Good Boy x Akashi Haruchiyo [Sanzu]

1.3K 48 0
                                    

Jangan lupa follow & vote!! Enjoy guys!

***

[Name] dan Akashi itu.. bagaimana ya? Mereka telah menjalin hubungan sejak duduk dibangku sekolah menengah atas. Menurut [Name], Haru itu sebenarnya sosok lelaki yang sangat baik, hanya saja Haru lebih sering menghabiskan waktunya untuk mengabulkan 1001 permintaan Manjiro daripada berkencan dengannya. Jujur saja [Name] merasa kesal kepada Manjiro, semua orang selalu saja menuruti perintahnya, padahal sikapnya sangat egois.

Dan satu hal yang [Name] tau, bekas luka dikedua ujung Akashi Haruchiyo juga merupakan perbuatan dari lelaki egois bermarga Sano itu. KENAPA JUGA KEKASIHNYA HARUS MENGHABISKAN BANYAK WAKTU DENGAN SESEORANG YANG BAHKAN SELALU BERBUAT SEENAKNYA ITU??!! [Name] benar-benar tidak habis pikir.

[Name] selalu sabar harus menjadi seseorang yang selalu dinomor duakan oleh sang kekasih. Namun kali ini tidak lagi. Ini sudah lebih dari keterlaluan, ia sudah menunggu satu jam lebih di taman yang sudah mereka janjikan untuk berkencan namun Haruchiyo belum juga datang. Bahkan hingga hujan turun dan [Name] memutuskan untuk pulang.

Sungguh, [Name] benar-benar lelah kali ini. Haruchiyo tidak datang padahal mereka sudah berjanji untuk berkencan namun sekarang ia malah mendapatkan telpon dari Senju, adik Haru yang mengatakan bahwa Haruchiyo ditahan di penjara remaja karena mengikuti tawuran yang menyebapkan dua orang meninggal.

Dan sekarang disinilah [Name] berada, didepan sebuah meja yang ditengahnya terdapat kaca pembatas antara dirinya dan Haru. Wajah lelaki itu terlihat merasa bersalah, namun name terlihat tidak peduli, toh dia memang salah kan?

"[Name].. maaf"

"Ya"

Hanya satu kata yang bisa [Name] katakan, ia memutuskan untuk menarik kehidupannya dari si pria Akashi.

***

"[Name]-san! Ingin pulang bersama?"

Ujar seorang lelaki berrambut gondrong dengan senyum lebar yang memperlihatkan kedua gigi taringnya. Ia memberhentikan sepeda motornya didepan halte universitas untuk sekedar mengajak [Name] untuk pulang bersamanya.

"Tidak usah Baji-san, lagipula aku harus mampir ke kombini dulu untuk belanja bulanan"

Tolak [Name] karena tidak ingin merepotkan. Sudah terhitung tiga tahun setelah ia meninggalkan kota asalnya dan menempuh pendidikan di Ibukota, Tokyo. Dan di waktu tiga tahun ini juga [Name] tidak pernah menemui Haruchiyo barang sekali.

"Tidak apa, lagian akan susah jika kamu harus naik bus dengan seluruh belanjaanmu"

"Baiklah, terimakasih Baji-san"

"Ucapkan itu nanti"

***

"Bawang bombai, buah, cabai, emm apa lagi ya"

Monolog [Name] sembari memilih kebutuhannya sehari-hari.

"Oiya! Sikat gigi, aku harus mengganti sikat gigiku. Dimana ya...

Em permisi, tempat sikat gigi dan odol dibagian mana ya?"

Tanya [Name] kepada seorang pegawai yang sepertinya tengah mengepel lantai kombini tempatnya berbelanja.

ONESHOT LEMON [TOKREV]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang