Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang, oh bukan! Dia bukan orang, melainkan siluman! Tapi, siluman itu termasuk sejenis orang atau bukan yah?
Sudahlah, lupakan soal itu!
Pokoknya, dahulu (saat Taehyung masih kecil) kakeknya yang sangat kolot itu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Katanya, siluman rubah ekor sembilan itu punya pesona luar biasa yang bisa membuat setiap mata yang memandang akan langsung terpana. Katanya, siluman rubah ekor sembilan itu paling pandai merayu, paling bisa memanfaatkan kecantikannya untuk menghipnotis setiap mangsanya. Katanya, siluman rubah ekor sembilan adalah dewi dari para siluman, yang selalu dielu-elukan, dibanggakan dan punya status tinggi yang membuat siluman lain akan selalu menundukan kepalanya hingga mau berlutut dikakinya.
Tapi kata siapa memangnya? Kata siapa itu semua benar, kata siapa?
Buktinya siluman rubah yang satu ini tidak begitu! Atau, karena dia agak melenceng dari banyaknya cerita yang tersebar makanya dia jadi berbeda?
"Hey rubah cacat!"
Rubah cacat?
Sungguh, meski sudah dua ribu tahun lamanya siluman rubah ekor delapan ini mencoba untuk tidak menoleh pada panggilan yang sangat menyebalkan itu, entah kenapa kepalanya sudah pasti menoleh pada sumber suara yang baru saja mengatainya itu.
Siluman rubah ekor delapan, bukan ekor sembilan! Dan karena ekornya kurang satu sejak dia dilahirkan maka semua yang mengenalnya selama ini (tentu sejak dia kecil) selalu menyebutnya dengan si siluman rubah yang cacat, ringkasnya: "Si Rubah Cacat!"
Si rubah cacat itu, oh salah! Maksudnya si rubah putih itu (Nama asli pemberian gurunya adalah rubah putih karena wujud aslinya menurut gurunya dulu adalah rubah putih yang berasal dari gunung Xu) mengerucutkan bibirnya, kesal. "Rubah putih! Tidak bisakah kau memanggilku dengan benar?"
Siluman anjing itu tersenyum mengejek, sangat menyebalkan dan semakin sebal menurut si rubah putih karena siluman Anjing itu sangat tampan dan rasanya semakin sebal saja karena dia tahu dia tidak akan pernah bisa kawin seperti teman-teman seumurannya yang sebenarnya sudah kawin apalagi Rubah putih pikir pejantan yang sangat dia inginkan untuk menjadi pasangan kawinnya adalah si siluman anjing yang menyebalkan itu.
"Apa kau tahu hal apa yang paling disukai oleh temanmu itu?"
Rubah putih berpikir walau seharusnya dia tidak perlu lagi berpikir karena satu-satunya teman yang mau menemaninya sejak kecil itu hanyalah si Siluman Burung Kenari. "Kenapa bertanya soal itu padaku?"
Dengan senyuman penuh percaya diri yang semakin membuat Rubah putih geram (tentu karena menurut si rubah putih senyuman si Siluman Anjing itu sangatlah mempesona makanya sekali lagi ia sebal) Siluman anjing menjawab dengan santai. "Karena aku ingin menjadi pasangannya! Aku akan mengawininya! Jadi, apa yang harus aku lakukan agar membuatnya senang dan mau menjadi pasanganku nantinya?"
Gigit lehernya kemudian cabuti bulu-bulu cantiknya itu, Ha! Ingin sekali Rubah putih mengatakan kalimat itu. Tapi masalahanya dan kenapa dia selalu harus punya masalah coba? Si Siluman Burung Kenari itu adalah temannya! Satu-satunya yang mau berteman dengan Rubah Putih. Mungkin hanya si Burung Kenari yang tidak mengatainya cacat, yang mau menyebutkan namanya dengan benar di Gunung Xu ini.