BGT - 7

20 4 0
                                    

بسم الله الرحمن الرحيم

Hay Hay semua kembali lagi seperti biasa jangan lupa vote and komen.
Tinggalkan jejak kalian! Maksa hehe:)

Tinggalkan jejak kalian! Maksa hehe:)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


•-•-•-•

Setelah sampai di ndalem Zulfa lansung masuk setelah mengucapkan salam. Orang di dalam meresponnya.

Setelah mendengar seseorang menjawab salamnya Zulfa lalu masuk ke dalam. Dapat ia lihat ayah dan bundanya sedang berbincang bincang dengan umi Hafsah.

"Abi, umi!" Teriak Zulfa heboh.

"Zulfa jangan teriak teriak!" Tegur ayah Aditama kepada sang anak.

"Maaf ayah soal nya udah kangen sama ayah. Ayah sih nggak pernah ke sini jenguk Zulfa." Ucap Zulfa dengan bibir yang di majukan.

"Maaf, ayah sama bunda sibuk." Ucap sang bunda Adiba.

"Iya bunda nggak papa kok." Ucap Zulfa lalu memeluk umi nya. Tanpa sadar sekarang ia sedang menarik perhatian seorang Gus yang sedang duduk di samping Abi nya.

"Zulfa nggak malu di dilihatin Gus Zayyan?" Tanya bunda Adiba kepada sang anak.

Mendengar nama 'Zayyan', Zulfa lalu mengalihkan pandangannya ke arah dimana tepatnya sang Gus.

"Malu umi." Ucap Zulfa lalu memeluk umi nya menyembunyikan kedua pipinya yang merah itu.

Setelah percakapan dimana Zulfa malu. Kedua orang tua Zulfa beserta Abi dan umi Zayyan kini mengentikan pembicaraan tersebut. Lalu beralihlah ke pembicaraan serius.

"Baiklah tidak usah basa basi. Apakah Zulfa bisa cuti selama 2 Minggu?" Tanya ayah Zulfa kepada Abi Zayyan.

"Kalau boleh tau untuk apa cuti selama itu?" Ucap Abi Zayyan karena 2 Minggu itu lama, takutnya nanti Zulfa ketinggalan pelajarannya di pondok pesantren ini.

"Begini, Abang Zulfa ingin menikah. Kami ingin menghadiri acara pernikahan Abang Zulfa di luar kota." Jelas ayah Aditama kepada Abi Zayyan.

"Baiklah kalau seperti itu. Kami izinkan." Ucap Abi Zayyan.

"Terimakasih banyak." Ucap bunda Zulfa. Kedua orang tua Zayyan hanya merespon nya dengan anggukan.

Sementara Zulfa sedang bergelut dengan pemikirannya. Di lain sisi ia tidak ingin melihat Abang nya menikah, pastinya Abang nya itu pergi. Karena kalau Zulfa pulang dari pondok ia tidak pernah bertemu Abang nya itu.

Dulu waktu Zulfa masih SMP sementara Abang nya sudah SMA. Mereka setiap hari ketemu di rumah. Di saat Abang Zulfa Lulus sekolah dan mendaftar menjadi seorang tentara angkatan laut dan berkat doa sang bunda Abang Zulfa lulus menjadi seorang tentara angkatan laut.

ZAIDAN ABQARI  ADITAMA.  Bisa di panggil Zaidan seorang kapten tentara angkatan laut. Yang kini beberapa Minggu lagi akan menempuh hidup baru bersama pujaan hatinya.

****

Kini Zulfa berada di kamarnya bersama kedua sahabatnya. Mereka berpelukan layaknya Teletubbies melapas kerinduan mereka. Karena nanti 2 Minggu ke depan mereka akan berpisah.

"Zulfa jangan pergi, biarin aja ayah sama bunda yang pergi." Ceplos Aina.

"Astagfirullah Aina." Sahut Aisyah berusaha sabar dengan tingkah Aina yang Masya Allah itu.

"Kan emang benar." Bela Aina.

"Nggak boleh. Soalnya kan aku juga adiknya, aku harus ada dong di pernikahan Abang aku." Jelas Zulfa.

"Oh, gitu." Ucap Aina dengan tampang polosnya.

Zulfa hanya mengangguk mendengar ucapan dari Aina itu.

Setelah sudah berkemas-kemas Zulfa lalu menyeret kopernya itu keluar dari asramanya. Setelah berpamitan  dengan kedua sahabatnya itu, Zulfa lalu bergegas menuju ndalem untuk menemui kedua orangtuanya.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu." Ucap Zulfa lalu memasuki kawasan ndalem.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatu." Balasnya dari dalam.

"Zulfa sudah siap ayah." Ucap Zulfa.

"Baiklah kalo sudah siap kita berangkat sekarang." Sahut ayah Aditama.

"Let's go." Ucap Zulfa dengan antusias nya.
Kedua orang tua Zulfa beserta kyai dan umi Hafsah hanya terkekeh melihat tingkah Zulfa. Gus Zayyan? Gus Zayyan pamit saat Zulfa keluar dari kawasan ndalem.

"Sekarang kita berangkat takut macet." Ucap bunda Adiba. Di balas anggukan oleh ayah Aditama.
"Kami pamit. Kapan kapan akan berkunjung." Sahut bunda Adiba.

"Kami tunggu." Balas umi Hafsah.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu." Serempak keluarga ayah Aditama.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatu." Balas Abi dan umi Zayyan.

Sebelum pergi Zulfa menyempatkan untuk Salim kepada kyai dan umi Hafsah. Bagaimanapun mereka telah memberikan bekal ilmu kepada Zulfa yang tidak terhitung harganya.

Setelah Salim Zulfa bergegas menyusul kedua orang tuanya yang berjalan terlebih dahulu di depannya.

Saat Zulfa keluar dari pintu utama. Zulfa bertemu dengan Gus Zayyan, Zulfa lansung menundukkan kepalanya dan berjalan menyusul kedua orangtuanya di parkiran pesantren.

Saat tiga langkah di Belanda Gus Zayyan. Zulfa mendengar Gus Zayyan memanggil namanya. Terkejut? Tentu saja, karena ia takut Gus Zayyan akan memberikan nya hukuman padahal kan ia tidak pernah berbuat salah kepada Gus tampan itu. Zulfa tidak sadar baru saja ia memuji Gus nya itu.

"Ada apa Gus?" Tanya Zulfa.

"Tidak apa apa." Balas Gus Zayyan singkat. Sementara Zulfa hanya mendengus kesal karena responnya hanya seperti itu. Namun ia akan berusaha sabar melihat tingkahnya itu.

"Kalau tidak ada apa apa, saya permisi Gus. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu." Pamit Zulfa lalu berjalan meninggalkan Gus Zayyan yang masih berdiri di tempat tersebut.

"Hati-hati." Ucap Gus Zayyan. Zulfa masih bisa mendengar ucapan tersebut.bergegas Zulfa ke parkiran takut orangtuanya menunggunya.

Gus Zayyan berbalik menghadap dimana Zulfa berjalan ke arah parkiran.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatu." Batin Gus Zayyan. Gus Zayyan masih takut untuk berhadapan lansung dengan Zulfa, ia takut Zulfa akan menghindarinya jika ia terlalu dekat.

Lagi pula dosa jika berdekatan dengan yang bukan mahram kita.

TBC.
Jangan lupa vote and komen.


Bismillah Gus Tampan (OnGoing)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang