tapi kan aku udah duluan disini?" sahut Alona yang tidak mau kalah.

"Tapi kan gue yang mencet duluan" sahut kembali lelaki tersebut.

"Y-yaudah duluan aja" kalah Alona kemudian dia berjalan ke meja dekat jendela.

Alona mengeluarkan Materi yang diberikan ibunya semalam, ia mulai membuka dan membacanya dengan perlahan, namun lelaki tadi sangat mengganggu Alona.

Bagaimana tidak? dia kini duduk di depan Alona, sembari Alona menatap nya, kemudian ke bukunya. Alona merasa terganggu dengan cahaya sinar dari wajahnya itu.

Alona sedang berusaha untuk fokus namun tidak bisa, ia kembali memasukkan materi itu lalu menggantinya dengan buku komik yang ia bawa dari rumah. Pria itu melihat Alona yang mengeluarkan buk komik itu, buku itu di berikan dari pria itu. Pria yang bahkan Alona pun tidak kenal.

Pria itu dengan detail menatap wajah Alona yang sedang membaca buku komik itu, senyuman tulus yang terukir di bibirnya ia tunjukkan kepada gadis cantik didepannya.

"Masih sama kaya yang dulu" lirih pria itu membuat Alona menatapnya, mereka bertemu mata. Kemudian pria itu mengalihkan pandangannya.

"Hah?" kejut Alona. Pria itu menatapnya kembali.

"N-nggak, ini.. ceritanya bagus" sahut pria itu gugup.

Alona mengangguk pelan, kemudian ia menunduk kembali. Kemudian Alona menatap pria itu yang kini sudah fokus terhadap buku komiknya itu.

"Apa ya? aku kok merasa kaya ada yang nggak asing" batin Alona menatap tajam pria itu.

Pria itu tersadar bahwa gadis didepannya sedang menatap tajam dirinya, pria itu salting hingga tanpa sadar menanyakan alamt rumah Alona.

"Ah, gimana kalau ini komiknya gue paketin ke rumah lo?" ucap pria tersebut membuat Alona terkejut.

"Hah?" sahut Alona.

"Ahmm.. nggak, itu.. maksud gue, kan masih banyak part yang belum gue baca. Dan sebentar lagi kelas gue mulai, jadi gue ada niat buat paketin komik ini ke rumah lo kalau gue udah selesai baca" jelas pria itu membuat Alona tercengang.

"Kayaknya nggak perlu sampai di paketin deh, haha.. nanti aku pinjem lagi aja kalau komiknya udah kamu kembaliin" sahut Alona.

"Hah? kan gue nggak pasti kapan bakal ngembaliin komik ini, bisa jadi gue lupa. jadi.. kalau lo keberatan buat ngasih tau alamat rumah, gimana kalau nomor hp aja? biar nanti kita ketemuan aja" sahut pria itu tidak mau kalah, ia harus mengetahui nomor hp Alona.

"Ah.. i-iya, gitu aja kali ya?" sahut Alona yang terbingung.

Pria itu memberikan ponselnya kepada Alona, dan Alona mulai mengetikkan nomor hp nya.

"Oke, thanks gue masuk dulu ya" pamit pria itu kepada Alona, lalu Alona tersenyum datar.

Alona masih dengan wajah yang bingung, lalu ia kembali membaca komik itu.

Masih menjadi misteri, siapakah laki-laki yang membuat Alona tanpa malu menatapnya?

inst:rissylia_

Follow ya guyss, Dm follback pasti di follback kok, author baik kok hehe🙏🏻

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 30, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Expect YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang