dua

51 3 5
                                    

"kek nya kita harus cari tau" ucap Dea, mereka mengangguk setuju

"Gue sih, set7 aja" ucap rafka santai

"Tapi tania ga pernah cerita sebenernya apa yg terjadi" jelas Gita tiba-tiba

"kalo pun dia ada masalah, pasti bilang ke kita, kan kita sahabat nya" ucap rere

"Kita harus hati-hati!" Ucap Laura tiba-tiba membuat mereka sedikit terkejut karna lau ra datang tiba-tiba

"Ngagetin aja" ucap rere

"Maksudnya?" Tanya Haikal

" 'dia' ada di sini" ucap Laura datar, mereka diam mematung dengan terkejut

Hening

"Lo, bisa liat?" Tanya rafka, Laura pun mengangguk

"Omongan juga harus hati-hati, jangan asal bicara sembarangan" peringatan dari Dea

"Apa Lo juga bisa liat de?" Tanya Gita penasaran

"Soal nya Lo bilang, hati-hati" ucap Gita, mereka menatap Dea penasaran

"Ya" ucap Dea mereka terkejut

"Jadi kita selidiki aja masalah ini" ucap Haikal

"Sekarang Tania kemana?" Tanya Dea

"Di tenda, lagi istirahat" ucap Laura

"Okok, udah pergi-pergi ke tenda sana" tegas Dea mereka pun pergi ke tenda masing-masing

"Gunting, batu kertas" ucap mereka, Dea,Keysa, Gita mengeluarkan gunting,sedangkan Rere menggunakan kertas

"Yahhh, gue kalah" ucap rere sedih

"Truth or dare?" Tanya Dea, Rere memikir sebentar

"Truth" ucap nya, sekarang Keysa yang bertanya pada Rere

"Lo suka sama siapa?" Tanya Keysa, Rere membulat kan matanya kaget

"Ngga, gue ga suka sama siapa-siapa" ucap rere sedikit kesal

"Bener nih?" Tanya Dea

"Farel ya??" Tanya gita, Rere segera menggeleng cepat

"Udah lah, gue mau tidur" ucap rere lalu pergi tidur, mereka hanya tertawa

~~~~~~

"Hehh!!!" ucap Dea sedikit berteriak

"Kenapa?" Tanya Keysa sambil mengucek matanya

"Lo denger ga si?" Tanya Dea takut

"Denger apa?"

"Kayak ada yang nangis di pinggir tenda" ucap Dea, rere membulatkan matanya

"Tapi ga ada bayangan nya" ucap gita

"Liat sana!" Titah Dea, rere menggeleng takut

"Lo aja, gue takut" ucap rere, Dea pun mengecek ke luar tenda, tapi tidak ada siapapun disana

"Ga, ada siapa-siapa" gumam Dea ia sudah mulai takut, tiba-tiba saja seseorang menepuk pundak nya membuat Dea takut untuk menoleh tapi ia menoleh ia melihat seseorang yg membuat nya terkejut

"Lo.....Riki kan?" Tanya Dea dengan wajah takut

"Lo adek nya Tania kan?ngapain di sini?!!" Ucap Dea takut

"Gue cuma mau liat kakak gue" lirih Riki pelan,sangat pelan membuat Dea tak mendengar nya

"Hah? Apa? Ga kedengeran" ucap Dea asal

"Gue mau ketemu sama kakak gue!" Ucap Riki sedikit membentak

"Pergi sana, ini udah malem!" Peringatan dari Dea, setelah mendengar ucapan Dea Riki menghilang dengan cepat, Dea segera berlari kecil masuk ke tenda

"Siapa?"

"Riki" ucap Dea

"Riki!" Ucap Gita  sedikit berteriak

"Gausah teriak! Nanti Tania denger!" Ucap Dea marah

"Maaf, soalnya gue kaget"

"Ngapain dia kesini?" Tanya keysa

"Katanya mau ketemu sama Tania" jelas Dea

~~~~~~~~

"Kemarin gue liat Riki, kesini" ucap Dea mereka semua terkejut

"Beneran?" Tanya Laura

"Lo ga bohong kan?" Tanya Gita

"Bener, dia bilang mau ketemu sama Tania" jelas Dea

"tapi Tania kayak takut gitu" ucap Rafi

"Iya" Dea menoleh dan ia melihat Riki

"Eh gue pergi dulu ya" ucap Dea mereka pun mengangguk, ia menghampiri Riki

"Ada apa?" Tanya Dea

"Gue mau cerita, soal kak Tania" ucap riki, Dea menyipitkan matanya









.

.

.

.

.

.

.

.

TBC✨
Haloww, apa kabar?
Kita ketemu lagii niehhh, jangan lupa vote dong, biar sering-sering update yaaa🤗
Maaf up nya sedikit hehe(. ❛ ᴗ ❛.)
Maaf kalo ada yg typo
Babay ✨

Perjodohan (Jeongin × Ningning)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang