18

47 3 0
                                    

Semua barang sudah di pindahkan beberapa hari sebelumnya. Hanya pakaian saja yang mungkin harus diangkut pada hari itu. Aah sepertinya mereka harus berbelanja untuk isi kulkas juga nantinya.

Mikhael dan Ellouisse pamit pada Arga dan Yemimah. Mereka akan menempati rumah baru mereka yang berada tidak jauh dari rumah Arga dan Yemimah. Mereka akan memulai lembar baru sebagai suami dan istri yang mandiri.

Yemimah hanya mendoakan kebaikan untuk anak anaknya tersebut. "Semua yang terbaik untuk kalian, yang rukun... Kalau ada masalah selesaikan dengan tenang jangan dengan emosi atau ego. Oke sayangnya bunda?" Yemimah memeluk anak anaknya tersebut dengan erat.

Sedikit berat bagi Yemimah untuk melepas keduanya. Dikarenakan rumah besar keluarga Arga nantinya akan terasa sepi. Hanya dirinya, suaminya, eden dan juga Jeremy. Itu pun Jeremy akan pergi diam diam nantinya.

"Ayah tunggu kabar baik selanjutnya ya nak.." Arga menepuk pundak Mikhael. Memberikan semangat pada Mikhael untuk melanjutkan kehidupan mandirinya di depan mata.

"Walau rumah kalian tidak begitu jauh, sering sering pulang di waktu weekend ya.. Biar bunda, ayah dan Eden ga kesepian." Bukan yemimah ataupun Arga suara itu berasal dari Jeremy. Sedikit sedih terlihat di wajahnya. Mungkin karena ini kali pertama Mikhael meninggalkan nya. Biasanya mereka berdua sudah seperti perangko dan surat. Sangat menempel.

°°°°°

"Kita mending belanja isi kulkas dulu ga sih kak? Biar besok pagi sarapan ngga ribet beli." Ellouisse memberi saran pada Mikhael ketika mereka baru saja berangkat menuju kediaman mereka yang baru.

Mikhael terdiam sebentar dan berpikir, bukannya lebih ribet jika harus memasak pagi pagi ya? "Ngga ribet harus masak pagi pagi?" Tanya Mikhael mengungkapkan isi pikirannya.

Ellouisse menoleh melihat Mikhael yang sedang fokus menyetir. "Ribet milihnya kak, kalo ada bahan di kulkas ya tinggal masak apa yang ada.." Jelas Ellouisse. Dan Mikhael setuju saja dan membawa mobil itu menuju supermarket terdekat.

Ellouisse dengan tenang mengajak Mikhael berkeliling supermarket besar tersebut, memilah dan memilih sayuran serta buah buahan yang akan mereka beli sebagai stock makanan di rumah.

"Kamu biasanya restock setiap berapa hari?"

Ellouisse berpikir sejenak, berpikir. Semenjak ia tinggal di rumah mertuanya, ia lupa setiap berapa hari ia akan me restock makanan dalam kulkas. "Seminggu sekali sepertinya, biar makanannya tetap segar juga.." Jawabnya melihat ke arah Mikhael yang sepertinya sudah mulai bosan.

Pria itu membuka ponselnya dan melakukan QnA section pada aplikasi sosial media burung biru.

"El.. Kamu kan belum mau di publikasi, nama samaran buat kamu apa ya?"

"Buat apa sih kak?"

"Burung biru.."

"Terserah kakak aja.. Yang gampang diinget dan gabakal keceplosan."

"Ayang.. Susah ditebak itu.."

Ellouisse melirik ke arah Mikhael sejenak, pria itu membalasnya dengan alisnya yang naik turun. Ah pria ini sedang flirting padanya. "Terserah kak Mikhael aja." Ucap wanita itu kemudian.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The Agreement ✨Mark lee alternative universe✨ [Mark X Y/n.Mark X OC]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang