Belakangan ini, sikap Takeru menjadi aneh. Bukan hanya kepadaku, tapi juga kepada Ame, Hibiki, dan anak-anak basket lainnya. Ia lebih pelit ngomong dari biasanya. Kalau sms juga jawabannya lebih singkat. Singkat banget malah! Aku sebagai sahabatnya jadi khawatir. Ame sudah berusaha berbicara padanya, tapi hasilnya nol besar. Akhirnya, akulah yang mencari tahu.
"Takeru, akhir-akhir ini kamu kenapa sih?"
"Memangnya aku akhir-akhir ini kenapa?" Takeru balik bertanya.
"Yah bagaimana sih. Maksudku, kamu tidak seperti biasanya."
"Iya ya? Memang biasanya aku bagaimana?" Aku menepuk dahiku.
"Takeru, masa kamu sendiri tidak menyadari apa yang kamu lakukan belakangan ini?"
"Rasanya semangatku hilang. Tidak tahu kenapa."
"Kalau ada masalah, kamu kan bisa cerita sama aku atau sama Ame. Kita kan sudah bersahabat sejak SMP." Kataku. Ia terdiam cukup lama.
"Sebenarnya ada satu masalah sih." Tuh kan.
"Apa? Masalah keluarga? Lagi tidak senang sama seseorang? Atau jangan-jangan... Kamu akhirnya punya penggemar rahasia?" Takeru tertawa.
"Mana mungkin ada penggemar rahasia? Lagipula, masa ada penggemar malah jadi masalah sih? Kamu ini aneh-aneh saja..."
"Eh, jangan salah! Ada lho! Kamu itu selama ini punya seorang penggemar rahasia. Yah, bisa saja penggemarmu itu fanatik, itu kan masalah!" Kataku tidak mau kalah.
"Iya sih ya. Hah? Siapa penggemar rahasiaku?" Tanyanya, tertarik. Aku tersenyum misterius.
"Kalau aku bilang, bukan rahasia lagi dong." Kataku sambil menjulurkan lidah.
"Oh iya ya... Hahaha..." Senang melihat Takeru kembali ceria seperti biasanya. Tapi aku heran juga, kenapa Ame gagal mengorek rahasia dari Takeru, orang yang selama ini ia sukai sejak SMP. Padahal Ame itu manis, imut, mungil, pokoknya asyik deh orangnya. Banyak lho yang menembak Ame waktu SMP. Tapi semuanya ditolak, soalnya Ame masih berharap pada Takeru, berharap Takeru bisa membalas perasaannya.
"Sebenarnya, masalahnya itu..." Kalimatnya menggantung. Aku mendengarkan dengan serius.
"Aku ... lagi suka sama seseorang." Suka? Wah, pasti Ame ini! Tidak salah lagi! Pasti Ame senang kalau mendengar berita ini.
"Kenapa? Kok kamu senyum-senyum sendiri?" Kata Takeru sambil mencubit pipiku.
"Tidak apa-apa. Hehehe..."
"Hmm, Riku, aku mau ngomong berdua sama kamu. Tentang ... masalah ini. Sepertinya aku butuh konsultasi. Bisa?"
"Oooh? Kau ingin berkonsultasi denganku? Bisa, bisa. Kapan? Kalau hari ini aku sepertinya tidak bisa."
"Besok, pulang sekolah, di kelas. Bagaimana?"
"Besok aku bisa."
"Sip, terima kasih ya."
"Iya." Bersamaan dengan itu, sesorang menepuk pundakku. Aku menoleh ke belakang. Hibiki.
"Sedang apa dari tadi? Kelihatannya serius."
"Lagi membicarakan misi rahasia dengan Brigadir Takeru." Jawabku asal. Kulihat Ame sedang duduk-duduk di depan kelas. Aku segera menyusulnya.
"Hoi, Ame!"
"Eh Riku, ada apa?"
"Tahu tidak kenapa Takeru akhir-akhir ini jadi aneh?" Mendengar nama Takeru, Ame segera memasang wajah serius.
"Ke-kenapa?"
"Dia ... lagi ... suka sama seseorang." Mendengar itu, Ame langsung lompat-lompat bahagia, tapi sebentar kemudian dia duduk lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Slamdunk My Heart
Novela Juvenil~ ○ ~ Shirokawa Riku, seorang siswi SMA yang dalam hidupnya belum merasakan apa itu cinta terhadap lawan jenis, mulai mengubah pemikirannya saat musim semi datang di tahun keduanya di SMA Kitahara. Di sana ia bertemu dengan Kurosawa Hibiki, murid pi...